GMNI Tangsel Kecam Arogansi Brimob, Tuntut Copot Kapolri

| PENAMARA . ID

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan, Bung Kriston HS (kiri), Wakabid Organisasi, Bung Fridolin Totononu (tengah), Wakabid Agitasi dan Propaganda, Bung Sadam Fikri (kanan) dalam persiapan aksi menuju Mabes Polri, 29/8/2025 | Gambar : Istimewa

Ketua Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan, Bung Kriston HS (kiri), Wakabid Organisasi, Bung Fridolin Totononu (tengah), Wakabid Agitasi dan Propaganda, Bung Sadam Fikri (kanan) dalam persiapan aksi menuju Mabes Polri, 29/8/2025 | Gambar : Istimewa

PENAMARA.id — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kota Tangerang Selatan menindaklanjuti tragedi tragis atas tindakan brutal seorang oknum anggota brimob yang sengaja melindas pengemudi Ojek Online pada Hari Kamis 28/08/2025 dengan mengecam arogansi brimob yang terjadi sehingga patut dirasa untuk menuntut pencopotan jabatan kepada Kapolri aktif hari ini, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Ketua GMNI cabang Kota Tangerang Selatan, Kriston Haluya Situmorang menilai hal tersebut menjadi suatu momentum yang menyakitkan, disaat rakyat mengaspirasikan suaranya justru hal tersebut menjadi bentuk ancaman bagi pemerintah. Akibat yang ditimbulkan dari itu, muncul satu tindakan arogansi yang menyebabkan kematian seorang driver ojek online. Seharusnya aparat mampu menjalankan tugasnya secara humanis dan profesionalitas sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Didasari atas kejadian meninggal nya driver ojek online beberapa waktu lalu, GMNI Kota Tangerang Selatan melakukan aksi unjuk rasa di Mabes Polri dengan tema besar “Kepung Mabes Polri” pada hari Jumat, 29 agustus 2025. Adapun aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam masyarakat Indonesia atas ketidakprofesionalan kinerja kepolisian yang sangat jauh dari sifat-sifat humanis. Hal ini secara jelas memperlihatkan bahwa instansi Kepolisian dalam melaksanakan tugasnya sangat amat mencederai Demokrasi dan juga Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang sangat amat dengan jelas telah mengatur tentang tugas pokok dan fungsi Kepolisian sebagai pelindung serta pelayanan terhadap masyarakat.

Peristiwa ini menjadi persoalan serius terhadap bangsa dan negara kita, sebab hari ini sudah sangat terlihat dengan jelas dan nyata bahwa Demokrasi kita sudah dikangkangi sedemikian rupa. Hak kita untuk mengeluarkan aspirasi sudah di batasi dan tak lagi dilindungi. Maka, dengan ini GMNI Kota Tangerang Selatan memiliki beberapa tuntuan yang kami bawa diantaranya :

1. Copot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karna sudah tidak mampu menjadi seorang pemimpin tertinggi Kepolisian yang sudah dibuktikan dengan rentetan peristiwa yang terjadi selama ini sehingga tidak mampu untuk membimbing dan mengarahkan anggotanya
2. Segera tangkap dan hukum seberat-beratnya pelaku yang melindas driver ojek online pada 28/8/2025
3. Lakukan segera reformasi birokrasi di tubuh polri yang transparan
4. Menuntut Polri untuk bekerja secara profesional dan humanis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku

Aksi ini merupakan awal dari aksi yang lebih besar, ini adalah pantikan api semangat Demokrasi dan perjuangan Revolusi yang menuntut untuk dicopotnya Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.


Jangan lupa baca ini juga: Tragedi Rantis Lindas Driver Ojol: GMNI Desak Evaluasi Total Pembinaan Personel Brimob dan Polri

 

Penulis : Sadam Fiqri

Editor : Agnes Monica

Berita Terkait

KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua
Purbaya Copot dari Menkeu, SEMMI Tangerang Soroti Nasib Anggaran MBG Rp240 Triliun
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat
Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno
Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo
Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:34 WIB

KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo

Senin, 8 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan

Berita Terbaru