100 Hari Memimpin Indonesia, Mahasiswa Gaungkan Sila Siasat Sesat Rezim Prabowo-Gibran

| PENAMARA . ID

Minggu, 19 Januari 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penamara.id – Menjelang 100 hari menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, program prioritas Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai ambisius dan penuh siasat.

Hal ini diungkapkan oleh kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Kota dan Kabupaten Tangerang, pada Minggu (19/01/2025).

Dalam video yang berdurasi 3 menit itu, mahasiswa menyerukan ‘Sila Siasat Sesat 100 Hari Rezim Prabowo-Gibran’.

Menurutnya, program prioritas yang dijalankan tidak mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Aditya Nugraha Sekretaris Umum SEMMI Tangerang.

“Banyak ditemukan kecacatan maupun kejanggalan selama menjalankan program, mulai dari pembabatan hutan dan tanah adat untuk swasembada pangan, hingga maraknya kasus hukum yang melibatkan pejabat hingga pengusaha,” kata Aditya yang juga mahasiswa pecinta alam.

Lebih lanjut, Aditya Nugraha menyayangkan, diawal kepemimpinannya Prabowo dan Gibran menghadirkan kebijakan yang kontroversial dengan kondisi keuangan negara yang sedang tidak baik-baik saja.

“Ini akibat dari janji kampanye untuk meraih kekuasaan, pada akhirnya rakyat yang dikorbankan,” terang Aditya Nugraha kepada wartawan.

Ditempat yang sama, Indri Damayanthi, ketua umum SEMMI menyebutkan, terdapat lima tuntutan yang disebut sebagai ‘Sila Siasat Sesat 100 Hari Rezim Prabowo-Gibran’ diantaranya sebagai berikut:

1. Stop program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membebankan rakyat serta tidak berdampak pada pembangunan sumber daya manusia yang cerdas, tidak menghidupkan perekonomian regional serta hanya menguntungkan kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

2. Mendesak Presiden Prabowo dan Wakilnya untuk segera merealisasikan program 22 ribu sekolah yang sampai dengan hari ini tidak jelas rupanya.

3. Mendesak Presiden Prabowo dan Wakilnya untuk stop membabat hutan lindung, hutan produktif serta rumah adat yang merusak ekologi untuk program sesat swasembada pangan serta hilirisasi.

4. Mendesak Presiden Prabowo dan wakilnya untuk secara terang memberikan kejelasan atas program pemeriksaan kesehatan gratis yang tidak pernah terdengar dan tersampaikan kepada masyarakat khususnya yang ekonomi rendah.

5. Mendesak Presiden Prabowo dan Wakilnya untuk melakukan penguatan sistem hukum yang ada di indonesia serta berhenti menjadikan hukum sebagai komoditas politik, juga memberantas para mafia baik pejabat maupun pengusaha yang merugikan negara dan rakyat.

Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Cabang Kota dan Kabupaten Tangerang mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk memberikan pencerahan pada 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang.

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR
Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas
Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:38 WIB

SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan

Kamis, 30 April 2026 - 18:14 WIB

KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Berita Terbaru