Green Ribbon dan Perjuangan Merebut Kembali Agenda Ekologis

| PENAMARA . ID

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis lingkunga bukan hanya kerusahan terhadap hutan, pencemaran laut, atau eksploitasi tanpa restorasi sumber daya alam. Di balik persoalan itu berakar pula korupsi, oligarki, lemahnya tata kelola, serta kebijakan pembangunan yang sering menempatkan pertembuhan ekonomi diatas keberlanjutan kehidupan. Karena itu, kerusahan ekologis adalah persoalan kemanusiaan dan keadilan.

Pembangunan tidak seharusnya cuma diukur dari pertumbuhan ekonomi semata. Pembangunan harus menghadirkan mertabat, kebebasan, dan keberlanjutan. Ketika hutan kehilangan tutupan, laut kehilangan kehidupan, dan masyarakat kehilangan ruang hidup, maka pembangunan telah kehilangan makna sosialnya.

Sangat dibutuhkan gerakan kolektif yang dapat mempertemukan negara, masyarakat sipil, kampus, komunitas, media, organisasi keagamaan, dan kelompok profesi. Dalam kerangka Gramsci, perubahan sosial tidak cukup dilakukan melalui perebutan institusi politik, tetap juga melalui pertarungan gagasan pengetahuan, budaya, serta kesadaran. Gagasan Green Ribbon dapat menjadi simbol sekaligus strategi untuk membangun kekuatan kolektif demi merebut kembali agenda ekologis dari dominasi kepentingan ekonomi dan korporasi.

Masyrakat sipil harus hadir bukan sebagai penonton saja, tetapi sebagai kekuatan pengawas, negosiator, validator, inovator, dan moral moral hukum. Gerakan skologis perlu dibangun melalui pendidikan kritis, riset, advokasi, kampanye publik, dialog kebijakan, dan aksi kolektif berbasis pengetahuan.

Bersandar pada konteks ini, mahasiswa, terutama organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus memiliki posisi strategis sebagai kekuatan sipil dan pemandu politik kebangsaan. Tantangannya adalah melahirkan kader yang tidak hanya memahami politik, tetapi juga memiliki keberpihakan sosial, kemampuan intelektual, dan keberanian untuk mengawal keadilan ekologis.

Intelektual harus hadir sebagai bagian dari masyarakat, dengan membaca realitas, membangun kesadaran, dan mendorong transformasi sosial. Pada akhirnya, gerakan lingkungan membutuhkan kepemimpinan yang humanistik, pemimpin yang kuat empati, menjaga idealisme, melayani masyarakat, dan mampu membangun harapan bagi generasi mendatang.

Sebab, menjaga lingkungan bukan hanya tentang menyelamatkan alam. Ia adalah perjuangan mempertahankan ruang hidup, martabat, keadilan, dan masa depan manusia. Green Ribbon harus menjadi simpul kesadaran bahwa ketika lingkungan dirusak, kemanusiaan ikut dipertaruhkan; dan ketika masyarakat bersatu menjaganya, mereka sedang mempertahankan masa depan kehidupan.

Artikel Lain :

Reforma Agraria dan Proyek Strategis Nasional

Pulau Gebe di Titik Kritis; Gubernur Malut Wajib Bertanggungjawab

Indonesia, Sampah, dan Ancaman Emisi Metana

Penulis : Robi Priyatna

Editor : Ginanjar Putro Wicaksono

Berita Terkait

Kita Pandai Menghitung Keuntungan, tapi Lupa Menghitung Harga Kerusakan Alam
Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya
300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar
Ekofeminisme dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keadilan Ekologis Indonesia
Tokoh NU Makin Berjaya — Warga Nahdliyin Tetap di Sana
Penerapan Etika dalam Fungsi Perusahaan sebagai Pilar Keberhasilan Bisnis Berkelanjutan
Tren Lari Meningkat, Banyak yang Berlari Bersama Pemahaman yang Salah
Lemahnya Komunikasi Pemerintah Soal MBG Membuat Opini Publik Terbelah

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:38 WIB

Kita Pandai Menghitung Keuntungan, tapi Lupa Menghitung Harga Kerusakan Alam

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:31 WIB

Akselerasi Kebijakan Prabowo dan Beban Politik yang Disiapkan untuk Penggantinya

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:56 WIB

300 Mahasiswa Gagal Kuliah karena UKT, lalu Disebut Pembuat Onar

Senin, 10 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Ekofeminisme dan Kepemimpinan Perempuan dalam Keadilan Ekologis Indonesia

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Green Ribbon dan Perjuangan Merebut Kembali Agenda Ekologis

Berita Terbaru