Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) Desak DLH Kabupaten Bogor Tindak Tegas TPS Terindikasi Limbah B3

| PENAMARA . ID

Selasa, 28 Oktober 2025 - 18:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: Ist

Gambar: Ist

PENAMARA.id — Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) menyampaikan sikap tegas terhadap dugaan keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) ilegal yang mengandung limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin. Kasus ini mencuat setelah Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan penutupan lokasi tersebut pada Selasa, 14 Oktober 2025 lalu.

Penutupan dilakukan karena berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, lokasi yang dimaksud terindikasi mengandung limbah B3 dan tidak memiliki izin resmi dari instansi terkait. Meski telah dilakukan penutupan, HMR menilai perlu adanya penegakan hukum yang lebih tegas dan transparan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas pembuangan limbah berbahaya tersebut.

“Kami mendesak DLH Kabupaten Bogor tidak hanya menutup lokasi, tapi juga mengusut tuntas asal usul limbah B3 tersebut dan siapa pihak yang bertanggung jawab. Jangan sampai kasus ini berhenti hanya pada penutupan formalitas,” tegas Md Aang, Kepala Bidang Advokasi dan Aksi HMR Rumpin.

HMR juga menilai bahwa keberadaan limbah B3 di lingkungan pemukiman merupakan ancaman serius bagi kesehatan warga dan kelestarian lingkungan, terutama karena wilayah Rumpin selama ini dikenal sebagai kawasan hijau yang mulai tertekan oleh aktivitas industri dan pembuangan sampah ilegal.

Ketua Umum HMR Rumpin, Ananda Sugiarto, menambahkan bahwa pemerintah daerah harus lebih aktif melakukan pengawasan lingkungan di tingkat desa dan kecamatan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami meminta DLH dan Satpol PP Kabupaten Bogor untuk membuka hasil pemeriksaan limbah secara publik. Transparansi sangat penting agar masyarakat tahu tingkat bahaya yang mengancam lingkungannya,” ujar Ananda.

Selain itu, HMR juga mengajak masyarakat Desa Kampung Sawah dan sekitarnya untuk ikut mengawasi agar tidak ada aktivitas pembuangan baru pasca penutupan lokasi tersebut.

HMR akan terus mengawal kasus ini dan siap melakukan aksi lanjutan apabila tidak ada tindak lanjut konkret dari DLH Kabupaten Bogor dalam waktu dekat. Pada akhirnya, Himpunan Mahasiswa Rumpin dengan tegas akan mendesak DLH Kabupaten Bogor terhadap TPS yang terindikasi limbah B3.


Baca lagi soal Perusakan Lingkungan: Mahasiswa Geruduk PT TUM: Tuntut Transparansi Izin dan Tanggung Jawab Lingkungan

 

Penulis : M. Aang

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Bongkar Dugaan Aktivitas PT Lola Lauttimur; HMR Tanya soal Penegakan Hukum
Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Bekasi, PUSPAGA dan UPTD PPA Dampingi Korban
Ketua Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Korban Lebih dari 10 Anak
150 Pedagang Alun-Alun Bekasi Bakal Punya Gerobak Seragam dan Koperasi Sendiri
DPRD Kota Bekasi Pastikan Relokasi Pedagang ke Pasar Baru Berlangsung Manusiawi
Bermain di Lahan Kosong, Bocah 9 Tahun di Bekasi Tertembak Peluru Nyasar
HMR Siap Jadi Kontrol Sosial Kawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rumpin
Menjelang Hari Jadi Bogor; HMR Tagih Bukti Prioritas Pembangunan Bogor Barat

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 00:08 WIB

Bongkar Dugaan Aktivitas PT Lola Lauttimur; HMR Tanya soal Penegakan Hukum

Minggu, 11 Oktober 2026 - 23:53 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual di Pesantren Bekasi, PUSPAGA dan UPTD PPA Dampingi Korban

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Ketua Pesantren di Bekasi Jadi Tersangka Kekerasan Seksual, Korban Lebih dari 10 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:57 WIB

150 Pedagang Alun-Alun Bekasi Bakal Punya Gerobak Seragam dan Koperasi Sendiri

Kamis, 3 September 2026 - 22:30 WIB

DPRD Kota Bekasi Pastikan Relokasi Pedagang ke Pasar Baru Berlangsung Manusiawi

Berita Terbaru