Bukan sekadar tampil di festival internasional, keikutsertaan film produksi Pal8 Pictures itu mencatat sejarah. Laut Bercerita menjadi film Indonesia pertama yang berlaga di Kompetisi Utama BIFF.
Film yang mengangkat kisah dari novel populer karya Leila S. Chudori tersebut akan bersaing dengan film-film dari berbagai negara untuk memperebutkan penghargaan Best Film.
BIFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 6-15 Oktober 2026 di Busan, Korea Selatan. Di ajang tersebut, Laut Bercerita yang memiliki judul internasional The Sea Speaks His Name juga akan menjalani world premiere.
Setelah diputar perdana di Busan, film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.
Direktur Pal8 Pictures Budi Setyarso mengaku bersyukur film yang diangkat dari novel laris tersebut mendapat kesempatan tampil di salah satu festival film penting di Asia.
“Kami bersyukur bahwa film Laut Bercerita yang diadaptasi dari novelnya yang sangat populer di Indonesia mendapat pengakuan dari ajang sepenting Busan International Film Festival 2026,” kata Budi kepada Penamara.id, Selasa (1/9/2026).
Budi mengatakan pihaknya sudah tidak sabar membawa film tersebut bertemu dengan penonton Indonesia.
“Kami tidak sabar untuk bisa menghadirkan film ini untuk penonton di Tanah Air. Nantikan 29 Oktober 2026,” ujarnya.
Bawa Cerita Indonesia ke Penonton Dunia
Produser Gita Fara menyebut BIFF menjadi tempat yang tepat untuk memperkenalkan Laut Bercerita kepada penonton internasional.
Menurutnya, film tersebut tidak hanya membawa cerita Indonesia, tetapi juga diharapkan membuka percakapan yang lebih luas mengenai isu yang diangkat dalam film.
“Sebuah film membawa cerita tentang Indonesia, disaksikan oleh penonton sinema Asia dan internasional,” kata Gita.
“Kami berharap penayangan di Busan juga bisa memantik percakapan yang lebih meluas di kawasan Asia mengapa cerita ini penting untuk digarap,” sambungnya.
Sementara Yosep Anggi Noen menganggap BIFF memiliki posisi penting bagi perkembangan perfilman Asia maupun dunia.
Bagi dia, masuknya Laut Bercerita ke Kompetisi Utama BIFF menjadi kesempatan untuk membawa cerita Indonesia ke panggung yang lebih luas.
“Berada dalam kompetisi utama, Laut Bercerita mengusung kisah yang penting disuarakan ke dunia,” ujar Yosep.
Ada cerita personal di balik kembalinya Yosep ke Busan. Sekitar 19 tahun lalu, saat masih mengawali karier di dunia film, ia pernah mengikuti workshop film pemula di Busan.
“19 tahun lalu, di awal karier film, saya ikut workshop film pemula di Busan dan sekarang saya sangat senang kembali ke Busan membawa film ini,” katanya.
Yosep melihat semakin banyak film Indonesia yang kini mendapat ruang pemutaran di berbagai negara. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan cerita dari Indonesia memiliki daya tarik dan relevansi bagi penonton global.
Punya Peluang ke Oscar
BIFF 2026 menjadi semakin penting karena festival tersebut kini berkaitan dengan jalur baru menuju Academy Awards.
Tahun ini, BIFF memasuki edisi ke-31. Festival tersebut dikenal sebagai salah satu festival film bergengsi di Asia dan kerap menjadi tempat bertemunya film-film penting dari berbagai negara.
The Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) juga telah mengubah aturan untuk Academy Awards ke-99. Perubahan itu memperluas jalur kelayakan kategori Best International Feature Film.
Dengan aturan baru tersebut, pemenang Best Film BIFF dapat diajukan ke kategori tersebut di Academy Awards, di luar mekanisme perwakilan resmi suatu negara.
Dibintangi Reza Rahadian hingga Dian Sastro
Laut Bercerita merupakan adaptasi dari novel best seller berjudul sama karya Leila S. Chudori.
Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris papan atas Indonesia, di antaranya Reza Rahadian, Yunita Siregar, Eva Celia, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Kautsar, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.
Film tersebut diproduseri Gita Fara, Leila S. Chudori, dan Budi Setyarso.
Produksi Laut Bercerita dilakukan Pal8 Pictures dengan dukungan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.
Penulis : Ari Sujatmiko






