Kritik sebagai Sahabat Kekuasaan

| PENAMARA . ID

Senin, 30 Maret 2026 - 23:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID — Relasi yang sehat dalam lingkaran kekuasaan bukan hanya relasi yang dibangun atas dasar kepentingan sempit, apalagi sekadar menjadi alat legitimasi kekuasaan. Teman sejati bagi kekuasaan adalah ruang kritik — agent of control — sebagai mitra kritis yang menjaga agar kekuasaan tetap berada di jalur yang semestinya.

Lintah dalam kekuasaan untuk menyebut mereka yang hidup tanpa karakter, menggadaikan integritas, dan mengorbankan kebenaran demi keuntungan sesaat. Kita jangan sampai jadi parasit dengan laporan ABS (Asal Bapak Senang), memoles indah kebohongan, lalu mengkhianati amanat “penderitaan rakyat”. Kekuasaan yang dibangun dari kebohongan hanya akan melahirkan kehancuran yang lebih besar.

Ironis bagi mereka yang malah bangga menjadi lintah atau parasit ini. Rasionalitas mereka seakan dibutakan oleh kedekatan dengan kekuasaan. Yang lupa bahwa publik bukanlah entitas yang bisu — publik menyaksikan dan merekam.

Sumpah yang dahulu diucapkan dengan sakral, “atas nama Tuhan Yang Maha Esa”, kini terukur jauhnya dengan kepentingan pada rakyat. Di tengah derasnya kritik terhadap kebijakan publik, malah dianggap ancaman, bukan vitamin. Ketidaknyamanan dan keresahan itu bahkan melahirkan upaya sistematis untuk membungkam suara dengan iming-iming materi, dengan tekanan, bahkan dengan stigma.

Yang berani bersuara kerap dilabeli sebagai provokator, pembangkan, sampai dibilang tidak tahu diri. Pertanyaan klise pun dilontakan: “apa kontribusimu?” — seakan kritik harus selalu diukur dengan legitimasi kekuasaan, bukan dengan kebenaran itu sendiri.

Padahal, bagi kami, kritik adalah bentuk kepedulian. Ia alkohol yang dibalurkan pada luka — perih dan menyakitkan, tetapi justru menyembuhkan. Kritik bukanlah kebencian, melainkan ekspresi cinta yang jujur terhadap arah bangsa dan masa depan rakyat.

Pengkritik bukanlah jalan mudah. Ia sunyi, sering disalahpahami, bahkan tidak jarang harus ditekat oleh kekuatan kekuasaan. Namun, inilah jalannya, bukan karena ingin terlihat berani, melainkan karena tidak ingin menjadi bagian dari dosa yang terorganisir.

Sejatinya, kritik hanya bentuk bantuan layaknya seorang sahabat membantu sahabatnya yang berada di jalan keliru. Karena dalam esensinya, kritik yang kami sampaikan adalah bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian yang tulus.

Sayangnya, jika makna pertemanan itu direduksi menjadi sekadar alat untuk menutupi kebohongan demi mendapat bagian dari kekuasaan, maka itu bukan jalam kami; kami tidak sedang berburu jabatan, pangkat, atau gaji. Dunia kami itu — adalah bumi manusia, dengan segala kompleksitas persoalannya.

Dengan rakyat yang harus diperjuangkan haknya. Dengan kebenaran yang harus tetap disuarakan, meski tidak selalu didengan. Maka biarlah kami tetap berdiri pada posisi itu, bukan sebagai lintah penghisap, melainkan sebagai pengingat.

Artikel Lain :

Teror Menguji Keberanian Demokrasi

Indonesia Emas, masih Harapan atau Konsep nyata?

Hukum dalam Feminist Legal Theory dan Seni Membungkam khas Patriarki

 

Penulis : Boy Dowi

Editor : Redaktur

Berita Terkait

300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar
Ekofeminisme dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keadilan Ekologis Indonesia
Green Ribbon dan Perjuangan Merebut Kembali Agenda Ekologis
Tokoh NU Makin Berjaya — Warga Nahdliyin Tetap di Sana
Penerapan Etika dalam Fungsi Perusahaan sebagai Pilar Keberhasilan Bisnis Berkelanjutan
Tren Lari Meningkat, Banyak yang Berlari Bersama Pemahaman yang Salah
Lemahnya Komunikasi Pemerintah Soal MBG Membuat Opini Publik Terbelah
“Eat The Rich” Sebab yang Dimakan Selama Ini Justru Orang Miskin

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:56 WIB

300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Ekofeminisme dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keadilan Ekologis Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Green Ribbon dan Perjuangan Merebut Kembali Agenda Ekologis

Kamis, 23 Juli 2026 - 23:44 WIB

Tokoh NU Makin Berjaya — Warga Nahdliyin Tetap di Sana

Senin, 29 Juni 2026 - 19:34 WIB

Penerapan Etika dalam Fungsi Perusahaan sebagai Pilar Keberhasilan Bisnis Berkelanjutan

Berita Terbaru

Petugas sedang menghapus corat-coret 'Orang Miskin Dilarang Sakit' di Solo (2021) | Foto: Detikcom / Ari Purnomo

Sosial

Sumpah Profesi di Klinik, Ejekan di Kolom Komentar

Minggu, 23 Agu 2026 - 21:36 WIB