Retorika Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran; dari Janji ke Realisasi menuju Stagnasi

| PENAMARA . ID

Senin, 13 Oktober 2025 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan 2024 - 2026, Kriston Haluya Situmorang, pada acara pembukaan KTD Kota Tangerang Selatan 2024 | Gambar: Ist

Ketua Cabang GMNI Kota Tangerang Selatan 2024 - 2026, Kriston Haluya Situmorang, pada acara pembukaan KTD Kota Tangerang Selatan 2024 | Gambar: Ist

PENAMARA.id —  Satu tahun sudah pemerintahan Prabowo & Gibran berjalan sejak dilantik pada tanggal 20 Oktober 2024. Euforia politik dan narasi semata dengan “memperbaiki dan melanjutkan” warisan Jokowi menjadi benang merah kampanye mereka. Kini, publik menuntut bukti sampai sejauh mana retorika menyala berubah menjadi kinerja nyata.

Dalam perjalanannya, ternyata semua janji itu hanya menguap menjadi slogan kosong. Pemerintah tampak sibuk mempertahankan citra dan elektabilitas, bukan memperjuangkan substansi pada kesejahtaraan rakyat. Program andalan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya dijadikan simbol populisme, bukan tentang kebijakan gizi nasional yang matang.

Realisasi Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak luput dari sebuah masalah yang kini menjadi sorotan publik dengan segudang permasalahan seperti kualitas makanan yang tidak sesuai standar gizi atau bahkan tidak layak konsumsi, isu keamanan dan kehalalan pangan, serta keracunan makanan yang terjadi di beberapa daerah.

Bukan hanya Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program populis, kini “Koperasi Desa Merah Putih” juga memiliki kesamaan cara dengan dikemas melalui retorika heroik. Implementasinya dinilai lebih seremonial daripda substansi. Purworejo menjadi 1 fenomena dengan kegagalan sistem Koperasi Merah Putih yang tidak berjalan dengan adanya penolakan Kepala Desa.

Penolakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Purworejo dinilai memiliki kebijakan yang tumpang-tindih, potensi penyerobotan dana desa, dan kurangnya komunikasi. Penolakan ini dinilai terjadi karena sebagian besar terkait dengan masalah komunikasi. Ini juga turut memperlihatkan bagaimana bobroknya komunikasi birokrasi.

Prabowo datang dengan klaim “melanjutkan yang baik, memperbaiki yang kurang.” Namun dalam praktik, pemerintahan ini tidak melanjutkan dengan visi, melainkan mengulang tanpa refleksi. Hilirisasi yang diwarisi dari Jokowi tetap berjalan, tapi tanpa koreksi pada kerusakan yang ada.

Satu tahun pemerintahan ini bukan perjalanan dari janji ke realisasi, tetapi dari retorika ke ilusi. Program populis sama sekali tak menjawab akar persoalan sepert reformasi birokrasi yang tak bergerak karena arah pembangunan yang kehilangan ruh. Prabowo–Gibran seolah ingin menulis sejarah baru Indonesia, namun yang mereka hasilkan baru bab pembuka tentang stagnasi.

Dalam setahun ini, Prabowo–Gibran belum mampu membuktikan bahwa mereka membawa perubahan berarti.
Retorika besar tentang kemandirian dan kesejahteraan masih tertinggal di podium kampanye. Bila kebiasaan ini terus berlanjut, sejarah mungkin akan menilai periode mereka bukan sebagai masa kebangkitan nasional, melainkan masa kehilangan arah nasional.


Baca lagi tentang Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Alam Runtuh

 

Penulis : Kriston Haluya Situmorang

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR
Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas
Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day
Reshuffle kabinet, Prabowo Lantik 6 Pejabat di Istana Negara
Sewa Jet Rp90 Miliar Disorot, GMNI Resmi Laporkan KPU ke Kejaksaan Agung

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan

Kamis, 30 April 2026 - 18:14 WIB

KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Kamis, 30 April 2026 - 17:57 WIB

May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR

Kamis, 30 April 2026 - 17:38 WIB

Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas

Berita Terbaru

Daerah

Mahasiswa UNIS Turut Semarakkan Hari Pancasila

Selasa, 2 Jun 2026 - 02:50 WIB