Laporan Kasus Pengeroyokan Karyawan MyRobin Mandek Sebulan di Polsek Teluknaga

| PENAMARA . ID

Jumat, 20 Desember 2024 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pengeroyokan

Ilustrasi Pengeroyokan

PENAMARA.ID | Kabupaten Tangerang – Kasus pengeroyokan dialami oleh dua orang karyawan dari perusahaan outsourcing My.Robin, perusahaan jasa dibawah naungan Shopee.

Kasus yang dilaporkan pada 11 November 2024, hingga saat ini tidak ada kejelasan penanganan oleh Polsek Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Keluarga Korban pun ragu kasus ini akan mendapatkan keadilan.

Dalam laporan tersebut disertakan bukti-bukti termasuk visum atas luka-luka yang diderita para korban. Menurut cerita dari Leman, kakak salah satu korban, mereka dipaksa mengakui apa yang tidak dilakukan.

“Ditanggal 8 November (2024), adik saya MS dan temannya A (nama disamarkan), dituduh menaikan harga seragam karyawan, padahal yang dijual sudah sesuai dengan harga yang ditetapkan,” kata Leman, kakak korban berinisial MS, saat diwawancarai via telpon, pada Jumat (20/12/2024).

“Kemudian mereka berdua diintrogasi oleh sekelompok orang yang juga sesama karyawan di perusahaan MyRobin, kejadiannya di gudang penampungan barang Shopee yang dikelola MyRobin, di Pergudangan Kosambi Permai, Kabupaten Tangerang,” lanjut Leman.

Dari kesaksian korban berinisial A, mereka berdua ditarik dalam suatu tenda, untuk mengakui tuduhan tersebut dengan ancaman sembari dipukuli, sampai A disundut dengan bara api rokok, dan disayat bagian lulut dengan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 hingga 00.00 WIB dan berakhir setelah Leman menjemput MS. Namun, Leman baru mengetahui kejadian tersebut setelah mereka tiba di rumah, sebab MS tidak berani menceritakannya saat dijemput.

Para pengeroyok diperkirakan berjumlah tujuh orang menurut keterangan para korban. Satu dari tujuh pelaku dikatakan adalah PIC/koordinator tim kerja para korban, berinisial DK, yang merupakan dalang atas penganiayaan tersebut.

Pihak perusahaan tempat korban bekerja saat disambangi tim PENAMARA.ID (11/11/2024), menemui salah satu PIC/koordinator tim kerja lain, bernama Kalvin, ia menyatakan bahwa tidak mengetahui penganiayaan tersebut, namun mengakui ada tindakan interogasi.

Tim juga berusaha menghubungi para pelaku sebagai upaya klarifikasi, namun tidak ada satupun yang menanggapi sampai penerbitan berita ini.

“Saya harap para pelaku mendapat hukuman yang setimpal atas perbuatan tersebut, adik saya dan temannya sampai diancam dengan senjata tajam, itu tindakan yang keterlaluan,” tandas Leman.


Artikel Lain : Kapolres Tangerang Selatan Tidak Lapor LHKPN: Potret Transparansi yang Dipertanyakan

Berita Terkait

Muda Mudi Fest 2026: Panggung Kreatif Anak Muda Sekaligus Panen Cuan UMKM Tangerang!
Wali Kota Sachrudin Buka Muda Mudi Fest 2026, Ajak Pemuda Tangerang Bikin Karya
Gelorakan Sumpah Pemuda, Ribuan Warga Padati Tangerang Colour Night Run
Satpol PP Akui Rencana Razia Miras di Cibodas Bocor, Barang Keburu Bergeser
Integritas Pers di Era Digital: FORWAT Kukuhkan Pengurus Periode 2026–2029
GAMKI Kota Tangerang Dilantik, Pemuda Kristen Diajak Terlibat dalam Pembangunan Kota
Mau Bayar Pajak Kendaraan di Kota Tangerang? Cek Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling
HUT ke-394 Kab Tangerang: PERUMDAM TKR Guyur 1 Juta Liter Air & Sikat Aduan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 05:37 WIB

Muda Mudi Fest 2026: Panggung Kreatif Anak Muda Sekaligus Panen Cuan UMKM Tangerang!

Minggu, 1 November 2026 - 05:24 WIB

Wali Kota Sachrudin Buka Muda Mudi Fest 2026, Ajak Pemuda Tangerang Bikin Karya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Gelorakan Sumpah Pemuda, Ribuan Warga Padati Tangerang Colour Night Run

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Satpol PP Akui Rencana Razia Miras di Cibodas Bocor, Barang Keburu Bergeser

Senin, 26 Oktober 2026 - 00:14 WIB

Integritas Pers di Era Digital: FORWAT Kukuhkan Pengurus Periode 2026–2029

Berita Terbaru