Driver Online Tuntut Potongan Aplikasi Turun jadi 10%

| PENAMARA . ID

Kamis, 1 Mei 2025 - 14:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Adian Napitupulu (yang sedang bicara) bersama perwakilan driver online, dan beberapa pengamat di Halaman Graha PENA 98, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4).

Adian Napitupulu (yang sedang bicara) bersama perwakilan driver online, dan beberapa pengamat di Halaman Graha PENA 98, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4).

Ratusan pengemudi transportasi online (driver online), baik pengemudi roda dua (motor) dan pengemudi roda empat (mobil), menggelar diskusi publik di Graha PENA 98, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (30/4) kemarin sore. Mereka datang dari sekitar 80 komunitas driver online berbagai daerah.

Topik yang dibahas merupakan isu yang sudah mencuat sepekan terakhir, mengenai “perusahaan penyedia layanan transportasi serta pengantaran barang dan makanan secara online (aplikator) yang memotong sebanyak 20% dari pendapatan para driver online” — jumlah itu memberatkan dan para driver online ingin agar “potongannya cukup 10%”.

Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber, diantaranya Adian Napitupulu, Anggota DPR RI Komisi V [bidang infrastruktur-perhubungan] dari Fraksi PDIP; Rendi Prasetyo, Ketua Asosiasi Peneliti Analisis Jaringan Sosial Indonesia (APJARSI); Eddy Suzendi, pengamat transportasi; Aries Renaldi, driver online roda empat; Kemed, driver online roda dua; di moderatori oleh Ichsan Azis.

Untung dari Driver dan Merchant

Kalau potongannya Rp 2.000 per pengantaran dan tiap driver melayani lima pesanan, itu sudah Rp 10.000. Jadi “kalau rata-rata setiap driver online yang [berjumlah] 3,1 juta itu memberikan sepuluh ribu pada aplikator, berarti per hari hanya dari driver online-nya mereka dapatkan paling tidak Rp 31 miliar,” jelas Adian, menuturkan hitungan sederhana yang mencengangkan.

Adian melanjutkan, “disisi lain, ada satu juta merchant. Kita [hitung] rata sepuluh ribu, berarti 10 miliar yang ditambah 31 miliar,” — untung per hari sudah 41 miliar.

Menariknya dalam diskusi, selain driver yang diminta sebagai narasumber, ada juga Laura Valentyna Siregar, sebagai merchant atau pelaku UMKM yang mendagangkan minumannya dengan merek “Juice Be With You” melalui aplikasi layanan GoFood dan GrabFood.

“Belakangan teman-teman UMKM saya, dimintainnya 25% — sementara kan kalau 25% kita mau dapat berapa lagi, dengan harga sekarang tuh makan kan untungnya tipis,” ujar Laura. Ia menuturkan bahwa potongan tersebut mungkin dilakukan oleh seles dari penyedia aplikasi, karena akun merchant mereka dikelola seles-seles.

Eksploitasi Kemitraan

Selain potongan, ada juga sistem Aceng (di GoJek) dan Slot (di Grab), dari sistem ini membuat para driver online hanya mendapatkan bayaran sebanyak Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per pengantaran, atau mereka cuma dibayar “ala kadarnya,” kata Kemed.

Kemed juga menjelaskan, apa yang disampaikan Adian mungkin terlalu kecil jika kita benar-benar diuraikan lebih rinci dan mendalam atas ribuan transaksi per hari, puluhan ribu transaksi per bulan, serta ratusan ribu transaksi per tahun, dan itu “harus dipertanggung jawabkan secara jelas, kalau perlu memang ada indikasi penyelewengan kita akan bawa ini ke proses hukum,” tandas Kemed.

“Jika terealisasi potongan 10% ini akan sangat bermanfaat,” lanjutnya.

Diskusi menegaskan satu hal, bahwa aplikasi ojek online telah menjadi alat eksploitasi baru. Padahal jika dikelola dengan baik tanpa manipulasi, seharusnya dapat mengangkat taraf hidup para pengemudi roda dua atau roda empat, dan para pelaku UMKM, mereka yang dianggap “mitra” oleh aplikator.

Artikel Lain :

Digitalisasi Instrumen Kontrol Baru Kapitalis Global?

Penulis : Devis Mamesah

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR
May Day 2026, KASBI Akan Kepung DPR
Gara-gara Ini, Said Iqbal Alihkan Demo Buruh dari DPR ke Monas
Ini Alasan Said Iqbal Batal Demo Besar Buruh di DPR saat May Day

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:38 WIB

SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:27 WIB

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Kamis, 30 April 2026 - 19:05 WIB

Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan

Kamis, 30 April 2026 - 18:14 WIB

KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Berita Terbaru