Rasisme saat Aksi: Oknum Satpol PP Hina Massa SEMMI

| PENAMARA . ID

Rabu, 22 Januari 2025 - 23:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Penolakan Pembangunan RSUD oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang | Dokumentasi: Topan Bagaskara

Aksi Penolakan Pembangunan RSUD oleh Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang | Dokumentasi: Topan Bagaskara

PENAMARA.ID | Kabupaten Tangerang – Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota dan Kabupaten Tangerang menuding seorang oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang melakukan pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) saat protes di depan Kantor Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Kota Tangerang, Rabu (22/1).

Ketua Umum SEMMI, Indri Damayanthi, menyampaikan bahwa oknum Satpol PP tersebut bersikap rasis terhadap massa aksi perempuan. “Kami  mendapati sikap rasisme dari salah satu oknum Satpol PP Kota Tangerang yang sedang menjaga aksi hari ini, dengan menyerukan [agar] massa aksi perempuan membuka kerudung,” ungkapnya usai aksi.

Aksi protes itu digelar sebagai kritik kepada Kepala Dinas Perkimtan Kota Tangerang terkait dugaan penyelewengan dalam pembangunan dua rumah sakit, yakni RS Panunggangan Barat di Cibodas dan RS Jurumudi Baru di Benda.

Salah satu peserta aksi mangaku mendengar ujaran rasis dari seorang anggota Satpol PP saat aksi sempat saling dorong di depan gebang kantor. “Buka saja kerudungnya, ‘engga pantes lu,’ saya dengar ucapannya seperti itu,” katanya.

Indri menegaskan bahwa tindakan oknum tersebut adalah bentuk pelanggaran HAM. “Ya, jelas itu adalah rasis, memangnya salah kita aksi perempuan menggunakan kerudung ketika aksi?” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya prinsip kesetaraan di mata hukum. “Setiap orang berhak untuk menggunakan atribut sesuai dengan keyakinannya yang juga dilindungi oleh undang-undang, tidak terkecuali dalam melakoni aksi-aksi demonstrasi,” ujar Indri.

SEMMI mengecam keras tindakan diskriminasi tersebut, karena rasisme tidak hanya melanggar hak asasi manusia tetapi juga kebebasan fundamental yang dijamin oleh hukum. Mereka meminta agar kasus ini ditindaklanjuti dengan tegas untuk menegakkan keadilan.


Artikel Lain : 100 Hari Memimpin Indonesia, Mahasiswa Gaungkan Sila Siasat Sesat Rezim Prabowo-Gibran

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Sisi Kelam Cipondoh: Kali Sipon Jadi Lautan Sampah Hitam, Banyak Warga Resah
PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid
PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!
Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan
Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!
Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang
Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid

Minggu, 27 September 2026 - 18:06 WIB

PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!

Jumat, 25 September 2026 - 18:30 WIB

Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan

Rabu, 23 September 2026 - 15:39 WIB

Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang

Berita Terbaru

Ilustrasi: Banten72.com

Opini

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:08 WIB

Ilustrasi: Joko Widodo menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto, disaksikan Presiden Indonesia terdahulu | Gambar: Dekade08

Editorial

Tebak-Menebak Hubungan Prabowo-Jokowi

Rabu, 30 Sep 2026 - 00:22 WIB