PIM Soroti Ketidakpastian Hukum Proses Seleksi Dirum Perumda

| PENAMARA . ID

Sabtu, 12 April 2025 - 07:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses seleksi untuk direktur umum (Dirum) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang dinilai tidak memiliki kepastian hukum, hal itu diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Poros Intelektual Muda (PIM).

Pihaknya menilai bahwa terdapat sejumlah peraturan yang disyaratkan dalam Pengumuman Nomor 5 yang dikeluarkan oleh panitia seleksi (Pansel) tentang seleksi secara terbuka untuk Calon Direktur Umum Perusahaan Umum Daerah Tirta Banteng, Kota Tangerang.

Daniel Harapan, Direktur Eksekutif PIM, mengungkapkan bahwa ketidakpastian tersebut terletak pada dasar pengumuman kelima [poin 5], yaitu Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [Permen PUPR] Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemberlakuan Strandar Kompetensi Kerja Nasional (SKKNI) bidang Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum.

Jika merunut pada Permen 10 “aturan tersebut sudah tidak berlaku dan terganti dengan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2018, maka secara substansi juga tidak tepat,” ungkap Daniel, pada Jumat siang (11/4).

Selain itu, klausal [ketentuan] pada persyaratan khusus berupa sertifikat kelulusan Pelatihan Manajemen Air Minim minimal Tingkat Madya dinilai ambigu dan menyesatkan.

“Dalam acuan seleksi tersebut [Perwalkot Tangerang Nomor 10 Tahun 2022] disebutkan, bahwa [hanya] memiliki ‘Sertifikat Kompetensi Kerja’ yang berkaitan dengan Air Minum, tentu jelas berbeda antara pelatihan sertifikasi,” ujar Daniel.

Dia juga mengungkapkan bahwa jika didasarkan atas aturan yang menjadi dasar pengumuman seleksi, Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2018 pada Pasal 4, mengklasifikasikan berbeda antara Pelatihan dengan Sertifikasi Kompetensi.

Ketidakpastian hukum tersebut, menunjukkan kurangnya pengetahuan Pansel tentang hirarki peraturan perundang-undangan dan tidak sesuai dengan azas-azas umum Pemerintahan yang baik.

“Kalau diawal saja Pansel tidak serius melakukan prosesnya, bagaimana kita mendapatkan direktur BUMD yang dapat melaksanakan kinerja yang baik, mengingat PDAM adalah perusahaan yang menyediakan air untuk warga Kota Tangerang,” ujar Daniel.

Atas dasar tersebut, pihaknya mendesak Wali Kota agar meninjau ulang keputusan Pansel Dirum Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang.


Artikel Lain : Sahabat Pram dan Dinas PPKUKM Bahas Arah Baru UMKM Jakarta

Penulis : Alda

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!
Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik
Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026
Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air
Turap Proyek APBD di Tangerang Disorot, Bahu Jalan Dikikis dan Warga Terancam Celaka
Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia
Gunung Sampah TPA Jatiwaringin Terbakar Lagi, 5 Mobil Damkar Turun

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:07 WIB

Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian

Sabtu, 12 September 2026 - 23:04 WIB

Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Rabu, 9 September 2026 - 00:59 WIB

Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air

Berita Terbaru