Nama Gubernur Banten Andra Soni menjadi sorotan setelah seorang perempuan bernama Ida Farida mengaku menjadi korban dugaan kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh politikus tersebut. Pengakuan itu dituangkan dalam dokumen kronologi yang kini beredar dan memuat rangkaian peristiwa sejak 2019 hingga 2025.
Menurut kronologi yang dibuat Ida Farida, perkenalannya dengan Andra Soni bermula pada Agustus 2019 di Kantor DPD Partai Gerindra Banten, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Saat itu, Ida mengaku mendampingi adiknya yang hendak mendaftarkan diri sebagai bakal calon anggota legislatif.
Usai pertemuan tersebut, Ida mengklaim komunikasi dengan Andra Soni semakin intens. Ia mengaku kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan politik, termasuk untuk memenuhi kuota keterwakilan 30 persen perempuan dalam pencalonan anggota DPRD Provinsi Banten.
Ida menyebut peristiwa yang paling membekas terjadi ketika mengikuti kegiatan kader Partai Gerindra di Hambalang, Bogor. Menurut pengakuannya, setelah makan malam bersama rombongan, ia diajak berbicara secara pribadi oleh Andra Soni di sebuah kamar.
“Saya sudah menolak secara halus hingga akhirnya menolak dengan tegas, tetapi saya tetap dipaksa. Sejak saat itu saya meminta pertanggungjawaban atas apa yang saya alami,” ujar Ida dalam dokumen kronologi yang diterima redaksi Penamara.id
Ida mengaku setelah kejadian tersebut dirinya meminta Andra Soni bertanggung jawab. Ia mengklaim keduanya kemudian menjalani pernikahan siri pada November 2021.
Menurut Ida, hubungan tersebut berlangsung hingga 2025. Namun sejak 2024, ia mengaku mulai kesulitan menghubungi Andra Soni. Bahkan, nomor teleponnya disebut telah diblokir.
Tak hanya itu, Ida juga mengklaim beberapa kali meminjamkan uang kepada Andra Soni yang disebut digunakan untuk kepentingan politik.
“Saya sudah berkali-kali mencoba menghubungi Andra Soni untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, tetapi tidak pernah mendapat respons. Yang saya harapkan hanya pertanggungjawaban,” katanya.
Ida juga menyebut adiknya sempat menemui Andra Soni pada September 2025 untuk meminta kejelasan hubungan sekaligus menagih utang yang menurut pengakuannya belum diselesaikan.
Menurut Ida, sebagian uang memang telah dikembalikan. Namun, ia mengklaim masih ada kewajiban yang belum dipenuhi.
“Saya hanya meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah terjadi kepada saya. Sampai sekarang saya merasa tidak mendapatkan itikad baik maupun kejelasan dari Andra Soni,” ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari Andra Soni terkait tuduhan yang disampaikan Ida Farida. Redaksi masih berupaya menghubungi yang bersangkutan untuk memperoleh konfirmasi dan akan memperbarui pemberitaan apabila terdapat penjelasan atau tanggapan resmi
Penulis : Ari
Editor : Redaktur






