Pemaknaan “Keistimewaan” Yogyakarta Berbasis Sinergi Polisi, Jaksa, dan Akademisi

| PENAMARA . ID

Kamis, 5 Juni 2025 - 23:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional membagas mengenai pembangunan generasi muda yang kritis dan partisipatif

Seminar Nasional membagas mengenai pembangunan generasi muda yang kritis dan partisipatif

Kualitas Demokrasi dan Partisipasi, kualitas Stabilitas Politik dan Keamanan serta kualitas Supremasi Hukum dan Keadilan.

Memiliki peran dan pengaruh penting, strategis dan berdampak serius dan berarti dalam Pembangunan Indonesia. Dalam konteks Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), termasuk pula dalam kerangka memaknai (pemaknaan) Keistimewaan DIY. Ekosistem dan atmosfir DIY yang berkepribadian dan berkebudayaan sosial, kuktural serta bernilai historis dan sosiologis.

Keberadaan dan kebangkitan institusi, jajaran Kepolisian mestinya harus senantiasa dan harus semakin humanis (berkemanusiaan), demokratis dan berkerakyatan. Kelembagaan dan jajaran Kejaksaan harus senantiasa memastikan dan mengukuhkan, penegakan hukum dan keadilan yang berkemanusiaan, berkeadilan dan berkerakyatan.

Penguatan pertumbuhan dan perkembangan tersebut bermakna posisi, fungsi, orientasi peran akademik dan etik moral keilmuan civitas akademika Perguruan Tinggi (Kampus). Ada Akademisi, Ilmuwan, Intelektual, Cendekiawan, Mahasiswa, Peneliti, Pimpinan Kampus (Rektorat, Dekanat, dan lain-lain), Pimpinan, Pengurus, Aktifis Mahasiswa dan Organisasi Kemahasiswaan Intra Kampus dan Ekstra Kampus, lembaga studi, penelitian, pengkajian, dan pengabdian.

Keseluruhan konstruksi, substansi, dan narasi mengenai atmosfir Pembangunan dan Pemajuan DIY dan Kawasan.

Merupakan intisari dari pertemuan Firman Jaya Daeli bersama dengan Pimpinan Kepolisian, Pimpinan Kejaksaan, Pimpinan Kampus atau Perguruan Tinggi, dan Pimpinan Mahasiswa (Organisasi Intra dan Ektra Kampus, di Yogyakarta, DIY. (4/6)

Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Irjen Pol. Anggoro Sukartono menerima kunjungan kegiatan Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli di ruang kerja Kapolda, kantor Polda, di Sleman, DIY.

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono bertemu dengan Firman Jaya Daeli mantan Tim Perumus UU Kepolisian dan Komisi Politik & Hukum DPR-RI.

Ia mendiskusikan sejumlah hal dengan semangat keakraban dan persahabatan. Berkaitan dengan posisi, fungsi, tugas, tanggungjawab dan kewenangan lembaga Bhayangkara (Kepolisian) dalam konteks dan dalam kerangka Pembangunan DIY dan Kawasan.

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono adalah Perwira Tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994. Pernah menjadi Kepala Biro Perawatan Profesi (Karo Watprof) Divisi Propam Mabes Polri dengan posisi Jabatan jenderal bintang satu, menjadi Karo Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Mabes Polri, kini menjadi Kapolda DIY dengan jabatan jenderal bintang dua.

Firman Jaya Daeli dengan Kepala Kejaksaan tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta Riyono Budisantoso bertemu di ruang kerja Kajati. Diskusi tersebut membahas Kejaksaan, Kewilayahan kawasan DIY dan Indonesia sebagai agenda kebijakan strategis untuk dibangun dan dimajukan.

Kajati DIY Riyono Budisantoso kunjungi Firman Jaya Daeli yang merupaka mantan Tim Perumus UU Kejaksaan dan Komisi Politik & Hukum DPR-RI.

Sembari berdialog, berdiskusi secara santai dalam suasana akrab dan bersahabat, ia mulai membahas mengenai posisi, fungsi, dan peran intitusi Adhyaksa (Kejaksaan) dan Pembangunan DIY dan Kawasan secara mendasar dan menyeluruh.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli yang  pernah menjadi Dosen Tamu di Sespimmen dan Sespimti Lemdiklat POLRI, Sesko TNI AL serta Sesko TNI AU, diundang menjadi Pembicara yang menyampaikan perspektif dan kerangka pemikiran dalam sebuah kegiatan Seminar Nasional.

Firman Jaya Daeli menjadi salah seorang Pembicara Seminar Nasional bertemakan Demokrasi dan Transparansi : Generasi Muda Kritis dan Partisipatif. Seminar Nasional diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Gen Z Institute, pada awal Juni 2025, di Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjana) dibawah kepemimpinan. Rektor Prof. Dr. Triana Hertiani, S.Si., M.Si.

Para Pembicara Seminar Nasional : (1). Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia Firman Jaya Daeli (mantan Anggota DPR-RI dan Anggota MPR-RI) ; (2). Wakil Ketua DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Umaruddin Masdar ; (2). Mantan Presiden Mahasiswa atau Ketua BEM UGM Gielbran Muhammad Noor.

Artikel Lain :

Belajar Pancasila Lewat Tawa Anak-Anak: Cerita Pengabdian Mahasiswa UBSI di Karawaci Baru

BNN Kota Tangerang Bersama Rocket Rockers Kampanyekan Cegah Narkoba Melalui Musik

Menyalakan Cahaya Literasi di Kampung Bekelir: KNPI Kota Tangerang Donasi 300 Buku Bacaan Anak

Penulis : April Julianus Daeli

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR
Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas
Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day
Reshuffle kabinet, Prabowo Lantik 6 Pejabat di Istana Negara
Sewa Jet Rp90 Miliar Disorot, GMNI Resmi Laporkan KPU ke Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan

Kamis, 30 April 2026 - 18:14 WIB

KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Kamis, 30 April 2026 - 17:57 WIB

May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR

Kamis, 30 April 2026 - 17:38 WIB

Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas

Berita Terbaru

Daerah

Mahasiswa UNIS Turut Semarakkan Hari Pancasila

Selasa, 2 Jun 2026 - 02:50 WIB