Menyalakan Cahaya Literasi di Kampung Bekelir: KNPI Kota Tangerang Donasi 300 Buku Bacaan Anak

| PENAMARA . ID

Jumat, 23 Mei 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Giat pembagian 300 buku secara simbolik. | Dokumentasi: Ari Sujatmiko

Giat pembagian 300 buku secara simbolik. | Dokumentasi: Ari Sujatmiko

Di tengah hiruk-pikuk urbanisasi Kota Tangerang, sebuah gerakan kecil namun bermakna lahir dari semangat pengabdian. DPD KNPI Kota Tangerang bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UHAMKA menggelar kegiatan pengabdian masyarakat yang sarat nilai, Minggu (18/5), di Rumah Belajar Dialektika, Kampung Bekelir.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 300 buku bacaan anak disumbangkan untuk mendukung gerakan literasi. Donasi ini menjadi simbol kepedulian para pemudanya di ruang-ruang pendidikan nonformal yang selama ini tumbuh di tengah masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini, Dr. Arum Fatayan, Wakil Ketua DPD KNPI Kota Tangerang Bidang Sosial, Budaya, Agama, dan Pariwisata, yang juga dikenal sebagai penggagas gerakan API PELITA (Anak Pintar Pecinta Literasi). Turut hadir pula Dr. Ika Yatri, Wakil Dekan I FKIP UHAMKA, yang turut memberikan motivasi kepada para pendamping dan relawan rumah belajar.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Faisal, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari sinergi antarorganisasi pemuda dan lembaga pendidikan dalam menumbuhkan minat baca anak-anak.

“Kami tidak hanya memberikan buku, tetapi juga membawa semangat agar anak-anak memahami pentingnya membaca sebagai jendela dunia. Ini adalah bagian dari program kerja KNPI di bidang sosial budaya dan pendidikan,” ujar Dede.

Tak hanya buku, anak-anak juga menerima bingkisan makanan ringan. Namun lebih dari itu, yang mereka dapatkan adalah dukungan moral dan perhatian dari para pemuda yang percaya bahwa perubahan dimulai dari pendidikan.

Menurut Dede, literasi merupakan pondasi membangun Kota Tangerang yang cerdas dan berakhlakul karimah. Ia berharap gerakan seperti ini dapat menjadi pemantik bagi lahirnya lebih banyak aksi serupa di wilayah lain.

“Semoga langkah kecil ini menjadi motor penggerak, agar Kota Tangerang tak hanya tumbuh secara fisik, tapi juga berkembang dalam kecerdasan dan karakter,” tutupnya.

Gerakan ini bukan sekadar donasi, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif membentuk masa depan. Dari Kampung Bekelir, cahaya literasi dinyalakan — membawa harapan baru bagi generasi muda kota ini.

Artikel Lain :

Dididik jadi Juara, tapi Gagal jadi Manusia

Saat Belajar Percaya pada Rancangan Semesta

Angkringan Dialektika: Membawa Pendidikan untuk Masyarakat Lewat Nongkrong

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah
Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan
Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat
Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD
“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor
Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor
10 KUA di Kota Tangerang Belum Layak, Terkendala Status Lahan Pemda
Dituding Langgar Aturan, PT Duta Abadi Bungkam

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 21:06 WIB

Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan

Sabtu, 25 April 2026 - 19:16 WIB

Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD

Jumat, 24 April 2026 - 19:43 WIB

“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIB

Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor

Berita Terbaru

Gambar: Leanne Bland/Linkenin

Editorial

Hoaks makin Halus, Literasi saja tidak Cukup

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:51 WIB

Foto: Tribrata News-Polri

Opini

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:16 WIB