Asbanda Dorong Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat Sistem SP2D

| PENAMARA . ID

Kamis, 17 April 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda Kemendagri) dengan 24 Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (Dirut BPD).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda Kemendagri) dengan 24 Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (Dirut BPD).

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) meluncurkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) dalam bentuk online melalui Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Asbanda dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang diwakili langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir.

Acara peluncuran berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada siang tadi (17/4). Selain penandatanganan nota kesepakatan, acara juga mencakup penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah (Dirjen Keuda Kemendagri) dan 24 Direktur Utama Bank Pembangunan Daerah (Dirut BPD).

“SP2D berfungsi sebagai fasilitas semua proses perencanaan dan transaksi atas setiap proses pencairan dana secara terpusat, cepat, aman, dan terdokumentasi agar mengurangi potensi kesalahan administrasi atau penyelewengan,” jelas Busrul Iman, PLT Ketua Umum Asbanda dalam konferensi pers.

Konferensi Pers (kiri ke kanan) Erikson Manihuruk Kapusdatin Kemendagri, Yudia Ramli Direktur BUMD, Agus Fatoni Dirjen Keuda Kemendagri, Didik Mulyanto Koordinator Harian StranasPK, Busrul Iman PLT Ketua Umum Asbanda. | Dokumentasi: Arsip

Agus Fatoni , Dirjen Keuda Kemendagri juga menjelaskan, bahwa setelah penandatanganan PKS, proses SP2D di pemerintah daerah akan dilakukan secara online dan “tata kelola keuangan daerah dapat yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Sehingga dapat menciptakan praktek pemerintahan yang baik dan bebas korupsi,” jelasnya.

Fatoni juga menyoroti manfaat dari peluncuran sistem atau aplikasi ini, yakni sebagai bentuk penghematan karena pemerintah daerah tidak perlu mengembangkan aplikasi sendiri atau dapat menghapus aplikasi yang sudah ada. Sistem ini juga dapat mengurangi tingkat kesalahan dan memungkinkan kontrol serta perbaikan apabila terjadi kesalahan data nasional.

Kerja sama ini turut melibatkan Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (StranasPK) sebagai koordinator untuk meningkatkan penerapan prinsip Good and Clean Government. Selain itu, SP2D online juga mendukung terwujudnya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang mempermudah proses pengawasan.

Meski begitu, pelaksanaan secara menyeluruh di seluruh daerah masih menghadapi kendala. Dari total 552 daerah, baru 55 yang telah menerapkan SP2D online, sementara sisanya masih dalam proses transisi dari sistem manual ke digital. Dirjen Keuda menargetkan seluruh daerah sudah mengadopsi SP2D online paling lambat akhir tahun 2025.

“Kami akan coba inventarisir Pemerintahan Daerah yang belum menerapkan SP2D, [lalu] kami akan korespondensi dan meng-push mereka supaya segera mengimplementasikan SP2D online,” tutup Didik Mulyanto, selaku Koordinator Harian dari StranasPK.


Artikel Lain : Pemprov Banten Gelontorkan 60 Miliar untuk Jalan Desa

Penulis : Devis Mamesah

Editor : Redaktur

Berita Terkait

JK Meledak: “Kasih Tahu Semua Termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya”
BBM Nonsubsidi Melonjak: Pertamax Turbo Tembus Rp19.400
GMNI Bongkar Dugaan Penyimpangan di Balik Jet Pribadi KPU Rp90 Miliar
Aktivis KontraS Jadi Korban Siraman Air Keras, Mahasiswa Tangerang Siap Turun Aksi Solidaritas
Kematian Aktivis Buruh Ermanto Usman Picu Sorotan terhadap Pengelolaan JICT
Di Bawah Bayang-Bayang Rezim Prabowo dan Rule of Law yang Tersandera
Makan Bergizi Gratis yang Tak Pernah Bergizi dan Gratis; Proyek Bengis Pemerintahan Prabowo-Gibran
Kenaikan Anggaran Program MBG; Urgensi atau Ambisi Belaka?

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 02:39 WIB

JK Meledak: “Kasih Tahu Semua Termul, Jokowi Jadi Presiden karena Saya”

Minggu, 19 April 2026 - 02:09 WIB

BBM Nonsubsidi Melonjak: Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Rabu, 15 April 2026 - 22:29 WIB

GMNI Bongkar Dugaan Penyimpangan di Balik Jet Pribadi KPU Rp90 Miliar

Kamis, 26 Maret 2026 - 20:25 WIB

Aktivis KontraS Jadi Korban Siraman Air Keras, Mahasiswa Tangerang Siap Turun Aksi Solidaritas

Sabtu, 7 Maret 2026 - 07:57 WIB

Kematian Aktivis Buruh Ermanto Usman Picu Sorotan terhadap Pengelolaan JICT

Berita Terbaru

Global

Hormuz Ditutup Lagi, Iran Tantang Blokade AS

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:16 WIB

Nasional

BBM Nonsubsidi Melonjak: Pertamax Turbo Tembus Rp19.400

Minggu, 19 Apr 2026 - 02:09 WIB