Sewa Jet Rp90 Miliar Disorot, GMNI Resmi Laporkan KPU ke Kejaksaan Agung

| PENAMARA . ID

Jumat, 24 April 2026 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan penyimpangan anggaran dalam tubuh penyelenggara pemilu kembali mencuat. Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI), Jumat (24/4/2026), resmi melaporkan kasus pengadaan sewa jet pribadi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Tahun Anggaran 2024 ke Kejaksaan Agung.

Laporan disampaikan langsung kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), di tengah sorotan atas belum jelasnya perkembangan penanganan perkara yang sebelumnya bergulir di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dokumen yang diserahkan memuat sejumlah temuan yang dinilai mengarah pada dugaan penyalahgunaan anggaran negara. Di antaranya, penggunaan dana Pemilu hingga Rp90 miliar untuk penyewaan jet pribadi bagi komisioner KPU.

Selain itu, penggunaan fasilitas penerbangan mewah dinilai tidak sejalan dengan ketentuan perjalanan dinas sebagaimana diatur dalam regulasi Kementerian Keuangan. Proses pengadaan pun menjadi perhatian, setelah proyek bernilai besar tersebut dimenangkan oleh perusahaan dengan kategori usaha kecil.

Aspek kebutuhan operasional juga dipersoalkan. Penggunaan jet pribadi disebut tidak berorientasi pada kepentingan distribusi logistik maupun pengawasan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sebaliknya, rute penerbangan dinilai lebih banyak mengarah ke wilayah yang tidak memiliki urgensi tinggi dalam konteks penyelenggaraan pemilu.

Temuan tersebut turut dikaitkan dengan putusan etik yang pernah dijatuhkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), yang sebelumnya menilai adanya pelanggaran dalam perilaku penyelenggara pemilu.

Wakil Ketua Umum DPP GMNI, Tulus Lumbantoruan, menegaskan bahwa persoalan ini tidak dapat dipandang sebagai pelanggaran administratif semata.

“Ini bukan sekadar dugaan pelanggaran administratif. Ada indikasi kuat praktik korupsi dalam tubuh penyelenggara pemilu. Kejaksaan Agung harus bertindak tegas dan tidak ragu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung lambannya penanganan perkara di KPK yang dinilai berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap komitmen pemberantasan korupsi.

“Ketika penegakan hukum tidak menunjukkan progres, publik akan mempertanyakan keseriusan negara. Karena itu, Kejaksaan Agung harus mengambil langkah yang transparan dan tanpa kompromi,” kata dia.

Menurutnya, dugaan penyimpangan ini tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh legitimasi demokrasi. Penggunaan anggaran negara yang tidak tepat oleh penyelenggara pemilu dinilai berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilu.

DPP GMNI menyatakan akan terus mengawal proses hukum dan mendorong pengawasan publik agar penanganan perkara berjalan terbuka. “Kasus ini harus dituntaskan secara terang. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi,” ujar Tulus.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR
Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas
Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:38 WIB

SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan

Kamis, 30 April 2026 - 18:14 WIB

KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Berita Terbaru

Boy Dowi

Opini

Logika Machiavelli Menguasai Demokrasi Indonesia

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:45 WIB