Dulu merupakan sebuah kemewahan untuk memiliki handphone, sekarang jadi lumrah di kalangan anak SD untuk memiliki smartphone — bukan untuk belajar, tetapi untuk hiburan. Hal ini menyebabkan perubahan kebiasaan termasuk dalam kemampuan menulis.
Pengaruh positif dari penggunaan gadget, yaitu mempermudah anak dalam mengetik dan menyelesaikan tugas, membantu anak mengenal teknologi, serta menyediakan banyak aplikasi belajar. Sisi negatif, anak menjadi tidak terbiasa menulis tangan dengan cepat karena terlalu sering mengetik di smartphone.
National Handwriting Association menyampaikan, obsesi anak terhadap ponsel dapat mempersulit mereka menulis. Kebiasaan menggeser layar, membuat keterampilan motorik yang dibutuhkan untuk memegang pena atau pensil dengan benar menjadi tidak berkembang.
Selain itu, tulisan tangan menjadi kurang rapi karena kurangnya latihan. Kemampuan motorik halus juga tidak berkembang secara maksimal, dan anak menjadi lebih bergantung pada gadget daripada menulis secara manual.
Upaya mengatasinya tentu dapat dilakukan dengan kerja sama antara orang tua dan guru. Caranya adalah tetap memberikan lahitan menulis di buku, mengatur waktu dalam menggunakan gadget, serta menggabungkan pembelajaran digital dengan aktivitas menulis tangan
Gadget memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan menulis anak SD. Meskipun memberikan manfaat, penggunaan yang berlebihan pasti akan mengurangi kemampuan menulis tangan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan antara penggunaan gadget dan latihan menulis.
Selain memengaruhi kemampuan menulis, penggunaan gadget juga dapat memengaruhi cara anak memperoleh informasi. Anak menjadi lebih mudah mencari materi pelajaran melalui internet dibandingkan harus mencari informasi dari buku. Kemudahan ini dapat membantu proses belajar menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, anak juga perlu dibimbing agar dapat memilih sumber informasi yang benar dan sesuai dengan usianya.
Dalam kegiatan pembelajaran, gadget dapat digunakan sebagai media pendukung yang menarik. Guru dapat memanfaatkan video pembelajaran, permainan edukatif, maupun aplikasi belajar yang membuat siswa lebih semangat dalam mengikuti pelajaran.
Dengan adanya variasi media pembelajaran, anak tidak mudah merasa bosan dan lebih aktif dalam belajar. penggunaan gadget tetap harus diawasi. Jika digunakan terlalu lama, anak dapat menjadi kurang fokus pada kegiatan belajar lainnya.
Mereka juga berisiko menghabiskan lebih banyak waktu untuk bermain game atau mengakses hiburan daripada mengembangkan kemampuan akademiknya. Maka, penting untuk menerapkan aturan penggunaan gadget yang jelas baik di rumah maupun di sekolah.
Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan anak dalam menggunakan teknologi. Pendampingan saat anak menggunakan gadget dapat membantu mereka memanfaatkan teknologi secara lebih bijak. Selain itu, orang tua dapat mengajak anak melakukan kegiatan lain yang bermanfaat seperti membaca buku, menggambar, dan menulis cerita pendek untuk melatih kreativitas serta kemampuan menulis mereka.
Dengan penggunaan yang tepat, gadget dapat menjadi alat yang mendukung perkembangan anak. Teknologi tidak harus dianggap sebagai penghambat kemampuan menulis, tetapi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif apabila digunakan secara seimbang.
Sekali lagi, kerja sama antara sekolah, orang tua, dan anak sangat diperlukan agar manfaat teknologi dapat dirasakan tanpa mengurangi pentingnya keterampilan menulis sebagai salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa SD.
Artikel Lain :
Peningkatan Kasus Speech Delay karena Perkembangan Teknologi yang Pesat
Peran Guru di Era Kecerdasan Buatan: Antara Relevansi dan Tantangan Adaptasi
Era Dunia Kerja Digital Tak Lagi Melihat Ijazah?
Penulis : Denis Nuryani Anggraeni
Editor : Devis Mamesah






