DPD Dukung PIK, SEMMI: Masyarakat Pesisir Terpinggirkan

| PENAMARA . ID

Senin, 9 Desember 2024 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Gambar: Indri Damayanthi, Aktivis Mahasiswa, sekaligus Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Tangerang | Foto: Arsip Pribadi

Keterangan Gambar: Indri Damayanthi, Aktivis Mahasiswa, sekaligus Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kota Tangerang | Foto: Arsip Pribadi

PENAMARA.ID | Tangerang – Polemik pembangunan Pantai Indah Kapuk (PIK) di pesisir utara Kabupaten Tangerang semakin memanas. Proyek ini dinilai oleh berbagai pihak sebagai upaya yang merampas ruang hidup masyarakat setempat.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai, bersama sejumlah mahasiswa menyatakan bahwa pembangunan PIK memberikan dampak positif bagi pertumbuhan daerah.

Namun, pernyataan ini dianggap sebagai upaya penggiringan opini untuk memuluskan proyek tersebut. Hal ini diungkapkan oleh Indri Damayanthi, Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Tangerang.

Menurut Indri, sebagai perwakilan rakyat, DPD RI seharusnya berpihak pada masyarakat yang terdampak langsung oleh pembangunan tersebut.

“Saya meragukan klaim dukungan masyarakat yang disampaikan oleh DPD RI. Pernyataan itu terbantahkan oleh aksi dan gerakan masyarakat terdampak yang memuncak beberapa minggu lalu,” ujar Indri kepada wartawan.

Indri juga mengkritik Yorrys yang dinilainya tidak melihat persoalan ini secara komprehensif.

“Kunjungilah semua lokasi yang masuk dalam rencana pembangunan PIK. Dialoglah dengan masyarakat setempat sebelum memberikan penilaian. Jangan hanya berkunjung ke satu lokasi saja. Perhatikan dampak seperti banjir, debu, penggusuran lahan, bahkan korban jiwa akibat pembangunan ini,” tegasnya.

Selain itu, Indri menyoroti klaim mahasiswa yang menyebut pembangunan PIK sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) memberikan keuntungan besar bagi masyarakat Tangerang Utara. Ia menyebut klaim tersebut keliru dan tidak berdasar.

“Berpikirlah dengan mempertimbangkan aspek ekologis, yuridis, sosial, dan budaya. Jangan mendukung atas dasar kepentingan pribadi atau kelompok,” tambah Indri, yang juga merupakan founder Gerakan Pertiwi.

Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa pembangunan kota baru di pesisir Tangerang Utara tidak menjadi ruang eksklusif bagi kelompok tertentu.

“Alih fungsi lahan pasti terjadi, terutama di daerah pesisir seperti Kosambi, Teluknaga, Pakuhaji, Mauk, dan Kronjo yang merupakan kawasan pertanian produktif. Hal ini tentu akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat,” jelasnya.

Indri juga mengkritisi bahwa masyarakat yang berkunjung ke PIK harus membayar parkir yang masuk ke pihak swasta, bukan ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Di mana letak ruang publiknya jika semuanya harus berbayar dan keuntungan hanya dinikmati oleh segelintir pihak?” pungkasnya.


Artikel Lain : Konflik Memanas di Simalungun: Masyarakat Adat dan PT TPL

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi
Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas
Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam
Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah
Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu
Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi
Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten
Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:41 WIB

Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:39 WIB

Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:58 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:38 WIB

Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:25 WIB

Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi

Berita Terbaru

Penguin Random House

Esai

Membuka Tumpukan Sejarah Akar Penindasan Perempuan

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:24 WIB

Ilustrasi : Vectorpouch/Magnific

Penjeda

Meja Makan Tak Lagi Menjadi Tempat yang Aman untuk Bercerita

Senin, 25 Mei 2026 - 23:25 WIB