Kondisi perawat yang menjadi korban penusukan oleh seorang pasien di sebuah klinik gigi di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, mulai berangsur membaik setelah menjalani operasi akibat luka tusuk yang mengenai bagian perut hingga usus. Korban kini telah dipindahkan dari ruang perawatan intensif (ICU) ke ruang rawat biasa di RSUD Kabupaten Tangerang.
Perkembangan kondisi korban itu diketahui saat Ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, Sumarti, menjenguk korban di RSUD Kabupaten Tangerang, Rabu (3/6/2026).
Sebelum mengunjungi rumah sakit, Sumarti bersama pengurus partai mendatangi lokasi kejadian di Klinik King Dental yang berada di Jalan Raya Villa Tangerang Indah, Kelurahan Gembor, Kecamatan Periuk. Di lokasi tersebut, masih terlihat bekas darah korban di area teras klinik.
“Kami mendapat arahan dari Ibu Rika Ciptaning untuk turun langsung melihat kondisi korban dan meninjau lokasi kejadian. Kami juga ingin memastikan situasi di lapangan setelah peristiwa penusukan yang terjadi Sabtu lalu,” kata Sumarti.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, klinik tempat kejadian perkara disebut belum kembali beroperasi sejak insiden penusukan terjadi pada Sabtu (30/5/2026).
Sumarti berharap kasus serupa tidak kembali terulang dan para tenaga kesehatan dapat bekerja dengan aman.
“Semoga korban cepat sembuh. Kami juga berharap dokter maupun tenaga kesehatan lainnya tidak takut dalam menjalankan tugasnya. Keamanan mereka harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.
Saat menjenguk korban di rumah sakit, Sumarti mengaku prihatin melihat kondisi perawat tersebut yang mengalami sejumlah luka akibat serangan senjata tajam.
“Kejadiannya sangat miris. Korban mengalami lima luka tusukan dan yang paling berbahaya adalah luka di bagian perut yang sampai mengenai usus. Beruntung bisa segera mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi peringatan agar sistem perlindungan terhadap tenaga kesehatan dapat diperkuat.
“Kami akan mengkaji kejadian ini bersama-sama agar tidak terjadi lagi kasus serupa di kemudian hari,” ujar Sumarti.
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Kabupaten Tangerang, M. Rifqi, menjelaskan korban tiba di rumah sakit pada Sabtu sore dalam kondisi gawat dengan sejumlah luka tusuk di bagian wajah, leher, dan perut.
Menurut Rifqi, salah satu luka tusuk di bagian perut tergolong serius karena menembus rongga perut dan melukai usus korban.
“Pasien datang dengan beberapa luka tusuk. Yang paling berat adalah luka di perut karena sampai mengenai usus sehingga pada malam itu juga langsung dilakukan operasi,” kata Rifqi.
Operasi dilakukan oleh dokter spesialis bedah konsultan digestif. Setelah tindakan operasi selesai, korban menjalani perawatan intensif di ICU selama tiga hari untuk pemantauan kondisi vital.
“Alhamdulillah operasinya berjalan lancar. Pasien dirawat di ICU selama tiga hari dan sejak Selasa kondisinya sudah stabil sehingga dipindahkan ke ruang rawat biasa,” ujarnya.
Ia menyebut terdapat sekitar lima luka tusuk yang tergolong besar pada tubuh korban. Seluruh luka tersebut telah mendapatkan tindakan medis berupa operasi dan penjahitan.
Meski mengalami luka serius, Rifqi memastikan tidak ada kendala dalam proses penanganan medis maupun pembiayaan.
Menurut dia, keberadaan program Universal Health Coverage (UHC) yang telah diterapkan Pemerintah Kabupaten Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang membantu memastikan pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa hambatan.
“Yang terpenting adalah pertolongan medis tetap diberikan terlebih dahulu. Soal administrasi dan pembiayaan bisa diproses kemudian sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.
Di ruang perawatan yang sama, ayah korban, Agus Sofyan, mengaku masih trauma atas kejadian yang menimpa anaknya.
Ia mengatakan baru mengetahui insiden tersebut beberapa jam setelah kejadian berlangsung.
“Saya diberi kabar sekitar pukul tujuh malam setelah pulang kerja. Awalnya saya mengira anak saya mengalami kecelakaan. Setelah sampai rumah sakit baru tahu ternyata menjadi korban penusukan,” kata Agus.
Menurut dia, keluarga sangat terpukul dengan kejadian tersebut. Namun, ia mengapresiasi respons cepat tenaga medis yang langsung memberikan pertolongan kepada korban.
“Saya salut kepada rumah sakit karena langsung sigap menangani anak saya,” ujarnya.
Agus berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas perkara tersebut agar memberikan rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
Sebelumnya, seorang perawat di Klinik King Dental, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, menjadi korban penusukan yang diduga dilakukan seorang pasien pada Sabtu (30/5/2026) sore. Polisi telah mengamankan pelaku dan masih mendalami motif di balik aksi penyerangan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani pemulihan pascaoperasi di RSUD Kabupaten Tangerang. Adapun perkembangan penyelidikan kasus tersebut belum dapat diketahui lebih lanjut karena pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Kapolsek Jatiuwung Kompol Robiin hingga Rabu Malam belum memperoleh respons.
Artikel Lain :
Pria 23 Tahun Lompat ke Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Melakukan Pencarian
Forum Potensi Tangsel Gelar Monitoring Sungai Ciputat, Petakan Titik Rawan Banjir
Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi
Penulis : Ari Sujatmiko
Editor : Redaktur






