Arah Politik Lima Tahun Kedepan PDI Perjuangan Kota Tangerang Telah Ditentukan

| PENAMARA . ID

Senin, 15 Desember 2025 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Serbaguna Hj. Megawati Soekarnoputri di Kota Serang, Jumat (12/12/2025), larut dalam warna merah. Bendera PDI Perjuangan berkibar berdampingan dengan potret Proklamator Soekarno dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Dari ruang inilah, garis konsolidasi politik PDI Perjuangan se-Banten ditarik—menentukan arah organisasi dan strategi partai untuk lima tahun ke depan.

Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan tingkat kabupaten/kota se-Banten yang digelar serentak dengan Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Provinsi Banten bukan sekadar agenda rutin organisasi. Forum tertinggi partai di tingkat daerah ini menjadi ruang regenerasi, evaluasi, sekaligus peneguhan ideologi partai berlambang banteng moncong putih itu.

Mengusung tema “Plasma Nulfa untuk Ibu Pertiwi”, konferensi ini memuat pesan simbolik: setiap kader diharapkan menjadi plasma—energi dasar—yang mengalirkan nilai Pancasila, nasionalisme, dan kerakyatan dalam kerja nyata. PDI Perjuangan ingin menegaskan diri sebagai partai ideologis, bukan semata mesin elektoral.

Salah satu keputusan strategis yang lahir dari Konfercab tersebut adalah kembali dipercayakannya Gatot Wibowo, S.IP, M.Si sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang periode 2025–2030. Gatot dipilih kembali setelah dinilai mampu menjaga soliditas kader dan mempertahankan kinerja elektoral partai di wilayah urban penyangga ibu kota.

Pelaksanaan Konfercab dan Konferda secara serentak menjadi simbol kesatuan komando. Seluruh DPC kabupaten/kota di Banten hadir bersama jajaran DPD dan perwakilan DPP. Agenda utama forum ini meliputi evaluasi kerja lima tahun sebelumnya, penetapan kepengurusan baru, serta penyusunan strategi pemenangan partai menghadapi siklus politik mendatang.

Usai penetapan, Gatot menegaskan bahwa penyusunan kepengurusan dilakukan melalui mekanisme partai yang ketat dan berjenjang. Seluruh komposisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB), termasuk struktur bidang, telah melalui proses konsultasi dan pengesahan DPP.

“Yang baru saja dibacakan adalah jajaran KSB dan DPC PDI Perjuangan se-Provinsi Banten. Setiap KSB mengkonsultasikan nama-nama calon struktur sesuai dengan komposisi yang diatur dalam AD/ART partai. Ini bukan proses instan, melainkan hasil musyawarah dan pengesahan dari DPP,” ujar Gatot.

Ia menambahkan, seluruh nama yang masuk struktur telah melewati verifikasi internal.

“Kami sudah konsultasikan, tinggal dibacakan dan sudah diparaf baik oleh DPP maupun kami bertiga—ketua, sekretaris, dan bendahara terpilih,” katanya.

Menariknya, pada periode ini DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang memberi ruang lebih luas bagi kader strategis, termasuk pejabat publik aktif. Maryono Hasan, Wakil Wali Kota Tangerang, ditugaskan sebagai Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik, Birokrasi, dan Reformasi Sistem Hukum Nasional.

“Dalam periodesasi ini, kita mengajak kader baru dan kader strategis. Pak Maryono, Wakil Wali Kota Tangerang, kita tugaskan sebagai Wakil Ketua Bidang Politik, Pemerintahan, Otonomi Daerah, Kebijakan Publik, Birokrasi, dan Reformasi Sistem Hukum Nasional. Ya hal itu kita sudah konsolidasikan dan kita pikirkan dengan matang, Beliau siap sebagai kader partai dan siap ditugaskan di mana saja. Ini bagian dari penguatan peran partai dalam pemerintahan” ujar Gatot

Ketika ditanya soal arah kerja politik ke depan, Gatot berbicara lugas. Ia menegaskan kesiapan total PDI Perjuangan menghadapi seluruh agenda politik nasional maupun daerah. Namun, ia mengingatkan bahwa kemenangan elektoral tidak bisa diraih hanya dengan kerja kampanye sesaat.

