Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah

| PENAMARA . ID

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang fiskal Pemerintah Kota Tangerang mendadak menyempit. Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat senilai Rp402 miliar memaksa daerah ini menata ulang strategi pembiayaan pembangunan.

Komisi III DPRD Kota Tangerang menilai, kondisi tersebut bukan sekadar koreksi angka, melainkan ujian kemandirian keuangan daerah. Ketua Komisi lll DPRD Kota Tangerang Sumarti menyebut, kebijakan itu berlaku nasional dan tidak hanya menyasar Kota Tangerang.

“Karena tidak ada transfer ini memang sudah keputusan dari Pusat dan tidak hanya Kota Tangerang, ini seluruh Indonesia. Nah, khususnya Kota Tangerang kan memang 402 miliar,” jelasnya.

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah daerah didorong mengandalkan sumber pendapatan sendiri. Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi tumpuan utama untuk menjaga keberlanjutan program pembangunan.

Komisi III menilai, sejumlah sektor masih menyimpan potensi yang belum tergarap maksimal. Pajak dan retribusi daerah menjadi fokus utama, termasuk optimalisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang dinilai masih bisa ditingkatkan melalui konsolidasi lintas lembaga.

“Yang contohnya BPHTB terkait dengan PLN, ini harus berkonsolidasi, terus memang harus ada upaya,” paparnya.

Selain itu, DPRD juga mendorong penguatan kolaborasi antarinstansi guna memperluas basis pendapatan. Sektor usaha seperti restoran, hotel, hingga aktivitas ekonomi perkotaan lainnya dipandang sebagai ladang potensial yang belum sepenuhnya dioptimalkan.

“Kemudian juga dari potensi-potensi yang lain, baik itu restoran, kemudian juga kita terus bergerak bersama, berkolaborasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Komisi III mulai melirik sektor non-konvensional sebagai mesin penggerak ekonomi. Event olahraga seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dinilai mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal.

Aktivitas tersebut tak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga menggerakkan sektor riil seperti UMKM, perhotelan, dan kuliner.

“Ini juga salah satu untuk menggali potensi sehingga dengan ada event tersebut, terutama UMKM, kemudian juga hotel, restoran, ini kan juga akan bertambah pendapatannya,” katanya.

Perputaran uang dari kegiatan itu diharapkan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Pelaku usaha kecil menjadi pihak yang paling cepat merasakan manfaat dari meningkatnya mobilitas ekonomi.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mulai menunjukkan peran strategisnya. PDAM Tirta Benteng, misalnya, mencatatkan peningkatan kontribusi terhadap PAD melalui dividen.

“Ini tadi juga sudah kita lihat di LKPJ 2025 mengalami kenaikan, yaitu dividennya mencapai 8 miliar,” ungkap Sumarti.

Komisi III memandang, tren positif tersebut harus dijaga dan ditingkatkan melalui penguatan manajemen serta ekspansi aset. Peralihan dan pengembangan struktur usaha disebut menjadi salah satu faktor pendorong kinerja BUMD ke depan.

“Pastinya harus optimis. Apalagi sekarang kan juga sudah ditambah peralihan dari TKR ke TB (Tirta Benteng),” ujarnya.

Meski dituntut meningkatkan pendapatan, DPRD memastikan kebijakan yang diambil tidak akan membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi kecil.

“Oh tidak. Khususnya yang memang untuk masyarakat, kita tidak memberatkan kepada masyarakat,” tegasnya.

Pendekatan yang diambil adalah menggali potensi dari sektor yang memiliki dampak minimal terhadap beban warga. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar target pendapatan tetap tercapai tanpa mengorbankan daya beli masyarakat.

Di tengah tekanan fiskal yang kian terasa, optimisme masih dijaga. DPRD meyakini, dengan kolaborasi dan kerja keras, stabilitas keuangan daerah tetap bisa dipertahankan.

“Ya kami Kota Tangerang pasti harus juga positif, harus juga terus berjuang. Kita tidak boleh menyerah,” ujarnya.

Berita Terkait

Sisi Kelam Cipondoh: Kali Sipon Jadi Lautan Sampah Hitam, Banyak Warga Resah
PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid
PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!
Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan
Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!
Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang
Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid

Minggu, 27 September 2026 - 18:06 WIB

PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!

Jumat, 25 September 2026 - 18:30 WIB

Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan

Rabu, 23 September 2026 - 15:39 WIB

Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang

Berita Terbaru

Ilustrasi: Banten72.com

Opini

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:08 WIB

Ilustrasi: Joko Widodo menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto, disaksikan Presiden Indonesia terdahulu | Gambar: Dekade08

Editorial

Tebak-Menebak Hubungan Prabowo-Jokowi

Rabu, 30 Sep 2026 - 00:22 WIB