Laut Bercerita Cetak Sejarah di Korea, Film Indonesia Pertama Masuk Kompetisi Dunia

| PENAMARA . ID

Rabu, 2 September 2026 - 00:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kabar membanggakan datang dari perfilman Indonesia. Film Laut Bercerita karya sutradara Yosep Anggi Noen resmi masuk Kompetisi Utama Busan International Film Festival (BIFF) 2026 di Korea Selatan.

Bukan sekadar tampil di festival internasional, keikutsertaan film produksi Pal8 Pictures itu mencatat sejarah. Laut Bercerita menjadi film Indonesia pertama yang berlaga di Kompetisi Utama BIFF.

Film yang mengangkat kisah dari novel populer karya Leila S. Chudori tersebut akan bersaing dengan film-film dari berbagai negara untuk memperebutkan penghargaan Best Film.

BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan. Di ajang tersebut, Laut Bercerita yang memiliki judul internasional The Sea Speaks His Name juga akan menjalani world premiere.

Setelah diputar perdana di Busan, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Direktur Pal8 Pictures Budi Setyarso mengaku bersyukur film yang diangkat dari novel laris tersebut mendapat kesempatan tampil di salah satu festival film penting di Asia.

“Kami bersyukur bahwa film Laut Bercerita yang diadaptasi dari novelnya yang sangat populer di Indonesia mendapat pengakuan dari ajang sepenting Busan International Film Festival 2026,” kata Budi kepada Penamara.id, Selasa (1/9/2026).

Budi mengatakan pihaknya sudah tidak sabar membawa film tersebut bertemu dengan penonton Indonesia.

“Kami tidak sabar untuk bisa menghadirkan film ini untuk penonton di Tanah Air. Nantikan 29 Oktober 2026,” ujarnya.

Bawa Cerita Indonesia ke Penonton Dunia

Produser Gita Fara menyebut BIFF menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan Laut Bercerita kepada penonton internasional.

Menurutnya, film tersebut tidak hanya membawa cerita Indonesia, tetapi juga diharapkan membuka percakapan yang lebih luas mengenai isu yang diangkat dalam film.

“Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional,” kata Gita.

“Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap,” sambungnya.

Sementara Yosep Anggi Noen menganggap BIFF memiliki posisi penting bagi perkembangan perfilman Asia maupun dunia.

Bagi dia, masuknya Laut Bercerita ke Kompetisi Utama BIFF menjadi kesempatan untuk membawa cerita Indonesia ke panggung yang lebih luas.

“Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia,” ujar Yosep.

Ada cerita personal di balik kembalinya Yosep ke Busan. Sekitar 19 tahun lalu, saat masih mengawali karier di dunia film, ia pernah mengikuti workshop film pemula di Busan.

“19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini,” katanya.

Yosep melihat semakin banyak film Indonesia yang kini mendapat ruang pemutaran di berbagai negara. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan cerita dari Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi bagi penonton global.

Punya Peluang ke Oscar

BIFF 2026 menjadi semakin penting karena festival tersebut kini berkaitan dengan jalur baru menuju Academy Awards.

Tahun ini, BIFF memasuki edisi ke-31. Festival tersebut dikenal sebagai salah satu festival film bergengsi di Asia dan kerap menjadi tempat bertemunya film-film penting dari berbagai negara.

The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) juga telah mengubah aturan untuk Academy Awards ke-99. Perubahan itu memperluas jalur kelayakan kategori Best International Feature Film.

Dengan aturan baru tersebut, pemenang Best Film BIFF dapat diajukan ke kategori tersebut di Academy Awards, di luar mekanisme perwakilan resmi suatu negara.

Dibintangi Reza Rahadian hingga Dian Sastro

Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori.

Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris papan atas Indonesia, di antaranya Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.

Film tersebut diproduseri Gita Fara, Leila S. Chudori, dan Budi Setyarso.

Produksi Laut Bercerita dilakukan Pal8 Pictures dengan dukungan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.

Penulis : Ari Sujatmiko

Berita Terkait

Gelar Konser Musik Buat Bantu Guru Honorer, NTRL & SLR bakal Tur ke 5 Kota
Tayang Mulai 29 Oktober 2026, Film ‘Laut Bercerita’ Siap Meriahkan Hari Sumpah Pemuda
Mengenal Ngohtay, Tradisi Penghormatan Lima Generasi Masyarakat Cina Benteng Tangerang
Nada yang Bertahan: Perlawanan Kecil dari Pesisir Betawi di Tengah Arus Digital
Dari Arena Silat, Generasi Baru Penjaga Budaya Bangsa
Ruang Ekspresif Kolaboratif Seni dalam Langen Budaya Hadilangu #6
Polemik Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia
ELECTROCHESTRA ‘SOUND OF THE HITS’: Kolaborasi Unik Electro dan Orchestra Siap Guncang Senayan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 01:19 WIB

Gelar Konser Musik Buat Bantu Guru Honorer, NTRL & SLR bakal Tur ke 5 Kota

Rabu, 2 September 2026 - 00:37 WIB

Laut Bercerita Cetak Sejarah di Korea, Film Indonesia Pertama Masuk Kompetisi Dunia

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Tayang Mulai 29 Oktober 2026, Film ‘Laut Bercerita’ Siap Meriahkan Hari Sumpah Pemuda

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:10 WIB

Mengenal Ngohtay, Tradisi Penghormatan Lima Generasi Masyarakat Cina Benteng Tangerang

Minggu, 2 November 2025 - 20:09 WIB

Nada yang Bertahan: Perlawanan Kecil dari Pesisir Betawi di Tengah Arus Digital

Berita Terbaru

Potret Belajar Mengajar | Sumber : Smeru Research Institute

Sosial

Guru Digugu dan Ditiru, Apa Kini Sibuk Cari Views?

Selasa, 1 Sep 2026 - 22:04 WIB