Perayaan Dies Natalis GMNI ke-71 Kota Tangsel; Melawan adalah Kunci

| PENAMARA . ID

Senin, 24 Maret 2025 - 05:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus GMNI Kota Tangsel | Dokumentasi: Arsip GMNI Kota Tangsel

Pengurus GMNI Kota Tangsel | Dokumentasi: Arsip GMNI Kota Tangsel

23 Maret 1954 merupakan hari lahir Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia yang diperingati setiap tahun nya. Pada kesempatan perayaan kali ini, GMNI Kota Tangsel merayakan Dies Natalis dengan 2 (dua) agenda yaitu Orasi Kebangsaan dan juga Rapat Pimpinan Cabang. Perayaan Dies Natalis GMNI ke-71 kali ini diselenggarakan di Gedung DIKLAT dan Sekretariat PGRI Kota Tangerang Selatan yang dihadiri oleh seluruh kader GMNI Kota Tangsel.

Dalam pembukaan nya, ketua cabang GMNI Kota Tangerang Selatan, Bung Kriston Haluya Situmorang menegaskan tentang tema yang diusung yaitu “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru”. Dalam pemaknaan nya, Bung Kriston mengingatkan pentingnya penanaman moral serta etika dalam setiap kader. Ini menjadi pondasi utama sebagai seorang kader GMNI yang berjiwa ideologis yang harus selalu setia pada sumber, maka moral dan etika adalah kunci menjadi seorang kader yang baik.

Pemaknaan terhadap penajajahan gaya baru juga harus dilihat dari kacamata ekonomi politik global dengan gempuran era neo-kapitalisme yang terus berevolusi ke dalam berbagai bentuk. Ini yang harus menjadi perhatian khusus bagi seluruh kader, critical thinking kemudian turut menjadi senjata utama dalam perang melawan penjajahan gaya baru. Intisari yang dapat dipetik dari tema yang diangkat adalah bagaimana setiap kader pada akhirnya mampu untuk melawan segala bentuk penindasan, terlebih terhadap kaum Marhaen dengan moral dan critical thingking yang mendalam.

Tentunya, dalam perayaan Dies Natalis GMNI ke-71 ini, cabang GMNI Kota Tangsel dalam 2 (dua) agenda besarnya yaitu Orasi Kebangsaan dan Rapat Pimpinan Cabang membahas beberapa hal yang substansial sebagai pijakan GMNI Kota Tangsel kedepannya. Momen orasi kebangsaan yang diisi oleh setiap kader komisariat cabang Kota Tangsel diisi dengan pembacaan puisi serta orasi kebangsaan yang memukau.

Dalam penampilan orasi kebangsaan yang dibawakan oleh para kader GMNI Kota Tangsel, semua penampil memperlihatkan semangat serta tekad bagaimana merawat api perjuangan Marhaenisme. Melalui orasi kebangsaan, semua kader GMNI Kota Tangsel diingatkan akan bagaimana tetap setia dalam perjuangan ideologi serta terus membangun organisasi dalam merealisasikan ideologi politik dari GMNI itu sendiri, Marhaenisme.

Selain orasi kebangsaan, Rapat Pimpinan Cabang yang diselenggarakan merupakan agenda wajib yang tertuang dalam Buku Pedoman Organisasi GMNI yang mempunyai tujuan untuk meng-evaluasi program kerja yang sudah ditetapkan dalam Rapat Kerja dan juga sebagai forum rutin tahunan pembahasan 3 (tiga) komisi sentral, yaitu komisi Program dan Kaderisasi, Politik, dan Organisasi.

Dalam sidang komisi Program dan Kaderisasi, tugas utamanya adalah mengevaluasi serta merumuskan Kembali program umum organisasi dan membahas mengenai perkembangan kualitas dan kuantitas kader. Sidang komisi organisasi membahas tentang bagaimana pengembangan organisasi, mekanisme/pola hubungan DPC dan DPK secara administrasi. Sidang komisi yang terakhir, politik, membahas tentang bagaimana sikap politik baik secara nasional maupun lokal, program perjuangan organisasi, pemetaan politik, bagaimana peluang aliansi strategis dan aliansi taktis, serta doktrinasi ideologi gerakan.

Sebagai penutup, Bung Kriston mengingatkan kepada seluruh kader GMNI Kota Tangsel untuk menjadi seorang kader yang militian di tengah gempuran penjajahan gaya baru dan harus selalu siap untuk melawan. Pimpinan cabang menyampaikan bahwa perayaan Dies Natalis hanyalah sebuah pengingat bagi seluruh kader GMNI Kota Tangsel khususnya, untuk selalu menjiwai perjuangan dan selalu bisa mengevaluasi diri dalam kerja-kerja organisasi demi kemajuan organisasi itu sendiri.


Artikel lain: https://penamara.id/pancasila-bintang-penuntun/

Penulis : Agnes Monica

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah
Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan
Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat
Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD
“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor
Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor
Gelombang Solidaritas HMR untuk Pelajar Korban Tambang Ilegal
10 KUA di Kota Tangerang Belum Layak, Terkendala Status Lahan Pemda

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 21:06 WIB

Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan

Senin, 27 April 2026 - 22:02 WIB

Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat

Jumat, 24 April 2026 - 19:43 WIB

“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIB

Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor

Berita Terbaru

Foto: Tribrata News-Polri

Opini

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:16 WIB

Nasional

Reshuffle kabinet, Prabowo Lantik 6 Pejabat di Istana Negara

Senin, 27 Apr 2026 - 19:38 WIB