“KALAU pemerintah gak bisa kerja, biar NTRL yang kerja.”
KALIMAT tajam itu menyengat di tengah santernya kabar tur bertajuk “Bapak & Anak”. Bukan sekadar pamer aksi panggung atau memanjakan telinga penggemar, grup musik NTRL bersama Sukses Lancar Rejeki (SLR) mengusung misi sosial: menyentil ketimpangan kesejahteraan guru honorer yang tak kunjung usai di Negara Indonesia.
“Ada misi baik di tour ini : lelang merchand bertanda tangan pengisi acara, hasilnya buat guru honorer di kota yang kita datengin,” tulis NTRL lewat akun Instagram resminya.
“ KALAU pemerintah gak bisa kerja, biar NTRL yang kerja” sambungnya.
Dalam tur lintas generasi ini, aksi kepedulian diwujudkan secara konkret. Di setiap kota yang disinggahi, mereka menggelar lelang merchandise resmi yang telah dibubuhi tanda tangan seluruh pengisi acara. Hasil penjualan barang-barang tersebut tidak masuk ke kantong manajemen, melainkan disalurkan utuh bagi para guru honorer di daerah setempat. NTRL juga mengetuk kepedulian sesama musisi dan penonton agar tak acuh terhadap nasib para pendidik.
Penyelenggara acara, Brothersphere, mengumumkan agenda perjalanan tur “Bapak & Anak” yang bakal menjelajahi lima wilayah:
- Yogyakarta: 19 September 2026 (Kota Pembuka)
- Madiun: 3 Oktober 2026
- Lampung: 23 Oktober 2026
- Purwokerto: 31 Oktober 2026
- Bekasi: 7 November 2026
Proyek ini menjadi babak baru dari riak kolaborasi mereka. Sebelumnya, kebolehan chemistry “Bapak & Anak” sempat mencuri perhatian saat keduanya tampil satu panggung di hajatan Boardang Boarding Fest pada Juli lalu.
Bagi SLR, ruang gerak mereka di skena musik Indonesia tengah melaju kencang. Selain melakoni tur bersama sang senior, armada musik muda ini juga sudah menggenggam agenda kolaborasi lintas generasi berikutnya. Mereka dipastikan bakal berbagi panggung dengan unit punk Teenage Death Star dalam gelaran Remember Fest pada 7–8 November 2026.
Meski begitu, fokus utama NTRL dan SLR saat ini tertuju pada tur yang akan bergulir. Lewat Musik dan aksi pelelangan di lima kota, mereka berupaya mengambil alih sebagian beban yang semestinya dipikul negara: menyokong napas para guru honorer
Penulis : Sujatmiko
Editor : Redaktur






