Saling Bongkar di Balik Mundurnya Karyawan PT Wellesta, Eks Area Manager Bantah Tuduhan

| PENAMARA . ID

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PT Wellesta CPI Healthcare | Foto: Istimewa

PT Wellesta CPI Healthcare | Foto: Istimewa

Pengakuan seorang mantan karyawan PT Wellesta CPI Healthcare mengenai dugaan lingkungan kerja yang tidak sehat memunculkan saling bantah antara pelapor dan mantan atasannya. Mantan karyawan yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku memilih mengundurkan diri karena merasa mengalami tekanan di tempat kerja. Sementara itu, eks Area Manager PT Wellesta, Diah, membantah seluruh tuduhan yang diarahkan kepadanya.

Mantan karyawan yang menggunakan nama samaran Merry menuturkan persoalan bermula ketika ia menyampaikan keluhan seorang rekan kerja di divisi penjualan kepada atasan. Keluhan tersebut berkaitan dengan kompetensi pimpinan serta pembagian tugas yang dinilai tidak sesuai.

Menurut Merry, rekan kerjanya mengaku kerap diminta mengerjakan pekerjaan administratif yang semestinya menjadi tanggung jawab atasan. Ia mengaku hanya meneruskan keluhan tersebut agar dapat diverifikasi secara profesional.

“Awalnya saya hanya menyampaikan keluhan itu kepada atasan untuk divalidasi karena saya menganggap ini persoalan profesional,” ujar Merry.

Namun, setelah laporan disampaikan, rekan kerjanya memilih mengundurkan diri. Sejak saat itu, Merry mengaku mulai merasakan perubahan sikap di lingkungan kerja.

“Saya mulai merasakan tekanan dan intimidasi secara halus. Komunikasi berubah dan saya merasa ditempatkan pada posisi yang sulit hanya karena menyampaikan laporan dari tim,” katanya.

Selain itu, Merry juga menyampaikan sejumlah dugaan persoalan lain di internal perusahaan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian data pribadi salah seorang pimpinan, dugaan penggunaan dokumen pendidikan yang tidak valid, dugaan hubungan yang tidak profesional antara atasan dan bawahan, hingga isu penggunaan dana kegiatan yang dinilai tidak transparan.

Namun, seluruh dugaan tersebut merupakan pengakuan dari pelapor dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Merry menilai kondisi tersebut membuat suasana kerja menjadi tidak kondusif dan berdampak pada kesehatan mentalnya sehingga ia memutuskan mengundurkan diri.

“Saya bukan mengundurkan diri karena tidak mampu bertahan, tetapi karena tidak ingin terus berada dalam situasi yang bertentangan dengan nilai yang saya pegang,” ujarnya.

Eks Area Manager Bantah Tuduhan

Menanggapi pernyataan tersebut, Diah membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Ia menegaskan setiap kebijakan yang diambil selama menjabat sebagai atasan dilakukan berdasarkan prosedur perusahaan dan hasil evaluasi kinerja.

Menurut Diah, mantan karyawan tersebut memang sempat menjadi perhatian dalam evaluasi internal karena dinilai belum memenuhi standar perusahaan, baik dari aspek penguasaan produk, pencapaian key performance indicator (KPI), maupun kedisiplinan pelaporan aktivitas lapangan.

“Hasil pengecekan menunjukkan lokasi yang dilaporkan berbeda dengan lokasi sebenarnya. Ternyata lokasinya beda, tidak di rumah sakit yang dilaporkan,” kata Diah.

Meski demikian, ia mengaku tetap memberikan pendampingan selama beberapa bulan agar karyawan tersebut dapat meningkatkan kompetensinya.

“Saya me-backup full anak tersebut untuk memberikan pengetahuan dan menaikkan skill,” ujarnya.

Diah mengatakan keputusan mengakhiri hubungan kerja bukan diambil olehnya, melainkan oleh Sales Manager bersama Divisi Human Resources (HR).

“Itu langsung atasan saya yang melakukan tanpa koordinasi lagi ke saya. Saya juga pada saat itu merasa dilangkahi karena tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan,” katanya.

Ia juga membantah tuduhan mengenai dugaan penyalahgunaan dana perusahaan.

“Kalau dibilang korupsi itu terlalu jahat menurut saya, karena tidak ada uang perusahaan yang masuk ke kantong pribadi saya. Sama sekali. Itu pun bisa saya pertanggungjawabkan dan bisa di-track,” tegasnya.

Menurut Diah, persoalan yang terjadi berkaitan dengan kepatuhan terhadap aturan internal perusahaan, bukan penyimpangan keuangan.

Terkait tuduhan mengenai hubungan yang tidak profesional maupun isu personal lainnya, Diah menyatakan seluruh tuduhan tersebut tidak memiliki bukti.

“Itu bisa dibuktikan kalau ada bukti. Masalahnya tidak ada bukti. Kalau cuma desas-desus dan sepertinya kelihatan-kelihatannya, padahal saya memperlakukan tim saya dengan baik,” ujarnya.

Penulis : Pujiawan

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Anggaran Alun-Alun Rp4,9 Miliar Diprotes GMNI Lebak
Catatan Kritis Sampah Kota Tangerang Selatan
Darurat Sampah Tangsel; GMNI UNPAM Nilai Pemkot Gagal Lindungi Hak Lingkungan Warga
Tangsel Darurat ISPA, Dinas Kesehatan tak Bersuara
Poros Intelektual Muda Dirikan Posko Pengaduan Pendidikan: Lawan Pungli, Kekerasan, dan Kriminalisasi Siswa
Pemerintah Diminta Tak Berlebihan Tanggapi Polemik Bendera One Piece : Pahami Substansi Keresahan Rakyat
Hasto, Hukum, dan Harapan Rakyat: Saatnya Hakim Bicara dengan Nurani
GEMATA Desak Pemkot Tangsel Stop Peredaran Gas Oplosan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 13:19 WIB

Anggaran Alun-Alun Rp4,9 Miliar Diprotes GMNI Lebak

Kamis, 25 Desember 2025 - 13:12 WIB

Catatan Kritis Sampah Kota Tangerang Selatan

Senin, 15 Desember 2025 - 13:42 WIB

Darurat Sampah Tangsel; GMNI UNPAM Nilai Pemkot Gagal Lindungi Hak Lingkungan Warga

Rabu, 20 Agustus 2025 - 17:42 WIB

Tangsel Darurat ISPA, Dinas Kesehatan tak Bersuara

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 23:36 WIB

Poros Intelektual Muda Dirikan Posko Pengaduan Pendidikan: Lawan Pungli, Kekerasan, dan Kriminalisasi Siswa

Berita Terbaru