Dialektika Jeli dan Jelita

| PENAMARA . ID

Jumat, 3 Januari 2025 - 04:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi oleh Nazwar

Ilustrasi oleh Nazwar

Oleh: Nazwar
Penulis Lepas Lintas Jogja – Sumatera

PENAMARA.ID – Jeli lahir dari dialektika dengan Jelita begitupun sebaliknya. Sesuai namanya Jeli untuk jeli, kecermatan dan ketetapan dalam ketajamannya merupakan kesatuan – sehingga menjadikan ia jeli. Namun bukan jeli jika tidak Jelita. Jelita menjadi syarat keberadaan Jeli. Lantaran keduanya berdialektika, lahirlah keduanya.

Sedikit tentang diri Jelita, keberadaannya ada ketika berdialektika dengan Jeli yang sekali lagi memiliki ketajaman. Sebagai contoh, melihat realita sebagai persoalan, dalam diskursus tersebut, si kedua mempertahankan pandangannya dengan alasan pribadi dan rasionalitas serta fakta. Si pertama yang kemudian menyanggah, menjadi terbantahkan begitu saja. Itulah jelita yang menjadi terkalahkan.

Pada suatu ketika, Jeli melempar suatu persoalan politik yang disayangkan terjadi. Janji seorang pemimpin, kalah tidak salah, dianggapnya menyalahi aturan yang tidak sesuai dalam pelaksanaan. Masyarakat yang “menjalankan” roda pemerintahan, terkhusus baginya sebagai abdi negara kala itu merasa disusahkan dengan suatu kebijakan tentang pendidikan.

Merasa tepat ewaktunya dan sudah lama Jelita ingin menumpahkan pandangannya yang tersimpan dalam suatu wadah disebut istilah “status quo” kepada pandangan tersebut. Ketepatan menjawab justru menjadikan Jeli bersih seketika, dan otomatis Jelita juga demikian adanya. Berikut bayangan singkat diskursus dalam suatu forum.

“Pembuat kebijakan sebaliknya mampu berbuat adil terhadap semua pihak, sebab pelaksana aturan juga manusia,” ungkapnya.
“Keadilan bisa disadari jika saja tidak terjebak pada kenyamanan,” ungkap Jelita masih menahan.

Kemudian Jelih meraih bejana yang diusung dan menyimkannya hingga kosong melompong dari isinya. “Terjebak bisa dihindari bagi yang siapa saja bisa jeli!” Kalau tidak salah, namun bisa juga ungkapan ini sebab obrolan tersebut terlampau lama. “Tidak ada yang terjebak bagi yang mampu melihat secara jeli.”

Ya, tentu benar bagi si Jeli, namun tidak berarti juga menjadikan Jelita semata salah meski keduanya sedang dalam suatu dialektika. Lantaran Jelita tidak membawa masalah tetapi Jeli justru memperlihatkannya. Menjadi Jeli dan Jelita dalam dialektika pada persoalan ini, tidak dengan main-main dalam suatu ketidakjelasan. Ketajaman keduanya terbukti memperjelas suatu format atau kaidah dalam perpolitikan tersebut.


Artikel Lain : Polemik Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia

Penulis : Nazwar

Editor : Devis Mamesah

Berita Terkait

Dialektika Perlawanan Anak Muda dalam Sejarah dan Filsafat
Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru
Kita Pandai Menghitung Keuntungan, tapi Lupa Menghitung Harga Kerusakan Alam
Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya
300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar
Ekofeminisme dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keadilan Ekologis Indonesia
Green Ribbon dan Perjuangan Merebut Kembali Agenda Ekologis
Tokoh NU Makin Berjaya — Warga Nahdliyin Tetap di Sana

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 02:14 WIB

Dialektika Perlawanan Anak Muda dalam Sejarah dan Filsafat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 00:08 WIB

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Rabu, 2 September 2026 - 21:38 WIB

Kita Pandai Menghitung Keuntungan, tapi Lupa Menghitung Harga Kerusakan Alam

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:31 WIB

Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:56 WIB

300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar

Berita Terbaru

Ilustrasi: Banten72.com

Opini

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:08 WIB

Ilustrasi: Joko Widodo menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto, disaksikan Presiden Indonesia terdahulu | Gambar: Dekade08

Editorial

Tebak-Menebak Hubungan Prabowo-Jokowi

Rabu, 30 Sep 2026 - 00:22 WIB