Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kota Tangerang tahun ini benar-benar dimanfaatkan secara maksimal untuk menggerakkan roda ekonomi lokal. Bukan cuma jadi ajang seremonial, gelaran Muda Mudi Fest 2026 di Lapangan Ahmad Yani (Alun-Alun Kota Tangerang) sukses disulap menjadi lautan kreativitas sekaligus pusat perputaran cuan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) anak muda.
Diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang selama tiga hari (Rabu hingga Sabtu, 28 Oktober – 1 November 2026), festival ini berhasil menyedot sekitar 2.000 pasang mata dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, santri, hingga komunitas kreatif.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menegaskan bahwa pihaknya sengaja merancang acara ini agar tidak sekadar hura-hura atau seremoni belaka. Lebih dari itu, Muda Mudi Fest 2026 dihadirkan sebagai ruang hidup bagi anak muda untuk berkolaborasi sekaligus mendongkrak ekonomi kreatif.
“Melalui momentum Muda Mudi Fest 2026 ini, kami ingin Hari Sumpah Pemuda tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi menjadi ruang perjumpaan yang hidup bagi anak muda Kota Tangerang untuk saling berkolaborasi, menumpahkan kreativitas, dan memperkuat rasa persatuan,” ujar Kaonang kepada awak media, Rabu (28/10/2026).
“Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen mendukung program-program kepemudaan yang inklusif,edukatif, dan menghibur,” tambahnya.
Surga Jajanan & Ruang Ekspresi Tanpa Batas
Pantauan di lokasi, area festival tampak semarak dengan hadirnya puluhan stan UMKM lokal dan produk kuliner hasil karya anak muda Tangerang. Kehadiran ribuan pengunjung dalam acara gratis yang bisa diakses dengan registrasi awal ini langsung disambut antusias oleh para pedagang. Lapak-lapak produk kreatif dan kuliner tampak dipadati pembeli yang asyik menikmati rangkaian acara.
Tak cuma soal belanja dan kulineran, festival ini juga memanjakan pengunjung lewat Liga Pentas Seni. Ajang unjuk gigi ini melibatkan pelajar dari berbagai sekolah dan pondok pesantren ternama, seperti SMK Jakarta 1,SMK Teknologi Informatika YPML, Pondok Pesantren Babussalam, hingga Pondok Pesantren Alkamio.Mereka silih berganti menampilkan pertunjukan seni budaya yang memukau.
Ketua Panitia Muda Mudi Fest, Iman Maulana, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang dirancang khusus untuk mewadahi potensi besar generasi muda agar naik kelas.
“Melalui Muda-Mudi Fest ini, kami ingin menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak muda untuk tampil, berkarya, dan menunjukkan kreativitasnya. Berbagai seni dan budaya kami hadirkan agar kekayaan budaya yang kita miliki tetap terjaga dan dikenal oleh generasi penerus,” ungkap Iman.
Ia menambahkan, panggung seni dan ruang UMKM yang disatukan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat semata, melainkan sarana mempererat kebersamaan, menumbuhkan kepercayaan diri, sekaligus menggerakkan urat nadi ekonomi lokal.
Penulis : Ari Sujatmiko
Editor : Redaktur