“Kita siap bekerja total memenangkan PDI Perjuangan—Pileg, Pilkada, maupun Pilpres. Tapi kemenangan itu harus ditopang kerja nyata, konsisten hadir bersama rakyat,” tegasnya.

Evaluasi internal partai, menurut Gatot, menekankan pentingnya konsolidasi akar rumput.

“Kami mengajak seluruh kader turun ke bawah, mendengar, dan bergotong royong bersama rakyat,” ujarnya.

Target politik pun disampaikan tanpa basa-basi.

“Targetnya jelas: menang kembali Pileg, Pilpres, dan Pilkada.”

Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang periode 2025–2030 disusun dengan pembagian bidang yang mencerminkan kompleksitas tantangan kota urban—mulai dari ketenagakerjaan, UMKM, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pelayanan publik.

Masuknya Wakil Wali Kota dalam struktur DPC menunjukkan upaya sinkronisasi antara kerja partai dan kebijakan pemerintahan daerah. Di sisi lain, penguatan bidang ideologi dan kaderisasi menjadi sinyal bahwa PDI Perjuangan tak ingin tercerabut dari akar historis dan nilai perjuangannya.

Konfercab dan Konferda serentak ini lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Ia menandai upaya PDI Perjuangan Banten menata ulang barisan, menguatkan mesin partai, dan bersiap menghadapi kontestasi politik yang kian kompetitif.

Bagi Gatot Wibowo dan jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang, lima tahun ke depan akan menjadi ujian konsistensi: sejauh mana tema “Plasma Nulfa untuk Ibu Pertiwi” benar-benar menjelma menjadi kerja konkret di tengah rakyat.

Di Gedung Hj. Megawati Soekarnoputri, arah itu telah ditetapkan. Kini, lapanganlah yang akan menguji.


baca juga : Fraksi PDIP Kota Tangerang Apresiasi APBD 2026: Insentif Pengurus Rumah Ibadah Diperluas untuk Semua Agama


 

Berita Terkait

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah
Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan
Di Usia 30 Tahun Otonomi, Tangerang Pastikan Anggaran Menyentuh Masyarakat
Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD
“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor
Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor
10 KUA di Kota Tangerang Belum Layak, Terkendala Status Lahan Pemda
Dituding Langgar Aturan, PT Duta Abadi Bungkam

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 14:31 WIB

Dipangkas Rp402 Miliar, DPRD Tangerang Putar Otak Jaga Napas Fiskal Daerah

Selasa, 28 April 2026 - 21:06 WIB

Waterway Terlupakan di Sungai Cisadane: Dermaga Apung Tidak berguna yang Kini Menjadi Daratan

Sabtu, 25 April 2026 - 19:16 WIB

Pegawai SPPG Kabupaten Serang Dursila Bocah SD

Jumat, 24 April 2026 - 19:43 WIB

“Saya Ditarik dan Diinjak”: Ibu Yuli, Sengketa Tanah, dan Bentrok di Rawa Bokor

Jumat, 24 April 2026 - 19:31 WIB

Aset Diperebutkan, Bentrok Warga dan Aparat Terjadi di Rawa Bokor

Berita Terbaru

Gambar: Leanne Bland/Linkenin

Editorial

Hoaks makin Halus, Literasi saja tidak Cukup

Rabu, 29 Apr 2026 - 23:51 WIB

Foto: Tribrata News-Polri

Opini

Antara Kepatuhan dan Kesadaran; Dilema Risiko di Indonesia

Selasa, 28 Apr 2026 - 00:16 WIB