Dalam momentum Hari Kartini (21 April), Komunitas Penyelam Profesional Perempuan Indonesia (KP3I) menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan melalu pendidikan, keselamatan, dan pengembangan pariwisata bahari.
Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai aksi nyata sepanjang April 2026 ini, yang sejalan dengan nilai perjuangan R. A. Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan akses pendidikan.
Salah satunya terlihat pada pelatihan keselamatan selam yang digelar pada 14-15 April di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh dua instruktur perempuan Kp3I, Mimi Amalia dan dr. Imelda Donosepoertro.
Pelatihan ini menutup program DAN Diving Sefety 1000 Initiative — sebuah gerakan peningkatan standar keselamatan selam yang telah berjalan sejak 2023.
Materi yang diberikan mencakup First Aid Responder dan Basic Life Support (BLS), hasil kolaborasi antara NAUI (National Association of Underwater Instructors), DAN (Divers Alert Natwork), dan Kementerian Pariwisata RI.
Selain pelatihan, DAN juga memberikan dukungan berupa 1000 fisrt aid kit kepada peserta, yang terdiri dari pemandu selam, operator tur, hingga pelaku industri wisata bahari lokal.
Sejumlah pejabat dan mitra strategis turut harir dalam pembukaan kegiatan, menegaskan bahwa keselamatan kini menjadi agenda strategis lintas sektor, bukan sekadar isu teknis.
Di tengah dominasi laki-laki dalam industri penyelaman, kehadiran instruktur perempuan menjadi sorotan tersendiri. Mimi menegaskan bahwa perempuan memiliki kapasitas yang sama dalam memimpin aspek krusial seperti keselamatan.
“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin membangun kesadaran bahwa standar keselamatan bukan hanya kewajiban, tetapi juga nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan wisatawan,” ujarnya.
Menurutnya, sertifikasi keselamatan yang kredibel mampu memperkuat reputasi destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan.
Melanjutkan momentum tersebut, KP3I akan berpartisipasi dalam Marine Action Expo yang digelar pada 24–26 April di Balai Kartini, Jakarta.
Dalam pameran ini, KP3I akan menampilkan berbagai program dan inisiatif, mulai dari edukasi keselamatan penyelaman hingga pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata bahari dan konservasi laut.
“Ini menjadi ruang strategis untuk menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam industri maritim Indonesia,” kata Mimi.
KP3I juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat—untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan ekosistem kelautan yang lebih inklusif dan aman.
Rangkaian kegiatan ini menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan di era modern, dengan perempuan tidak hanya sebagai partisipan, tetapi juga pemimpin dalam menjaga keselamatan, keberlanjutan, dan kemajuan sektor maritim.
Artikel Lain :
Maknai Hari Perempuan Internasional BEM PTNU Banten Ruang Aman bagi Perempuan
Ruang Ekspresif Kolaboratif Seni dalam Langen Budaya Hadilangu #6
Editor : Devis Mamesah
Sumber Berita : Humas KP3I






