Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam

| PENAMARA . ID

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Gelar Mimbar Bebas di Kawasan Pendidikan Cikokol, Tangerang | Foto: Topan Bagaskara/PENAMARA

BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Gelar Mimbar Bebas di Kawasan Pendidikan Cikokol, Tangerang | Foto: Topan Bagaskara/PENAMARA

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang mengadakan aksi mimbar bebas untuk memperingati Hari Reformasi 1998 di kawasan Taman Gajah, Perintis Cikokol, pada Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah perenungan sekaligus bentuk perlawanan terhadap berbagai persoalan demokrasi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dianggap masih berlangsung sampai sekarang.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa yang hadir membawa sejumlah tuntutan dan kritik atas kondisi sosial-politik nasional yang dianggap semakin menyimpang dari semangat Reformasi.

Mereka menekankan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti pada sekadar upacara peringatan runtuhnya Orde Baru, melainkan harus terus tumbuh sebagai gerakan moral yang berpihak pada kepentingan rakyat.

Presiden BEM UMT, Fajar Anugerah Aberdiam, menyampaikan bahwa kebebasan berekspresi yang kini dapat dinikmati oleh mahasiswa merupakan buah dari perjuangan panjang para aktivis dan rakyat pada tahun 1998 yang berhasil menenangkan rezim otoriter Orde Baru.

“Ruang kebebasan yang kita rasakan hari ini lahir dari keringat, luka, bahkan darah para pejuang Reformasi. Oleh karena itu, pelajar tidak boleh kehilangan ingatan sejarah dan harus terus menjaga api perjuangan rakyat,” ujar Fajar dalam orasinya.

Fajar menegaskan bahwa aksi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa gerakan pelajar harus terus berada di barisan perjuangan rakyat, terutama di tengah situasi di mana negara dinilai semakin tidak peduli terhadap nasib masyarakat kecil.

“Hari ini kami hadir bukan sekedar memperingati Reformasi, namun menegaskan bahwa perjuangan belum selesai. Ketika ketidakadilan masih terjadi, ketika rakyat masih ditindas, maka gerakan mahasiswa harus tetap hidup dan melawan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para pelajar, khususnya di Kota Tangerang, agar tidak melupakan besarnya pengorbanan yang telah diberikan oleh para aktivis terdahulu demi terwujudnya era Reformasi.

“Apa yang kita nikmati hari ini dibayar mahal oleh para pejuang. Jangan sampai generasi sekarang kehilangan keberanian untuk bersuara dan justru menjadi penonton di tengah pemutaran demokrasi,” tambahnya.

Aksi ini juga menyoroti sejumlah kasus pelanggaran HAM berat yang hingga kini belum terselesaikan, di antaranya Tragedi Trisakti, Kerusuhan Mei 1998, Tragedi Semanggi, Peristiwa Wasior, dan Peristiwa Wamena.

Selain itu, peserta aksi juga mengangkat permasalahan konflik agraria yang masih terus terjadi, termasuk polemik seputar PIK 2 dan dugaan pelanggaran HAM terhadap aktivisme Andri Yunus.

Salah satu orator aksi, Rizky, menilai bahwa negara hingga saat ini belum mampu menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM di masa lalu maupun persoalan ketidakadilan yang terus bermunculan di tengah masyarakat.

“Banyak kasus HAM yang dibiarkan menggantung tanpa kejelasan. Sementara persoalan rakyat hari ini juga terus diabaikan. Reformasi seolah hanya menjadi slogan ketika negara gagal menghadirkan keadilan,” ujar Rizky dalam orasinya.

Rangkaian aksi mimbar bebas berlangsung hingga pukul 18.32 WIB, diwarnai dengan orasi politik, pembacaan pernyataan sikap, serta aksi simbolik pembakaran larangan sebagai bentuk protes atas kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia yang dinilai terus mengalami kemunduran.

Artikel Lain :

Tantangan Mahasiswa Baru: Membangun Karakter, Berpikir Kritis, dan Kesadaran Sosial

Kenapa 1 Mei Jadi Hari Buruh? Ini Sejarahnya dan Peran Kaum Anarkis

 

Penulis : Topan Bagaskara

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari
Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong
Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi
Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP
Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar
Lansia Meninggal Diduga Terlantar, Aktivis Kritik Keras Camat dan Dinsos
Segel PT ESA Jaya Putra Diminta Tetap Terkunci, DPRD Kota Tangerang: Izin Belum Lengkap
Camat Batuceper: Sinergi dengan DPRD Hadirkan Solusi Akses Jalan Poris Gaga

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Segera Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:14 WIB

Pedagang Desak Pemkab Tangerang Evaluasi Pasar Modern Sentiong

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:27 WIB

Teknik Sidang Jadi Bekal Mahasiswa UCA, Forum Organisasi Diminta Jaga Demokrasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:10 WIB

Mahasiswa Soroti Dugaan Prostitusi di Sukasari, Camat Siap Koordinasi dengan Satpol PP

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:09 WIB

Usai Jadi Polemik, Camat Pasar Kemis Benarkan Anggaran Mamin Rp1,7 Miliar

Berita Terbaru