JAM Datun Terima Kunjungan Masyarakat, Bahas Penguatan Demokrasi dan Kelembagaan Negara

| PENAMARA . ID

Kamis, 5 Juni 2025 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung RI Dr. Narendra Jatna, S.H., LL.M. - menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, pada awal Juni 2025, di ruang kerja JAM Datun, di gedung Kejaksaan Agung RI.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung RI Dr. Narendra Jatna, S.H., LL.M. - menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli, pada awal Juni 2025, di ruang kerja JAM Datun, di gedung Kejaksaan Agung RI.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (JAM Datun) Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Dr. Narendra Jatna, menerima kunjungan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli, pada Selasa (3/5). Pertemuan berlangsung di ruang kerja JAM Datun, Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, keduanya berdiskusi mengenai arah pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berkeadilan. Firman Jaya Daeli, yang juga dikenal sebagai mantan anggota Komisi Politik dan Hukum DPR RI serta salah satu perumus Undang-Undang Kejaksaan, mengangkat pentingnya membangun paradigma pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas manusia serta penguatan kapasitas kelembagaan negara.

Diskusi juga membahas secara mendalam peran institusi-institusi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk Kejaksaan sebagai bagian penting dalam sistem hukum dan pemerintahan. Firman menekankan bahwa pembangunan Indonesia harus berbasis pada nilai-nilai konstitusional, demokrasi partisipatif, serta tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Ia juga menyoroti besarnya potensi dan modal strategis yang dimiliki Indonesia—baik dari sisi sosial, budaya, ekonomi, politik, geografis, hingga demografis—yang dapat menjadi fondasi kuat untuk memperkuat kedaulatan nasional. Menurutnya, isu-isu seperti kedaulatan energi, pangan, air, serta pengelolaan sumber daya alam lainnya harus menjadi prioritas dalam agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Dr. Narendra Jatna menyambut baik pandangan tersebut dan menegaskan bahwa Kejaksaan siap memainkan peran aktif dalam mendukung penegakan hukum yang adil serta penguatan lembaga-lembaga negara. Sebagai pejabat Eselon IA di lingkungan Kejaksaan Agung RI, Dr. Narendra memiliki pengalaman panjang di berbagai posisi strategis. Ia merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), pemegang gelar Master of Laws (LL.M) dari Prancis, serta Doktor Hukum dari UI.

Sepanjang kariernya, Dr. Narendra pernah menduduki sejumlah jabatan penting, antara lain sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung RI, Kepala Biro Perencanaan JAM Pembinaan, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) di Provinsi Bali dan DKI Jakarta, serta Staf Ahli Jaksa Agung RI. Saat ini, selain menjabat sebagai JAM Datun, ia juga dipercaya merangkap sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Pembinaan (Plt JAM Bin).

Pertemuan antara JAM Datun dan Firman Jaya Daeli ini mencerminkan sinergi antara pemikiran intelektual dan pengalaman kelembagaan dalam merumuskan langkah strategis bagi penguatan demokrasi dan tata kelola pemerintahan di Indonesia. Diskusi keduanya juga menunjukkan komitmen terhadap pentingnya kolaborasi antarinstitusi dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di era globalisasi dan disrupsi teknologi saat ini.

Artikel Lain :

Asbanda Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat Sistem SP2D

Suara Kemanusiaan Bergema: Ribuan Warga Tangerang Bersatu Untuk Palestina

Refleksi Hari Kartini; Perempuan, Emansipasi, dan Jalan Revolusi Sosial

Penulis : April Julianus Daeli

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pura Bersejarah di Sanur Diduga Dirobohkan, 300 Mahasiswa Kepung Kantor ATR/BPN
Guru Digugu dan Ditiru, Apa Kini Sibuk Cari Views?
Sumpah Profesi di Klinik, Ejekan di Kolom Komentar
Ketika Viral Mengalahkan Etika Kreator Konten
Kenapa Semangat Kuliah Mahasiswa Baru Cepat Sekali Menurun
“Anak Zaman Sekarang Kalau Bodoh Itu Pilihan”, Tamparan Sabrang untuk Pemuda Tangerang
OLS Grup Santuni Anak Yatim, Berikan Bantuan Tunai dan Perlengkapan Sekolah
Groupthink, Fenomena Ketika Kekompakan Malah Mengaburkan Pikiran Kritis dan Keberanian

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 15:58 WIB

Pura Bersejarah di Sanur Diduga Dirobohkan, 300 Mahasiswa Kepung Kantor ATR/BPN

Selasa, 1 September 2026 - 22:04 WIB

Guru Digugu dan Ditiru, Apa Kini Sibuk Cari Views?

Minggu, 23 Agustus 2026 - 21:36 WIB

Sumpah Profesi di Klinik, Ejekan di Kolom Komentar

Selasa, 18 Agustus 2026 - 02:25 WIB

Ketika Viral Mengalahkan Etika Kreator Konten

Senin, 27 Juli 2026 - 21:44 WIB

Kenapa Semangat Kuliah Mahasiswa Baru Cepat Sekali Menurun

Berita Terbaru