Hasto Kristiyanto: PDI Perjuangan di Pilkada Terima Tekanan Politik 

| PENAMARA . ID

Sabtu, 23 November 2024 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar: Harto Kristiyanto dalam program Akbar Faizal Uncensored (22/11/2024). | [Hasil Tangkap Layar]

Keterangan Gambar: Harto Kristiyanto dalam program Akbar Faizal Uncensored (22/11/2024). | [Hasil Tangkap Layar]

Wawancara lengkap Hasto Kristiyanto dapat disaksikan dalam program Akbar Faizal Uncensored di YouTube.

PENAMARA.ID – Hasto Kristiyanto, Sekretaris Jendral (Sekjen) PDI Perjuangan, mengungkapkan adanya tekanan politik yang dialami oleh partainya dalam sejumlah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah strategis. Hal ini disampaikan Hasto menjelang penayangan wawancaranya bersama Akbar Faizal.

Dalam wawancara tersebut, Hasto memaparkan sejumlah kasus yang dinilai mencerminkan penggunaan instrumen negara secara berlebihan untuk kepentingan politik tertentu. Salah satu peristiwa yang ia soroti adanya pesan yang disampaikan oleh seorang figur yang disebut sebagai Mr. X. Figur ini, menurut Hasto, meminta dirinya untuk tidak terlibat dalam upaya memenangkan Pilkada di wilayah seperti Sumatra Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

“Mr. X mengatakan bahwa wilayah-wilayah tersebut sudah diatur untuk kemenangan calon yang diusung Presiden Jokowi. Jika saya terus bergerak, status tersangka akan segera dikeluarkan terhadap saya,” ungkap Hasto.

Hasto juga menyoroti kejadian di Papua, di mana Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Hery Naap, ditangkap pada dini hari dengan pengerahan 30 personel Brimob dan tiga kendaraan baracuda. Hery yang juga merupakan calon Bupati Biak Numfor, disebut sebagai salah satu kandidat terkuat di wilayah tersebut. Namun, Hasto menilai bahwa tuduhan terhadap Hery bersifat mengada-ada dan kental dengan nuansa politik.

Selain Papua, Hasto menyoroti tekanan yang juga dirasakan kader dan calon kepala daerah PDI Perjuangan di Sulawesi Utara, Sumatra Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DKI Jakarta. Ia menyebut bahwa penggunaan instrumen negara untuk menekan lawan politik, termasuk intimidasi terhadap pemimpin gereja di Sulut, sangat berlebihan.

Melihat situasi ini, Hasto menyatakan bahwa dirinya tidak akan tinggal diam. Ia menegaskan bahwa langkahnya dalam menyuarakan perlawanan ini dilakukan dalam kapasitasnya sebagai anak bangsa, bukan sebagai Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan.

“Daripada ditetapkan sebagai tersangka, lebih baik saya mendahului dengan melakukan perlawanan. Semua pernyataan saya adalah tanggung jawab saya sepenuhnya,” tegasnya.

Ia juga mengkritik ambisi kekuasaan yang ia nilai semakin besar, bahkan setelah pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden.

Hasto mengajak masyarakat untuk mengawal jalannya demokrasi di Indonesia agar tetap berjalan secara adil dan transparan. Menurutnya, jika perilaku haus kekuasaan ini dimulai di Jakarta, maka solusinya pun harus dimulai dari Jakarta.

“Ini bukan hanya soal politik, tetapi soal masa depan bangsa. Demokrasi harus kita jaga bersama,” pungkasnya.


Artikel Lain : Petinggi PDIP Sambangi Pemuda Tangerang, Ribka: Jangan Sampai Salah Pilih Pemimpin Daerah!

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia
Rape Culture itu Nyata dan Kita Gak Boleh Diam
Ketika Eksekutif “Membina” Legislatif; Retret DPRD dan Cermin Hegemoni Kekuasaan
Neo-Imperialisme Bangkit Lagi, Dunia Mau Dibawa ke Mana Lalu Kita Harus Gimana ?
Kritik sebagai Sahabat Kekuasaan
Lebaran dalam Cengkraman Kapitalisme; Ketika Iman Dijual di Pasar
Teror Menguji Keberanian Demokrasi
Kritik Dibalas Serangan Fisik

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 00:16 WIB

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia

Minggu, 19 April 2026 - 19:44 WIB

Rape Culture itu Nyata dan Kita Gak Boleh Diam

Minggu, 19 April 2026 - 19:02 WIB

Ketika Eksekutif “Membina” Legislatif; Retret DPRD dan Cermin Hegemoni Kekuasaan

Selasa, 14 April 2026 - 02:30 WIB

Neo-Imperialisme Bangkit Lagi, Dunia Mau Dibawa ke Mana Lalu Kita Harus Gimana ?

Senin, 30 Maret 2026 - 23:45 WIB

Kritik sebagai Sahabat Kekuasaan

Berita Terbaru

Gambar: Leanne Bland/Linkenin

Editorial

Hoaks makin Halus, Literasi saja tidak Cukup

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:51 WIB

Foto: Tribrata News-Polri

Opini

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:16 WIB