Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi dalam menata wajah kota begitu serius. Pemkot menyiapkan gerobak seragam bagi 150 pedagang yang berjualan di kawasan Alun-Alun Kota Bekasi.
Penyeragaman ini menjadi bagian dari rencana penataan kawasan tersebut. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menargetkan program tersebut rampung dalam dua bulan ke depan.
Tri juga menyampaikan, setelah gerobak selesai, pedagang akan dibuatkan koperasi yang diharapkan menjadi wadah bagi pedagang untuk mengelola aktivitas usaha mereka bersama-sama.
“Setelah gerobaknya selesai, kita [Pemkot] harus buatkan koperasi dari mereka, oleh mereka, untuk mereka,” ujar Tri, Selasa (5/10).
Konsep pengelolaan sentra ekonomi kerakyatan ini bukan hal baru bagi Pemkot Bekasi. Konsep ini dipilih karena keberhasilan penataan UMKM sebelumnya di kawasan GOR dan Vida Vantargebang yang terbukti efektif mengurai kesemrawutan.
Tri mengatakan, pembentukan koperasi diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pedagang dan keluarganya.
“Harapannya mereka juga akan jadi lebih sejahtera. Ada satu kepastian, jaminan bagi pedagang yang hari ini berdagang, juga buat keluarganya,” kata Tri.
Sebelumnya, Tri Adhianto melakukan kunjungan langsung ke Alun-Alun Kota Bekasi pada Senin, 16 Februari 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat perkembangan penataan kawasan sekaligus mengevaluasi sejumlah bagian yang masih memerlukan penyempurnaan.
Dalam tinjauan berbagai fasilitas yang telah tersedia dan dimanfaatkan masyarakat. Ruang terbuka publik yang menjadi salah satu destinasi favorit warga ini dinilai telah mengalami peningkatan signifikan. Meski begitu, masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki dan ditambah agar kenyamanan pengunjung semakin optimal.
Sejumlah rencana penambahan fasilitas turut dibahas, di antaranya, pembangunan jalur push bike khusus anak-anak agar lebih aman saat bermain, penambahan kandang burung merpati sebagai sarana edukatif dan rekreatif, relokasi toilet agar lebih tertata dan mudah diakses, serta penataan area parkir supaya lebih rapi dan tidak mengganggu ketertiban umum.
Tri menegaskan bahwa alun-alun sebagai ruang terbuka publik harus terus ditingkatkan kualitasnya demi kenyamanan masyarakat dari berbagai kalangan.
Kunjungan yang lalu itu menjadi bentuk komitmen Pemkot Bekasi dalam menjaga sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik. Melalui penataan berkelanjutan, Alun-Alun Kota Bekasi diharapkan semakin representatif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh masyarakat.
Artikel Lain :
Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan
DPRD Kota Bekasi Pastikan Relokasi Pedagang ke Pasar Baru Berlangsung Manusiawi
Penulis : Gatot Wibisono
Editor : Redaktur






