Arif Wibowo Terpilih sebagai Ketua Pertama Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Tangerang

| PENAMARA . ID

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Musyawarah Daerah (Musda) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kota Tangerang menetapkan Arief Wibowo sebagai Ketua pertama MES Kota Tangerang periode 2026–2029. Penetapan tersebut dilakukan melalui mekanisme formatur dalam Musda yang digelar di Cafe Math, pada Sabtu, 18 Juli 2026.

Dalam kepengurusan tersebut, Afdel Syahril Mubarak dipercaya menjabat sebagai Sekretaris MES Kota Tangerang. Musda dibuka oleh Sekretaris MES Provinsi Banten, Dr. Efi Syarifuddin.

Arief mengatakan, MES Kota Tangerang merupakan kepengurusan baru dan dirinya menjadi ketua pertama sejak organisasi tersebut hadir di Kota Tangerang.

“Jadi, malam ini alhamdulillah kita baru saja selesai mengadakan Musda Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Tangerang. Dari hasil pembahasan di Musda, saya diamanahi sebagai Ketua MES Kota Tangerang,” kata Arief, saat diwawancarai Satelitnews

Fokus Perkuat Literasi Keuangan Syariah

Arief menjelaskan, Musda MES Kota Tangerang mengusung tema “Ekonomi Syariah sebagai Solusi Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Kota Tangerang yang Berakhlakul Karimah”.

Menurutnya, tema tersebut menjadi pijakan MES untuk menghadirkan nilai-nilai ekonomi syariah sebagai solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

“Tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat hari ini, salah satunya adalah pinjaman online dan judi online yang secara data cukup besar. Ini menjadi tantangan nyata yang perlu dijawab melalui implementasi nilai-nilai ekonomi syariah,” ujarnya.

Karena itu, kata Arief, program prioritas pertama MES Kota Tangerang adalah memperkuat literasi keuangan dan ekonomi syariah. Masyarakat diharapkan dapat lebih cerdas dalam mengelola keuangan dengan berpedoman pada nilai-nilai syariah.

“Bahwa masyarakat harus cerdas dalam mengelola keuangannya dengan berbasiskan pada nilai-nilai syariah. Ketika nilai-nilai itu dijalankan, saya kira akan menghadirkan rahmat bagi semuanya,” tuturnya.

Dorong Perda Anti-Pinjol dan Judi OnlineSelain penguatan literasi, Arief juga berencana mendorong nilai-nilai ekonomi syariah masuk dalam kebijakan legislasi di Kota Tangerang. Salah satunya dengan mendorong pembentukan regulasi yang dapat menekan persoalan pinjaman online dan judi online.

“Saya akan mendorong Perda anti-pinjol dan judi online. Sebenarnya saya sudah pernah sampaikan tentang hal ini sebelumnya, hanya ke depannya akan lebih saya sistematikakan dan rumuskan, sehingga ini benar-benar bisa menjadi poin untuk diangkat dalam Prolegda,” jelasnya.

Arief menilai, regulasi yang dibuat harus berdasarkan persoalan nyata yang terjadi di tengah masyarakat. Untuk itu, MES akan mendorong adanya kajian terlebih dahulu agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

“Identifikasi masalah itu datanya sudah ada, tetapi sebaran dan analisa kenapa mereka bisa terjerat pinjol dan judi harus dikaji. Misalnya karena rendahnya literasi keuangan, pola hidup konsumtif dan seterusnya,” katanya.

Menurut Arief, hasil kajian tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam penyusunan naskah akademik untuk merumuskan regulasi. Dengan begitu, kebijakan yang dibuat tidak hanya bersifat normatif, tetapi memiliki basis permasalahan yang konkret.

Bangun Ekosistem Ekonomi Syariah

Arief menambahkan, MES Kota Tangerang juga akan membangun ekosistem ekonomi syariah dengan melibatkan berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dapat dilakukan bersama perbankan syariah, OJK, Bursa Efek, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta pemangku kepentingan lainnya.

“Jadi bukan sekadar wacana. Yang mau kita bangun ini masyarakat, artinya kita mau membangun ekosistem yang bisa memberikan solusi nyata terhadap permasalahan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, masyarakat yang terjerat pinjol tidak cukup hanya diberikan alternatif pembiayaan. Mereka juga harus mendapatkan edukasi agar memahami pengelolaan keuangan dan mengetahui adanya instrumen keuangan syariah sebagai pilihan yang lebih sesuai.

“Orang terjerat pinjol, bagaimana instrumen keuangan syariah yang ada hari ini bisa memberikan solusi. Tapi sebelumnya mereka harus mendapatkan edukasi dulu, sehingga mereka paham bahwa solusi keuangan ini hadir dari basis nilai ekonomi syariah,” paparnya.

Arief juga menyebut bahwa penguatan ekonomi syariah sejalan dengan arah pembangunan nasional. Ia berharap MES dapat ikut mengaktualisasikan kebijakan tersebut hingga tingkat daerah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Tangerang.

Dorong Satgas Anti-Rentenir

Untuk menangani persoalan pinjol dan judi online secara lebih konkret, Arief menilai perlu ada kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan melalui pendekatan pentahelix. Salah satu gagasan yang dapat dipertimbangkan adalah pembentukan satuan tugas khusus yang dapat menjadi tempat masyarakat mencari solusi.

Ia mencontohkan keberadaan Satgas Anti-Rentenir yang telah diterapkan di sejumlah daerah, termasuk Kota Bandung.

“Satgas Anti-Rentenir ini seperti dokter yang praktik untuk mengobati pasiennya. Kalau korban pinjol dan judi dianggap sebagai pasien, mereka tahu harus berobat ke mana,” ujarnya.

Arief berharap pemerintah dapat hadir dalam menyelesaikan persoalan tersebut melalui program yang terukur, dukungan anggaran, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Negara harus hadir menyelesaikan masalah rakyatnya, warganya, masyarakatnya. Itu yang ingin kita dorong melalui ekosistem ekonomi syariah di Kota Tangerang,” pungkasnya.

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Sisi Kelam Cipondoh: Kali Sipon Jadi Lautan Sampah Hitam, Banyak Warga Resah
PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid
PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!
Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan
Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!
Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang
Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid

Minggu, 27 September 2026 - 18:06 WIB

PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!

Jumat, 25 September 2026 - 18:30 WIB

Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan

Rabu, 23 September 2026 - 15:39 WIB

Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!

Selasa, 22 September 2026 - 12:41 WIB

Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang

Berita Terbaru

Ilustrasi: Banten72.com

Opini

Bencana Jangan Dilupakan Ketika Langit Membiru

Jumat, 2 Okt 2026 - 00:08 WIB

Ilustrasi: Joko Widodo menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Prabowo Subianto, disaksikan Presiden Indonesia terdahulu | Gambar: Dekade08

Editorial

Tebak-Menebak Hubungan Prabowo-Jokowi

Rabu, 30 Sep 2026 - 00:22 WIB