DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

| PENAMARA . ID

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Istimewa

Gambar: Istimewa

Oleh: Ikhsan Ali

PENAMARA.id — Sejak 25 Agustus 2025, rangkaian demonstrasi yang marak di berbagai kota punya satu tuntutan yang cukup ekstrem yaitu #BubarkanDPR.

Kenapa sampai muncul tuntutan seperti itu?

Awalnya dipicu oleh kekecewaan rakyat atas kenaikan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi rakyat yang sulit. Situasi makin panas ketika beberapa anggota DPR menanggapi isu ini dengan gaya komunikasi yang dianggap nir-empati.

Contohnya, Wakil Ketua Komisi III DPR dari Fraksi NasDem (yang kini sudah dinonaktifkan), Ahmad Sahroni, menyebut orang-orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “orang tolol sedunia”. Ada juga anggota Komisi IX DPR dari NasDem, Nafa Urbach, yang beralasan bahwa anggota DPR layak menerima tunjangan rumah puluhan juta rupiah per bulan hanya karena dirinya sering terjebak macet dari rumah di Bintaro ke Senayan.

Puncaknya, pada 16 Agustus 2025, ketika masyarakat sedang marah, para wakil rakyat justru berjoget riang dengan lagu Gemu Fa Mi Re di sela Sidang Tahunan MPR. Bagi banyak orang, pemandangan ini terasa tidak peka dengan kondisi sosial ekonomi rakyat yang penuh PHK dan kesulitan.

Menurut saya, akar masalah dari semua ini bukan sekadar soal tunjangan atau gaya hidup mewah DPR, tapi kualitas anggota DPR yang sangat rendah dalam membaca situasi, memahami kondisi, dan berkomunikasi dengan publik.

Tapi pertanyaan besarnya adalah, kenapa orang-orang dengan kualitas rendah bisa duduk di kursi DPR?

Jawabannya berlapis:

1. Mereka bisa duduk di DPR karena dipilih oleh rakyat.

2. Rakyat bisa memilih mereka karena partai politik menetapkan mereka sebagai calon legislatif.

3. Partai menetapkan mereka karena, meski kualitas rendah, mereka punya popularitas tinggi yang bisa mendongkrak suara partai.

Jadi, ada tiga komponen yang harus sama-sama membenahi diri yaitu, calon anggota DPR, partai politik, dan masyarakat.

Lalu, seharusnya bagaimana?

1. Calon anggota DPR yang tak punya kualitas seharusnya sadar diri. Jangan hanya mengandalkan popularitas untuk duduk di kursi yang penuh tanggung jawab.

2. Partai politik seharusnya berpikir layaknya seorangnegarawan dengan memilih calon berdasarkan kualitas, bukan sekadar nama besar atau sensasi.

3. Masyarakat harus lebih cerdas dan bijak dalam memilih. Jangan tergoda hanya karena calon terkenal, artis, atau viral di media sosial.

Jika ketiga komponen ini bisa berubah, kursi DPR di “gedung kura-kura” Senayan tidak lagi diisi orang-orang kualitas rendahan, melainkan oleh mereka yang benar-benar punya visi, kapasitas, dan ambisi memperbaiki negeri.


Baca lagi yang ini: GMNI Kota Tangerang Desak Presiden Copot Kapolri

 

Penulis : Ikhsan Ali

Editor : Redaktur

Berita Terkait

KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua
Purbaya Copot dari Menkeu, SEMMI Tangerang Soroti Nasib Anggaran MBG Rp240 Triliun
Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat
Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno
Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo
Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 17:34 WIB

KM Virgo Transport 8 Terbalik, GMNI Desak Audit Total Armada Tua

Senin, 14 September 2026 - 22:15 WIB

Purbaya Copot dari Menkeu, SEMMI Tangerang Soroti Nasib Anggaran MBG Rp240 Triliun

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo

Berita Terbaru