PENAMARA.ID – Pandangan yang dikira objektif padahal impersonal, menjadi kebenaran umum dan justru menutup munculnya sekmen kecil kebenaran— mungkin bisa menuntun kepada kemajuan. Opini rakyat meski proposisinya tunggal menjadi valid, dia valid melawan ketentuan karena memang pandangan kerakyatan tidak butuh ketentuan.
Lebih menarik bicara dengan rakyat dari pada mendengar pidato bangsawan yang diisi diksi-diksi palsu, mengatakan dia bagian dari sendi rakyat tetapi debu pun takut mendekati sepatunya. Bagaimana bisa mereka mengarakan dia adalah bagian dari penderitaan, sedangkan dia sendiri tidak kuatir dengan rasa lapar hari esok; serta bagaimana bisa kekenyangan tanpa ada kegetiran dalam hati bahwa dia makan dari derita pajak rakyat.
Sesat perkataan seperti sophistist elenchi lebih banyak diambil dari dialog mereka, bangsawan yang ingin mencari dukungan rakyat dengan bualan yang diputarbalikan menjadi harapan; mereka sadar bahwa masyarakat tidak sadar. Mereka tau rakyat terlelap dalam harapan kemakmuran dan kedamaian, jadi dongeng adalah pilihan tepat untuk mengkampanyekan diri— fair in foul (adil dalam busuk).
Inilah kebohongan paling besar dari pemerintah: pertikaian terjadi dari pertentangan pendapat dan kedamaian akan tercapai dengan saling mendukung, kemajuan bangsa adalah kemestian pemerintah karena itu demi kepentingan bersama, padamu ketimpangan padaku kemakmuran — merosot suatu bangsa dari dusta barusan.
Partai paling bengis pun sadar, bahwa ada dua kemungkinan pasti dari oposisi ketika dia berkuasa: pertama kekuasaan nya akan direbut; kedua dia menjadi eksis karena pertentangan. Bahkan atom untuk eksis mesti ada proton (muatan positif) dan elektron (muatan negatif) – dibuang salah satu pasti kehancuran mengikuti.
Kebajikan paling mulia dimuka bumi bukan datang dari bangsawan yang lebih harmonis dengan kaum pemodal, tapi dari rakyat yang sela kukunya penuh tanah dibalik hatinya penuh air mata. Merekalah yang menyuplai makan para penjabat yang teratur makannya tiga kali sehari bahkan lebih;
mereka yang siang malam menjaga kerajaan usaha tetap berdiri sementara pemilik terlelap dalam mimpi, mereka yang mati tak dikenang selama suatu bangsa mengalami perubahan dan dianggap sebagai pengorbanan – rakyat yang selalu dikorbankan.
Bagaimanapun juga para bangsawan menjadi ciri sejati sebuah negeri yang makmur dengan usaha mereka memajukan pembangunan untuk kebermanfaatan rakyat miskin, membayar para ilmuan demi kemajuan pertanian dan ilmu pengetahuan, dengan maksimal menyediakan pendidikan merata tanpa kelas.
Berupaya agar keberpihakan ekonomi dimulai dari kelas bawah, hukum dibentuk dengan kajian-kajian dari kepentingan dan keperluan rakyat tanpa ada determinasi kepentingan pemodal, serta keamaan masyarakat dengan melawan penindasan dan represi kejahatan — semua diusahakan untuk negeri dongeng mereka, dongeng untuk rakyat yang hanya mereka pikirkan tanpa ada tindakan sungguh.
Artikel Lain : PPK Senen harap Coklit Harus Maksimal dan Akurat
Penulis : Devis Mamesah
Editor : Redaktur






