GMNI Tangsel Menilai Kesejahteraan Buruh adalah Keutamaan yang Mendesak

| PENAMARA . ID

Rabu, 30 April 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan | Foto: Arsip Penulis

Pengurus Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan | Foto: Arsip Penulis

Dalam momentum Hari Buruh 1 Mei, GMNI Kota Tangsel menilai kesejahteraan buruh adalah keutamaan yang mendesak untuk segera diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. GMNI Kota Tangsel cukup menyoroti beberapa persoalan buruh yang ada di indonesia, salah satu nya adalah kesejahteraan buruh yang selalu menjadi keutamaan mendesak. Hari demi hari hak-hak buruh kian memperhatikan, sehingga GMNI Kota Tangsel menilai bahwa kesejahteraan buruh adalah keutamaan yang mendesak, maka jaminan terhadap hak hidup para buruh sangat tergantung pada kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran. Pentingnya perhatian pemerintah dalam memperhatikan kesejahteraan buruh menjadi catatan penting dalam menyambung Hari Buruh. GMNI Kota Tangsel menilai bahwa pemerintah harus segera memperbaiki lapangan pekerjaan yang minim, menaikan gaji buruh sesuai regional yang ada, fokus pada pembentukan Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) serta disahkannya RUU Ketenagakerjaan untuk menjamin buruh-buruh di seluruh Indonesia.

Setelah sekian banyak kasus Perusahaan Pailit dan berdampak pada ribuan buruh pekerja di indonesia ini akan menjadi pukulan berat bagi perputaran Ekonomi Negara. Mulai dari PT. Sritek, PT. Tokai, dll seharusnya Negara segera karna hal ini akan menjadi bola salju dikemudian hari jika Pemerintah tidak gerak cepat dalam membuka lapangan pekerjaan di indonesia.

May Day ini menjadi Refleksi bagi para pekerja di seluruh dunia. Dalam Kajian Strategis yang kami lakukan di internal Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan pada Kamis (30/04/2025) di Sekretariat DPC GMNI Kota Tangerang Selatan, kami melihat bahwa masyarakat pada lapisan buruh memiliki kekuatan besar dalam membangun dunia. Dunia yang kita tempati dengan segala kemajuannya adalah hasil tangan dari kaum buruh. Dengan dasar kontribusi besar kaum buruh dalam membangun bangsa dan dunia, sudah seharusnya hak-hak buruh menjadi prioritas utama dalam kehidupnya.

Dengan dasar tersebut GMNI Kota Tangsel juga mengajak kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk bersama-sama menjaga stabilitas, kondusifitas dan ketertiban dalam bermasyarakat demi terciptanya iklim investasi yang sehat, sehingga dapat menarik kepercayaan para inventor berinvestasi di indonesia dan membuka banyak lapangan pekerjaan untuk rakyat.

Sekian tuntutan yang kami sampaikan, tetap jaga kondusifitas dalam momentum hari buruh nasional.


Artikel Lain: Digitalisasi Instrumen Kontrol Baru Kapitalis Global?

Penulis : Sadam Fiqri

Editor : Redaktur

Berita Terkait

100 Remaja Masjid Kota Tangerang Digembleng Jadi Pemimpin Muda Lewat Masjid Camp
Bendera 400 Meter Menjadi Penanda: Nilai Gotong Royong Masih Hidup di Kota Tangerang
CGMT Kecam Mutasi 102 Pejabat Pemkot Tangerang Yang Sarat Kompromi Elite
GMNI Pertanyakan Dasar Pengeluaran Siswa SMAN 14, Minta Dindik Banten Bertindak
Komite SMAN 14 Tangerang Siap Mediasi Ulang Kasus Siswa, Akui Tak Pernah Dilibatkan
Siswa SMAN 14 Mengaku Diminta Mengakui Tuduhan sebagai Ketua Gengster
Pengeluaran Siswa SMAN 14 Tangerang Berpijak pada Tata Tertib, Dasarnya Dipersoalkan
MTQ Kota Tangerang Bikin Pedagang Ketiban Rezeki, Omzet UMKM di Ciledug Melonjak Tajam

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:50 WIB

100 Remaja Masjid Kota Tangerang Digembleng Jadi Pemimpin Muda Lewat Masjid Camp

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:43 WIB

Bendera 400 Meter Menjadi Penanda: Nilai Gotong Royong Masih Hidup di Kota Tangerang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:44 WIB

CGMT Kecam Mutasi 102 Pejabat Pemkot Tangerang Yang Sarat Kompromi Elite

Minggu, 2 Agustus 2026 - 20:36 WIB

GMNI Pertanyakan Dasar Pengeluaran Siswa SMAN 14, Minta Dindik Banten Bertindak

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:54 WIB

Komite SMAN 14 Tangerang Siap Mediasi Ulang Kasus Siswa, Akui Tak Pernah Dilibatkan

Berita Terbaru