Hadiri Kongres XXII GMNI di Bandung, Ini Pesan Kepala Dispora Kota Tangerang untuk Kader Marhaenis

| PENAMARA . ID

Rabu, 16 Juli 2025 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kongres XXII Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang digelar di Gedung Merdeka, Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi panggung penting bagi konsolidasi ideologi dan arah organisasi GMNI secara nasional. Tak hanya dihadiri oleh kader-kader dari seluruh Indonesia, sejumlah tokoh penting juga turut memberikan dukungan, termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, yang hadir secara langsung pada pembukaan kongres, Selasa (15/07/2025).

Kaonang yang juga merupakan mantan Ketua dan Pengurus GMNI Cabang Kota Tangerang ini menyampaikan alasan kehadirannya di Kongres GMNI ke-22. Ia menilai forum kongres adalah hal yang fundamental dalam dinamika organisasi.

“Saya memenuhi undangan kongres ke-22 GMNI ini yang diselenggarakan di tempat bersejarah, Gedung Merdeka — tempat di mana founding father kita menginisiasi Konferensi Asia Afrika. Ini keren sekali,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Penamara.id

“Organisasi itu harus ada tahapannya. Salah satunya adalah kongres. Tidak bisa sebuah organisasi berjalan tanpa itu. Maka, saya hadir untuk memberi dukungan agar kader-kader GMNI terus menjadi pemikir pejuang dan pejuang pemikir yang keren,” sambung Kaonang.

Ia menegaskan bahwa dinamika dalam organisasi adalah hal yang lumrah dan harus disikapi dengan bijak. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi bukanlah ancaman, melainkan kekayaan yang harus dikelola dalam bingkai ideologi dan konstitusi organisasi.

“Dinamika itu biasa dalam organisasi. Kalau tidak ada dinamika, berarti organisasinya ‘bobo’. Perbedaan cara pandang itu sah-sah saja, tapi kita semua punya fondasi yang sama, yakni ideologi Marhaen. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) menjadi pedoman utama agar organisasi tetap berjalan baik,” katanya.

Kaonang juga memberikan penekanan pada pentingnya menjaga semangat persatuan di tengah perbedaan sikap dalam tubuh GMNI.

“Semua sahabat di luar sana tetap punya ideologi Marhaen. Hanya cara pandang dan cara bertindaknya mungkin berbeda dalam menyikapi organisasi. Persatuan harus terus digagas dan diupayakan, karena hanya dengan persatuan kita bisa menjadi kuat,” ujarnya.

Saat ditanya harapannya terhadap GMNI, khususnya GMNI Cabang Kota Tangerang, Kaonang mendorong agar kader-kader muda mampu menjelmakan nilai-nilai Marhaenisme dalam tindakan nyata.

“GMNI harus mampu menjadi Marhaenis-Marhaenis yang luar biasa. Bukan sekadar menjadikan Marhaen sebagai cita-cita, tapi menjelma menjadi Marhaenis sejati,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP GMNI, Imanuel Cahyadi, dalam sambutannya menegaskan bahwa Kongres XXII merupakan forum resmi dan legal yang telah mendapatkan legitimasi dari putusan Mahkamah Agung RI.

Dengan dikeluarkannya keputusan Mahkamah Agung, kita telah meluruskan arah organisasi. Hasil Kongres Ambon yang konsisten kita perjuangkan sejak awal kini mendapatkan legitimasi. Maka saya tegaskan, Kongres XXII ini adalah kongres yang sah dan legal,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran 99% cabang GMNI dari seluruh Indonesia, meskipun sempat ada upaya penghalangan terhadap sejumlah peserta.

Banyak teman-teman yang dilarang untuk hadir, dihalang-halangi. Tapi dari semua cabang yang ada, hanya satu cabang yang belum hadir. Itu artinya, 99% cabang se-Indonesia berpartisipasi dalam kongres ini,” ungkap Imanuel.

Imanuel menegaskan bahwa Kongres XXII ini bukan hanya menjadi momentum konsolidasi organisasi, tetapi juga sebagai Kongres Kedaulatan.

“Momentum ini penting untuk menyatukan kembali semangat juang GMNI secara nasional,” ujarnya.

Kongres XXII GMNI dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan, dengan agenda utama meliputi pemilihan ketua umum DPP GMNI, pembahasan program strategis organisasi, serta penguatan ideologi Marhaenisme sebagai landasan gerakan kader-kader GMNI ke depan.

Kehadiran tokoh-tokoh senior seperti Mas Soko Sudarso, Mas Totok Suryawan (putra Bung Karno dari Ibu Kartini Manopo), serta Mas Cokro, mantan Sekretaris Jenderal Presidium GMNI, turut memberikan spirit tersendiri bagi para kader yang hadir.

Dengan spirit sejarah Gedung Merdeka sebagai simbol perjuangan bangsa dan semangat Marhaenisme sebagai arah ideologis, Kongres XXII GMNI diharapkan mampu mengukuhkan GMNI sebagai gerakan mahasiswa nasional yang terus relevan dalam perjuangan rakyat Indonesia.


baca juga : Islam, Zaman, dan Tantangan Berpikir: Bung Karno Menjawab Stagnasi Umat

Berita Terkait

HMR Nilai Pembukaan Tambang di Rumpin Tanpa Kesiapan adalah Bom Waktu
Menebar Kepedulian di Bulan Ramadhan, Yayasan Ikhlas dan Himpunan Mahasiswa Rumpin Bagikan 1.000 Takjil di Rumpin Eco Park
Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya Kepung PT ANTAM yang Renggut Nyawa; Aksi Gelombang Dipastikan Lebih Besar
Himpunan Mahasiswa Rumpin Ungkap TPS Ilegal; Diduga Sampah Berasal dari Tangerang
PERMANAS Temukan Galian C Ilegal di Rumpin, Surat Desa Tidak Sah Dijadikan Dasar Operasional
DLH Bogor Gagal Wujudkan “Bogor Istimewa”; HMR Nilai Bogor Hanya Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah Ilegal
Sampah di Tepi Jalan: Cermin Rendahnya Kepedulian dan Kesadaran Masyarakat Indonesia
Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) Desak DLH Kabupaten Bogor Tindak Tegas TPS Terindikasi Limbah B3

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:48 WIB

HMR Nilai Pembukaan Tambang di Rumpin Tanpa Kesiapan adalah Bom Waktu

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:30 WIB

Menebar Kepedulian di Bulan Ramadhan, Yayasan Ikhlas dan Himpunan Mahasiswa Rumpin Bagikan 1.000 Takjil di Rumpin Eco Park

Sabtu, 7 Februari 2026 - 00:09 WIB

Gerakan Solidaritas Mahasiswa Bogor Raya Kepung PT ANTAM yang Renggut Nyawa; Aksi Gelombang Dipastikan Lebih Besar

Senin, 2 Februari 2026 - 03:27 WIB

Himpunan Mahasiswa Rumpin Ungkap TPS Ilegal; Diduga Sampah Berasal dari Tangerang

Selasa, 30 Desember 2025 - 10:15 WIB

PERMANAS Temukan Galian C Ilegal di Rumpin, Surat Desa Tidak Sah Dijadikan Dasar Operasional

Berita Terbaru

Freepik.com

Opini

Rape Culture itu Nyata dan Kita Gak Boleh Diam

Minggu, 19 Apr 2026 - 19:44 WIB