Proyek pembangunan turap di Perumahan Villa Rizki Ilhami, Bojong Nangka, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, disorot aktivis. Bukan cuma soal pengerjaan yang dinilai lamban, kondisi di sekitar proyek juga disebut membahayakan pengguna jalan.
Bagian bahu jalan di lokasi pekerjaan tampak terkikis karena penggalian saluran. Di sisi lainnya terdapat pohon besar yang akarnya disebut mulai terbuka akibat tanah di sekitarnya tergerus.
Aktivis GPM (Gerakan Pemuda Marhaenis) Tangerang, M Caesar, menilai kondisi itu berpotensi membahayakan warga, terutama ketika hujan turun.
“Pengguna jalan, terutama kendaraan roda empat, sangat riskan terperosok ke saluran air yang digali cukup lebar. Di pinggir saluran ada pohon besar yang akarnya sudah hampir habis terkikis,” kata Caesar saat dihubungi Penamara.id, Senin (31/8/2026).
Dia khawatir pohon tersebut roboh jika tanah di sekitarnya terus terkikis.
“Dengan musim hujan yang sudah datang, abrasi bisa menyebabkan pohon tumbang,” ujarnya.
Tak hanya pengguna kendaraan yang menjadi perhatian. Caesar menyebut bahu jalan tersebut juga biasa digunakan anak-anak untuk berjalan kaki dan bersepeda.
Karena itu, dia mempertanyakan pengamanan di sekitar lokasi proyek. Menurutnya, rambu atau pembatas yang dipasang belum memadai untuk mencegah warga mendekati area pekerjaan.
Proyek Disebut Pakai APBD, Tapi Plang Tak Terlihat
Caesar juga mempertanyakan keterbukaan informasi proyek. Hingga Senin (31/8), dia mengaku belum melihat papan informasi proyek di lokasi.
Padahal, berdasarkan informasi yang diperolehnya dari petugas keamanan perumahan, proyek tersebut disebut menggunakan anggaran APBD Kabupaten Tangerang.
“Menurut keterangan security, proyek ini menggunakan anggaran APBD Pemerintah Kabupaten Tangerang karena pihak dinas pernah datang ke pos security. Namun hingga kini tidak ada plang proyek,” katanya.
Ketiadaan papan informasi itu, lanjut Caesar, membuat warga maupun pengurus lingkungan kesulitan mengetahui siapa penanggung jawab pekerjaan.
Dia juga menduga terdapat persoalan dalam pelaksanaan proyek. Salah satunya pekerjaan yang disebut telah berganti-ganti vendor.
Bahkan, pekerja dari pelaksana sebelumnya disebut belum mendapatkan pembayaran. Kondisi tersebut diduga ikut membuat pengerjaan proyek tersendat.
Caesar meminta Pemkab Tangerang tidak membiarkan persoalan tersebut berlarut. Dia mendesak pemerintah mengecek langsung kondisi proyek, termasuk kesesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis dan penggunaan anggaran.
“Pekerjaan penguatan dinding saluran air ini diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang semestinya. Ini harus diperiksa langsung di lapangan,” ujarnya.
Beri Waktu 3 Hari
Caesar memberi waktu tiga hari kepada pemerintah untuk menunjukkan langkah konkret dan memastikan proyek kembali berjalan.
Jika tidak ada perkembangan, dia mengaku akan membawa persoalan tersebut ke lembaga penegak hukum dan pengawasan.
“Kami minta Pemkab Tangerang segera turun. Jika dalam tiga hari ke depan tidak ada progres, kami akan melayangkan surat terbuka ke Inspektorat, Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang, bahkan akan kami laporkan ke Kejaksaan Tinggi Banten,” tegasnya.
Dia menegaskan persoalan proyek bukan semata-mata mengenai cepat atau lambatnya pembangunan. Keselamatan warga, menurutnya, harus menjadi perhatian utama selama pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas terkait maupun pelaksana proyek belum memberikan keterangan mengenai sumber anggaran, progres pekerjaan, pergantian vendor, spesifikasi teknis, serta pengamanan di lokasi.
Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi untuk memperoleh keterangan dari pihak terkait.
Penulis : Pujiawan
Editor : Redaktur






