Generasi Merdeka Desak Pemkot Tindak Peredaran Gas Oplosan dari Rumpin ke Tangerang Selatan

| PENAMARA . ID

Kamis, 3 Juli 2025 - 00:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Persiapan Aksi | Gambar: Istimewa

Persiapan Aksi | Gambar: Istimewa

PENAMARA.id — Generasi Merdeka (GENERASI MILENIAL TERDEPAN INDONESIA KUAT) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap maraknya aktivitas mobilisasi gas oplosan yang diduga berasal dari wilayah Rumpin dan secara bebas melintasi serta memasuki kawasan Tangerang Selatan. Maka, Generasi Merdeka Desak Pemkot untuk menindak secara tegas peredaran gas oplosan yang di duga berasal dari wilayah Rumpin lalu memasuki wilayah Tangerang Selatan.

Temuan di lapangan menunjukkan bahwa gas-gas oplosan tersebut diangkut menggunakan kendaraan seperti mobil losbak berpenutup terpal maupun mobil box kecil, yang diduga kuat digunakan untuk menghindari pantauan aparat. Aktivitas ini sangat meresahkan dan mengancam keselamatan warga, mengingat potensi bahayanya terhadap ledakan serta dampak buruk bagi konsumen rumah tangga dan pelaku usaha kecil.

Kami menilai bahwa ini adalah bentuk pengabaian yang tidak dapat ditolerir. Jika terus dibiarkan, peredaran gas oplosan ini dapat berujuang pada bencana.” Ujar koordinator umum GM, Sadam.

GENERASI MILENIAL mendesak:

  1. Pemerintah Kota Tangerang Selatan khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Satpol PP untuk segera melakukan razia intensif dan inspeksi mendadak (sidak) ke titik-titik distribusi gas ada.
  2. Aparat Kepolisian, untuk menindak tegas pihak-pihak yang terbukti mengedarkan gas oplosan secara ilegal, serta memperketat pengawasan jalur masuk dari wilayah Rumpin.
  3. Pertamina atau pihak berwenang terkait, agar segera mengevaluasi distribusi gas resmi dan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya penggunaan gas oplosan.

Apabila tidak adanya tindakan tegas dan konkret dari pihak berwenang dalam waktu dekat, GM menyatakan siap turun ke jalan dan menggelar aksi demonstrasi terbuka sebagai bentuk peringatan keras terhadap lemahnya pengawasan distribusi gas di wilayah Tangerang Selatan.

Aksi ini akan dilaksanakan di depan Polres Kota Tangerang Selatan pada Kamis, 3 Juli 2025 mulai pada pukul 10:00 WIB sampai dengan selesai. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta atau mendukung gerakan ini demi kesalamatan bersama.

Kami percaya bahwa aparat penegak hukum memiliki komitmen terhadap perlindungan rakyat. Namun, tanpa dorongan dari rakyat, keadilan seringkali tertunda. Maka dari itu, Kamis, 3 Juli 2025 kami akan turun ke jalan!

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini adalah soal nyawa dan hak atas keamanan warga.” tutup Sadam.


Artikel Lainnya: Kapolres Tangerang Selatan Tidak Lapor LHKPN, Potret Transparansi yang Dipertanyakan

 

Penulis : Sadam Fiqri

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari
Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong
Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi
Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP
Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar
Lansia Meninggal Diduga Terlantar, Aktivis Kritik Keras Camat dan Dinsos
Segel PT ESA Jaya Putra Diminta Tetap Terkunci, DPRD Kota Tangerang: Izin Belum Lengkap
Camat Batuceper: Sinergi dengan DPRD Hadirkan Solusi Akses Jalan Poris Gaga

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:27 WIB

Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:10 WIB

Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar

Berita Terbaru

Istimewa

Penjeda

Risiko Bernama Pernikahan

Kamis, 2 Jul 2026 - 03:45 WIB