GMNI Tuding Pemkot Tangerang Cari Untung dari Pengangguran Lewat Biaya Tes Kesehatan

| PENAMARA . ID

Selasa, 22 September 2026 - 01:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Tangerang mendesak Pemerintah Kota Tangerang menerbitkan kebijakan subsidi atau diskon medical check up (MCU) bagi pencari kerja umum. Ketimpangan pelayanan publik dinilai terjadi karena potongan biaya MCU saat ini baru dinikmati calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan CPNS.

Ketua DPC GMNI Kota Tangerang Elwin Mendrofa menilai, tingginya tarif MCU rumah sakit daerah yang berkisar Rp500.000 hingga Rp700.000 menjadi beban berat bagi pencari kerja yang mayoritas belum memiliki penghasilan.

“Pencari kerja itu pengangguran yang tidak punya penghasilan. Dari mana mereka dapat uang untuk biaya administrasi setinggi itu? Di sinilah seharusnya pemerintah hadir melalui kebijakan yang berpihak,” ujar Elwin di Tangerang.

Menurut Elwin, kondisi ini berseberangan dengan janji politik Pemkot Tangerang terkait program 3G, khususnya pilar “Gampang Kerja”. Keberhasilan program tersebut tidak boleh hanya diukur dari jumlah lowongan yang dibuka, melainkan juga dari upaya memangkas hambatan administratif dan finansial masyarakat.

Diskon Kartu Kuning AK-1

GMNI mendorong Pemkot Tangerang mengeluarkan skema skema diskon atau subsidi biaya MCU bagi pencari kerja pemegang Kartu Tanda Pencari Kerja (Kartu Kuning/AK-1) yang diterbitkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).

Tanpa intervensi kebijakan, Pemkot Tangerang berisiko dituduh memanfaatkan pencari kerja sebagai objek pendapatan asli daerah (PAD) di sektor kesehatan.

Elwin mencontohkan simulasi pada rekrutmen pegawai PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yang membuka 49 posisi. Jika rekrutmen tersebut diserbu 2.000 pendaftar dan seluruhnya diwajibkan melakukan MCU di RSUD milik Pemkot dengan tarif Rp700.000, ada potensi perputaran dana hingga Rp1,4 miliar yang dibebankan kepada para pencari kerja.

“Ironisnya, fasilitas diskon MCU justru diberikan kepada calon PPPK atau CPNS. Ini jelas bentuk public service inequality atau ketimpangan pelayanan publik terhadap masyarakat umum,” tegas Elwin.

Rekomendasi Kebijakan

GMNI Kota Tangerang melayangkan rekomendasi resmi agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang merancang regulasi konkret berupa skema diskon atau subsidi MCU berbasis kartu AK-1.

Langkah ini mendesak diterapkan agar kemudahan akses lapangan kerja di Kota Tangerang benar-benar dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkendala tingginya biaya persyaratan administrasi kesehatan.

Artikel Lain :

Long March ke DPR: WALHI dan Korban Geothermal Banten Suarakan Keadilan Ekologis

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Dugaan Kriminalisasi PT NHM; SEMMI Malut Desak Kemnaker RI dan Mabes Polri Turun Tangan
Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang
Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!
Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik
Aksi Kejagung SEMMI Malut; Minta Kejagung Prioritas Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Ternate
Kepulan Asap Pembakaran Ban Bekas PT IWIP Racuni Udara dan Menindas Warga Maluku Utara
Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 00:26 WIB

Dugaan Kriminalisasi PT NHM; SEMMI Malut Desak Kemnaker RI dan Mabes Polri Turun Tangan

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang

Selasa, 22 September 2026 - 01:41 WIB

GMNI Tuding Pemkot Tangerang Cari Untung dari Pengangguran Lewat Biaya Tes Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 21:07 WIB

Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian

Sabtu, 12 September 2026 - 23:04 WIB

Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Berita Terbaru