Retak Pucuk Pimpinan Lebak: GMNI Ingatkan Bahaya Ego Politik bagi Pelayanan Publik

| PENAMARA . ID

Selasa, 31 Maret 2026 - 01:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Retaknya komunikasi di pucuk kepemimpinan Kabupaten Lebak kini menjelma menjadi perhatian publik yang kian serius. Ketegangan antara Bupati dan Wakil Bupati tidak lagi terbaca sebagai dinamika biasa dalam pemerintahan, melainkan mengarah pada krisis etika dan ancaman terhadap efektivitas tata kelola pemerintahan yang baik.

Pernyataan Bupati Lebak yang menyinggung latar belakang Wakil Bupati memantik polemik yang meluas. Kritik pun bermunculan, menilai bahwa pernyataan tersebut telah melampaui batas profesionalisme dan berpotensi merusak fondasi kerja sama yang seharusnya menjadi tulang punggung pemerintahan daerah.

Di tengah situasi itu, suara peringatan datang dari kalangan mahasiswa. Sekretaris DPC GMNI Lebak, Fatur Rizal Nuralif, menegaskan bahwa konflik personal di lingkaran elite kekuasaan berisiko langsung pada kepentingan publik.

“Roda pemerintahan membutuhkan kerja tim, bukan panggung sindir-menyindir. Setiap detik yang terbuang untuk konflik personal adalah kerugian bagi pelayanan publik dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, prinsip effectiveness and efficiency dalam tata kelola pemerintahan mensyaratkan adanya sinergi mutlak antara kepala daerah dan wakilnya. Ketika relasi itu terganggu oleh sentimen masa lalu, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar citra, melainkan kualitas kebijakan yang dihasilkan.

Dalam kerangka good governance, keharmonisan di tingkat pimpinan bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendasar. Ketidakharmonisan akan berujung pada stagnasi—terutama dalam pengambilan keputusan strategis yang menuntut kesepahaman dan koordinasi erat.

Lebih jauh, polemik yang berkembang juga menyeret isu etika publik. Penggunaan diksi yang menyerang ranah personal di ruang terbuka dinilai mencederai nilai-nilai kepemimpinan yang seharusnya menjunjung profesionalisme dan integritas.

“Rakyat tidak membayar pajak untuk menyaksikan drama politik. Mereka menuntut pelayanan yang efektif dan solusi nyata,” kata Fatur.

GMNI Lebak pun mendesak kedua pemimpin daerah untuk segera mengakhiri polemik yang dinilai tidak produktif. Energi pemerintahan, kata mereka, seharusnya diarahkan pada inovasi dan percepatan pembangunan, bukan habis dalam konflik komunikasi yang kontraproduktif.

Dalam pernyataan yang lebih tajam, Fatur mengingatkan bahwa good governance tidak mungkin terwujud tanpa komitmen kuat dari para pemimpin untuk menempatkan kepentingan publik di atas ego pribadi.

“Hentikan akrobat kata-kata yang memuakkan. Kembali bekerja secara sinergis, atau akui secara terbuka bahwa Anda berdua sudah tidak mampu memimpin Lebak dengan martabat,” tegasnya.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari
Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong
Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi
Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP
Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar
Lansia Meninggal Diduga Terlantar, Aktivis Kritik Keras Camat dan Dinsos
Segel PT ESA Jaya Putra Diminta Tetap Terkunci, DPRD Kota Tangerang: Izin Belum Lengkap
Camat Batuceper: Sinergi dengan DPRD Hadirkan Solusi Akses Jalan Poris Gaga

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:27 WIB

Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:10 WIB

Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar

Berita Terbaru