Alasan Tarif Transjabodetabek Naik, Subsidi APBD Jakarta Sudah Terlalu Besar

| PENAMARA . ID

Senin, 8 Juni 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Layanan Transjabodetabek yang sedang beroperasi | Gambar: kontan.co.id

Layanan Transjabodetabek yang sedang beroperasi | Gambar: kontan.co.id

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk melakukan penyesuaian tarif Transjabodetabek sebagai bagian dari strategi rasionalisasi keuangan daerah, menyusul tingginya beban subsidi transportasi publik yang selama ini ditanggung APBD Jakarta.

Beban Subsidi yang Tak Lagi Terbendung

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara terbuka mengakui bahwa alokasi anggaran untuk menopang mobilitas warga melintasi wilayah penyangga —meliputi Depok, Bekasi, hingga Bogor — sudah mencapai angka yang sangat besar dan tidak bisa dibiarkan terus membengkak.

Ia menegaskan bahwa kondisi ini perlu ditangani dengan jujur ​​dan segera, karena menyangkut keberlangsungan fiskal pemerintah daerah dalam jangka panjang. Subsidi yang terlampau besar penyesuaian tanpa tarif dinilai tidak sehat secara keuangan dan berpotensi mengganggu pos anggaran lainnya yang juga dibutuhkan masyarakat Jakarta.

Tarif Lama Tak Sebanding dengan Layanan

Alasan kedua yang tak kalah kuatnya adalah ketidaksesuaian tarif Rp3.500 yang selama ini berlaku dengan perkembangan layanan Transjabodetabek yang kini menjangkau rute-rute dengan jarak tempuh jauh lebih panjang. Layanan yang terus berkembang ini membutuhkan biaya operasional yang jauh lebih besar, sehingga tarif lama sudah tidak lagi mencerminkan kenyataan di lapangan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkuat argumen ini dengan membandingkan tarif Transjabodetabek terhadap moda transportasi lain untuk rute serupa, khususnya Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta, di mana harga tiket transportasi lain seperti Damri sudah rata-rata melebihi Rp100.000. Artinya, selama ini pemerintah menanggung selisih yang sangat besar antara harga pasar dengan tarif yang dikenakan kepada penumpang.

Khusus untuk rute bus ke Bandara Soekarno-Hatta, dorongan untuk menaikkan tarif juga diperkuat dengan berakhirnya masa uji coba tarif murah selama tiga bulan yang sebelumnya sengaja diberlakukan sebagai periode perkenalan layanan. Dengan berakhirnya fase percobaan tersebut, penetapan tarif yang lebih realistis menjadi langkah yang tidak dapat ditunda lagi.

Kenaikan Tetap Perhatikan Daya Beli Warga

Meski kenaikan tarif sudah menjadi keputusan yang pasti, proses pemerintah tidak dilakukan secara sembarangan. Pemprov DKI menegaskan bahwa kemampuan ekonomi masyarakat tetap menjadi pertimbangan utama dalam menentukan besaran tarif baru, mengingat Transjabodetabek mengemban fungsi pelayanan publik yang tidak boleh mengabaikan aspek keterjangkauan.

Rano Karno sempat menyebut kisaran tarif baru berada di angka Rp10.000 hingga Rp15.000, meski keputusan final sepenuhnya ada di tangan Gubernur Pramono. Pramono sendiri belum mengkonfirmasi angka tersebut dan hanya menegaskan bahwa keputusan resmi akan diumumkan dalam waktu dekat. Yang pasti, penyesuaian tarif ini diharapkan mampu menyeimbangkan layanan transportasi publik dengan kemampuan membayar masyarakat yang beragam.

Artikel Lain :

UMKM Kena Aturan Baru, CV dan PT Tak Lagi Bisa Nikmati Pajak Final 0,5 Persen

Perwal Wawasan Kebangsaan Didorong Segera Terbit, Wali Kota Tangerang Nyatakan Kesiapan

 

Penulis : Gatot Wibisono

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Peran FKDM Perkuat Kewaspadaan Wilayah Jelang Mudik
Ketika Putusan Pengadilan tak Lagi Berkepastian Hukum; Wujud Diamnya Negara Lewat OJK
GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.
FKPPAI Jakarta Timur dan DPP GJPI Resmikan Posko Bantuan Bencana di Hari Pahlawan : Gerakan Nyata Pemuda untuk Kemanusiaan dan Alam.
Forum Komunikasi Pemuda Pecinta Alam Indonesia Resmi Bentuk Pengurus Wilayah Jakarta Timur Masa Bhakti 2025–2028.
Menwa Jayakarta Apresiasi Sikap Positif Gubernur Jakarta dalam Menyikapi Pengurangan DBH dan Isu Mengendapan Dana.
Desak Presiden Cabut IUP Smart Marsindo dan Tangkap Bos HSM; SEMMI Malut Datangi KPK
Efrem Elman Siarif Ndruru dan Noval Fahrizal Gunawan Terpilih Sebagai Ketua Cabang GMNI Jakarta Timur Periode 2025-2027.

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 15:04 WIB

Alasan Tarif Transjabodetabek Naik, Subsidi APBD Jakarta Sudah Terlalu Besar

Rabu, 18 Maret 2026 - 00:43 WIB

Peran FKDM Perkuat Kewaspadaan Wilayah Jelang Mudik

Kamis, 25 Desember 2025 - 00:34 WIB

Ketika Putusan Pengadilan tak Lagi Berkepastian Hukum; Wujud Diamnya Negara Lewat OJK

Sabtu, 29 November 2025 - 16:00 WIB

GMNI Jakarta Timur Audiensi dengan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur, Bahas Dugaan Pengadaan Korupsi Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum.

Jumat, 14 November 2025 - 17:39 WIB

FKPPAI Jakarta Timur dan DPP GJPI Resmikan Posko Bantuan Bencana di Hari Pahlawan : Gerakan Nyata Pemuda untuk Kemanusiaan dan Alam.

Berita Terbaru