Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno

| PENAMARA . ID

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PENAMARA / Ari Sujatmiko

Foto: PENAMARA / Ari Sujatmiko

Fraksi PDI Perjuangan MPR RI bersama Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni (PA) GMNI menggelar Lokakarya Kebangsaan bertajuk “Kemerdekaan, Kedaulatan dan Masa Depan Indonesia: Menimba Api Pemikiran Bung Karno untuk Menjawab Tantangan Zaman” di Mahogany Ballroom Aryaduta Karawaci, Kabupaten Tangerang, Rabu (19/8/2026).

Lokakarya tersebut menjadi ruang untuk membahas kembali pemikiran Bung Karno sekaligus mengaitkannya dengan persoalan bangsa dan tantangan politik pada masa kini.

Sejumlah tokoh hadir sebagai pembicara, di antaranya mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Prof. Arief Hidayat, anggota DPR RI Abidin Fikri, dan anggota DPR RI Andreas Hugo Firera.

Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto atau yang akrab disapa Bambang Pacul mengatakan kegiatan tersebut merupakan momentum untuk mengolah pemikiran, khususnya bagi kader dan alumni GMNI.

“Saya diundang sebagai wakil ketua MPR RI oleh Fraksi PDI Perjuangan. Hari ini sedang melakukan lokakarya tentang pemikiran Bung Karno. Hari ini adalah hari olah pikir,” kata Bambang Pacul

Menurut dia, salah satu warisan penting Bung Karno yang masih relevan digunakan untuk membaca persoalan bangsa adalah metode berpikir atau denkmethod.

Bambang Pacul menyebut terdapat dua metode berpikir yang dipelajari dari pemikiran Bung Karno, yakni dialectical materialism dan historical materialism. Kedua pendekatan tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk membaca kondisi sosial, termasuk dalam memahami dinamika elektoral.

“Saya menganalisis sosial dengan dua ini. Karena saya mempelajari elektoral, ini penting. Nah, pakai itu pikiran Bung Karno. Ini perintah, saya pelajari sampai tuntas,” ujarnya.

Bambang Pacul juga mengingatkan kader GMNI agar tidak menjadikan kepentingan pribadi sebagai ukuran utama dalam menjalankan aktivitas organisasi maupun pengabdian.

Ia menyoroti kecenderungan sebagian orang yang selalu mempertanyakan keuntungan atau manfaat pribadi dari setiap aktivitas.

“Pertanyaannya selalu tunggal, ‘Manfaate opo?’ Kalau kamu ikut arus yang kayak begitu, ‘manfaate opo’, kamu jangan ikut GMNI. Karena Bung Karno mengajarkan bukan seperti itu,” katanya.

Menurut Bambang Pacul , pemikiran Bung Karno justru menempatkan pengabdian kepada bangsa dan negara sebagai bagian penting dalam kehidupan.

Ia menilai semangat tersebut perlu tetap dijaga oleh kader GMNI dan alumni GMNI di tengah perubahan zaman.

“Bung Karno mengajarkan bagaimana kita berbakti kepada nusa dan bangsa. Dalam pengabdian itulah hidupnya merasa manfaat,” ujar Bambang Pacul.

Ia juga menekankan pentingnya sikap cerdik dalam membaca situasi di lapangan. Menurutnya, penggunaan metode berpikir Bung Karno tidak cukup jika tidak disertai kemampuan menerapkannya sesuai konteks zaman.

Dalam lokakarya tersebut, Bambang Pacul berharap peserta tidak sekadar menganggap pemikiran Bung Karno sebagai gagasan masa lalu yang tidak lagi relevan.

Sebaliknya, gagasan besar tersebut perlu dipelajari, diendapkan, kemudian disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat saat ini.

“Jangan ngomong, ‘Wah ora cocok karo zamane iki.’ Ya itu Tugasmu, pikiran besar itu nanti diendapkan kemudian dicocokkan dengan denkmethod dan state of mind. Hidup hari ini tekniknya bagaimana? Begitu,” kata dia.

Bambang Pacul mengatakan semangat sosialisme dan gotong royong yang menjadi bagian dari pemikiran Bung Karno juga perlu diterjemahkan dalam praktik kehidupan politik dan kebangsaan hari ini.

Lokakarya tersebut diharapkan menjadi ruang pertukaran gagasan bagi kader GMNi serta alumni GMNI untuk memahami kembali pemikiran Bung Karno dan mencari relevansinya dalam menjawab persoalan Indonesia saat ini.

Artikel Lain :

Kesbangpol Satukan 91 Organisasi dalam Forum Kebangsaan Kota Tangerang

Tak Ada Hari Libur bagi Penjaga Cisadane, Saat Warga Merayakan Kemerdekaan RI

 

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Bongkar Kasta di Balik Jeruji, HMI BADKO Jabodetabeka-Banten: Pengawasan Lapas Gagal Total
KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua
Purbaya Copot dari Menkeu, SEMMI Tangerang Soroti Nasib Anggaran MBG Rp240 Triliun
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat
Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo
Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:42 WIB

Bongkar Kasta di Balik Jeruji, HMI BADKO Jabodetabeka-Banten: Pengawasan Lapas Gagal Total

Selasa, 15 September 2026 - 17:34 WIB

KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua

Senin, 14 September 2026 - 22:15 WIB

Purbaya Copot dari Menkeu, SEMMI Tangerang Soroti Nasib Anggaran MBG Rp240 Triliun

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno

Berita Terbaru

Ilustrasi: Banten72.com

Opini

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:08 WIB

Ilustrasi: Joko Widodo menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto, disaksikan Presiden Indonesia terdahulu | Gambar: Dekade08

Editorial

Tebak-Menebak Hubungan Prabowo-Jokowi

Rabu, 30 Sep 2026 - 00:22 WIB