Hari Buruh di Kota Industri, Mahasiswa Tangerang Khawatirkan Masa Depan Pekerja

| PENAMARA . ID

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Topan Bagaskara/PENAMARA

Gambar: Topan Bagaskara/PENAMARA

Hari Buruh tidak hanya momentum bagi pekerja, peringatan tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa untuk menyuarakan persoalan yang menyangkut masa depan mereka pasca perkuliahan.

Meski hanya puluhan saja, mahasiswa di Kota Tangerang — kota sejuta industri — mereka gelar aksi sebagai bentuk solidaritas dengan pekerja juga sebagai penyadaran terhadap masyarakat terkait macam-macam isu.

Massa aksi tergabung dalam Poros Baru Tangerang terdiri atas berbagai unsur organisasi, dari SEMMI Tangerang, FAM Tangerang, LMND Banten, Tangerang Book Party, BEM PTNU Banten, PII Tangerang, serta SAPMA PP Kota Tangerang.

Humas Aksi, Aditya Nugraha menegaskan bahwa aksi tersebut untuk menuntut hak para pekerja untuk mendapatkan penghidupan yang layak, sejahtera, dan jaminan yang stabil.

“kami menilai bahwa aturan yang ada saat ini masih belum berpihak pada rakyat kecil [pekerja] atau justru memperlebar kesenjangan sosial,” ungkap Aditya.

Sebagai generasi muda, Aditya menyampaikan kekhawatiran akan masa depan, dari lapangan kerja yang sedikit sampai biaya pendidikan yang terus melonjak. Padahal ini salah satu akar fundamental nasib sebuah bangsa.

“Bisa jadi menjadi lost generation [generasi yang hilang] tenaga kerja muda, di mana banyak dari mereka terjebak dalam ‘penggangguran’.” lanjut Aditya.

Dia juga menyoroti ratifikasi Konvensi ILO Nomor 190 (C190) yang menjadi langkah strategis untuk menciptakan dunia kerja yang aman dan bermartabat.

Komnas Perempuan pada tahun 2024 “telah mencatat sebanyak 17.305 terjadi kekerasan seksual di dunia kerja Indonesia, ini bersifat sistemik dan berbasis gender,” terang Aditya. Survei ILO tahun 2022 juga mencatat 70.81% responden mengalami pelecehan.

Dapat dinilai ratifikasi akan memperkuat kerangka hukum di Indonesia dalam menangani kasus kekerasan seksual di tempat kerja dan memberikan standar yang tegas bagi perusahaan agar lebih agresif melawan kekerasan seksual.

Lebih lanjut, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai sangat tidak efektif, dapat dilihat secara nyata dari rentetan keracunan makanan sepanjang 2025. Tangerang sendiri belum lama terjadi keracunan.

Dengan banyaknya kasus keracunan hingga anggaran porsi yang tidak mendorong kualitas gizi. Massa aksi menilai program ini gagal memenuhi hak anak atas pangan yang aman.

Sebagai penutup Aditya menyampaikan “Poros Baru Tangerang menyerukan untuk sekolah di Kota Tangerang berhak untuk menolak MBG demi kesehatan siswa.”

Terangkum ada 5 isu dalam tuntutan mereka, dari pengawasan tenaga kerja serta menindak tegas perusahaan yang melanggar, menyusun penanggulangan PHK dan penggangguran, mengkonversi ILO 190, sampai penolakan terhadap MBG.

Artikel Lain :

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

May Day; Sebuah Gerakan Mengungkap Pertentangan Kelas

Maximum Movement May

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

UPTD PPA Tangerang Dampingi Korban Asusila Cipondoh Sejak 27 April
Pendidikan Gelap di Provinsi Banten
Guru Honorer Masih Tersisa, Disdik Kota Tangerang Sebut jadi PR Nasional
Website DPRD Lebak Diretas, Muncul Pesan “Hentikan MBG”
Gadis 17 Tahun di Tangerang jadi Korban Asusila Usai Diberi Alkohol
Tak Mau Hardiknas Jadi Seremoni, GMNI Lebak Turun ke Jalan Desak RUU Sisdiknas
Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah
Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 15:32 WIB

UPTD PPA Tangerang Dampingi Korban Asusila Cipondoh Sejak 27 April

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:58 WIB

Pendidikan Gelap di Provinsi Banten

Senin, 4 Mei 2026 - 00:31 WIB

Website DPRD Lebak Diretas, Muncul Pesan “Hentikan MBG”

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:43 WIB

Gadis 17 Tahun di Tangerang jadi Korban Asusila Usai Diberi Alkohol

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:30 WIB

Tak Mau Hardiknas Jadi Seremoni, GMNI Lebak Turun ke Jalan Desak RUU Sisdiknas

Berita Terbaru

Ilustrasi : JagatSatwaNusantara.id

Opini

Berburu Ikan Sapu-Sapu Tidak Selamatkan Sungai Jakarta

Selasa, 5 Mei 2026 - 16:49 WIB

Aksi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Cabang Serang, 4 Mei 2026

Banten

Pendidikan Gelap di Provinsi Banten

Selasa, 5 Mei 2026 - 00:58 WIB