Capek Mikir Sendiri, Overthinking Memang Hal yang Jarang Diakui

| PENAMARA . ID

Kamis, 28 Mei 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Freepik

Gambar: Freepik

Sekarang ini, banyak banget orang yang sering bilang, “aku lagi overthinking”. Sedikit-sedikit kepikiran, hal kecil jadi besar, dan akhirnya capek sendiri. Sebenarnya wajar sih kalau kita mikir, tapi kalau sudah kebanyakan, malah bikin kita nggak tenang. Salah satu faktor penyebabnya adalah “kebanjiran informasi”.

Tiap hari buka HP, lihat media sosial, baca berita, nonton video semuanya masuk ke kepala kita — tanpa sadar — otak jadi penuh. Akhirnya, kita gampang kepikiran banyak hal, bahkan yang sebenarnya nggak penting-penting banget. Selain itu, sekarang juga banyak tekanan. Kita sering ngerasa harus berhasil, harus terlihat baik, harus nggak kalah dari orang lain.

Apalagi kalau lihat postingan orang di media sosial yang kelihatannya hidupnya “sempurna”. Dari situ, mulai deh muncul pikiran macam-macam: “kok aku gini-gini aja ya?”, “aku kurang apa sih?” Nah, dari situ overthinking mulai jalan. Overthinking juga sering muncul karena kita terlalu takut salah. Jadi sebelum ambil keputusan, kita mikir terlalu jauh.

Semua kemungkinan dipikirin, bahkan yang belum tentu terjadi. Bukannya siap, malah jadi makin bingung dan gak karuan. Ada juga yang overthinking karena terlalu sering mengingat masa lalu. Hal yang sudah lewat terus dipikirin lagi, disesali, atau dipertanyakan “coba dulu aku gini ya…”. Padahal, ya itu sudah terjadi dan nggak bisa diubah.

Dampaknya? Jelas ada. Kita jadi gampang capek, susah fokus, bahkan kadang susah tidur. Mau santai pun jadi susah karena pikiran nggak bisa diam. Lama-lama bisa bikin stres. Terus, gimana cara nguranginya? Nggak harus langsung hilang kok, pelan-pelan aja.

Coba mulai dari berhenti mikirin hal yang nggak bisa kita kontrol. Fokus ke apa yang bisa kita lakukan sekarang. Kalau pikiran mulai kemana-mana, alihin ke kegiatan lain, misalnya olahraga ringan, denger musik, atau ngobrol sama teman.

Ngurangin waktu main media sosial juga bisa bantu. Biar kita nggak terus-terusan membandingkan diri sama orang lain. Dan yang paling penting, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Nggak harus selalu sempurna. Intinya, overthinking itu manusiawi, tapi jangan sampai kebiasaan. Hidup sudah cukup rumit, jadi nggak perlu ditambah ribet sama pikiran kita sendiri. Santai sedikit, jalani saja pelan-pelan.

Artikel Lain :

Belajar Hidup dalam Kesulitan dan Kenikmatan

Menyerah Bukan Kelemahan, Tapi Keberanian yang Tak Diajarkan

Penulis : Nurhaziza

Editor : Agnes Monica

Berita Terkait

Langen Budaya Hadilangu ajak Lestarikan Budaya Tradisional dengan Tembang Dolanan
Pendidikan di Negara Lain Sudah Punya Arah, Pendidikan Indonesia Mau Mencetak Apa?
Intelektual kok Egois?
Sumbing dan Iming-imingnya
Bolehkah Dua Orang Berbeda, Berjalan ke Arah yang Sama?
Demonstran ke Rutan Salemba: Catatan Seorang Tahanan Politik
Kegagalan Bagian dari Manusia, Bukan untuk Dihindari
Secangkir Kopi, Sejuta Cerita: Membaca Kepribadian dari Cara Kita Menyeduh

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 22:17 WIB

Langen Budaya Hadilangu ajak Lestarikan Budaya Tradisional dengan Tembang Dolanan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:24 WIB

Pendidikan di Negara Lain Sudah Punya Arah, Pendidikan Indonesia Mau Mencetak Apa?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Intelektual kok Egois?

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Sumbing dan Iming-imingnya

Selasa, 13 Oktober 2026 - 06:23 WIB

Bolehkah Dua Orang Berbeda, Berjalan ke Arah yang Sama?

Berita Terbaru