Pengunjung Festival Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang tidak hanya dapat mengikuti berbagai kegiatan ekonomi syariah dan pameran produk halal, tetapi juga memanfaatkan sejumlah layanan publik yang dihadirkan selama kegiatan berlangsung. Salah satunya layanan pelanggan dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng.
Selama penyelenggaraan Festival Halal MUI Kota Tangerang pada 18–26 Juli 2026 di Gedung MUI Kota Tangerang, Perumda Tirta Benteng membuka stan pelayanan bagi masyarakat. Layanan yang tersedia meliputi pengajuan pemasangan sambungan air bersih baru, pembayaran tagihan, hingga penyampaian pengaduan pelanggan.
Direktur Utama Perumda Tirta Benteng Doddy Effendi mengatakan kehadiran stan pelayanan tersebut merupakan bagian dari upaya mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan yang melibatkan banyak pengunjung.
“Ini adalah komitmen Perumda Tirta Benteng kepada masyarakat, sehingga masyarakat yang ingin melakukan pemasangan baru hingga pembayaran bisa langsung mendatangi stan yang ada di Festival Halal MUI Kota Tangerang,” ujar Doddy, Sabtu (18/7/2026).
Menurutnya, masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut selama festival berlangsung tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
“Cukup datang ke Festival Halal dan petugas yang ada di stan akan melayani masyarakat sebaik mungkin,” katanya.
Selain melayani administrasi pelanggan, stan tersebut juga memberikan informasi dan konsultasi terkait layanan penyediaan air bersih bagi masyarakat.
Keikutsertaan Perumda Tirta Benteng menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam rangkaian Halal Fest 2026 yang diselenggarakan MUI Kota Tangerang.
Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang menilai Halal Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi produk halal, tetapi juga ruang kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung pengembangan ekonomi syariah dan pelayanan kepada masyarakat.
Wakil Wali Kota Tangerang Maryono mengapresiasi konsistensi MUI Kota Tangerang dalam menyelenggarakan Halal Fest yang tahun ini kembali digelar untuk kedua kalinya.
Menurut Maryono, sinergi antara pemerintah daerah dan MUI perlu terus diperkuat dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis produk halal.
“Komunikasi dan kolaborasi yang kuat antara MUI dan pemerintah daerah ini harus terus seimbang dan terjaga sampai seterusnya,” ujar Maryono.
Ia menambahkan, Halal Fest juga menjadi wadah yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang melalui kegiatan ekonomi, budaya, dan keagamaan.
“Lewat Halal Fest 2026, kita membuktikan bahwa sejarah kuliner bisa mempersatukan persaudaraan lintas umat karena kultur silaturahmi di Kota Tangerang lahir dari berbagai keragaman,” katanya.
Ketua MUI Kota Tangerang Ahmad Baijuri mengatakan, penyelenggaraan Halal Fest tahun ini difokuskan untuk memperluas sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya sektor kuliner.
Menurutnya, sertifikasi halal menjadi salah satu upaya memberikan kepastian kepada masyarakat terhadap produk yang dikonsumsi.
“Target kita di Halal Fest 2026 adalah sertifikasi. Banyak UMKM termasuk juga kuliner yang kita sertifikasi dan ini menjadi keyakinan masyarakat atau umat ketika berkuliner,” ujar Baijuri.
Selain layanan sertifikasi halal melalui LP3H dan MUI, festival juga diisi pameran produk UMKM, ekonomi syariah, pelatihan, serta berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat selama penyelenggaraan hingga 26 Juli 2026.
baca juga : Mengenang Rusdi Alam: Menapaki Jalan Sunyi Aktivis hingga Menjadi Pemimpin
Penulis : Ari Sujatmiko
Editor : Redaktur






