Peran Vital Pantarlih Dalam Memastikan Keselamatan Hak Pilih Untuk Pilkada 2024

| PENAMARA . ID

Selasa, 9 Juli 2024 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Proses Coklit di Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen | Dokementasi: Arsip

Proses Coklit di Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen | Dokementasi: Arsip

PENAMARA.ID Halo kawan pena, apakah kalian sudah dicoklit dengan petugas Pantarlih hari ini ? Coklit pilkada sudah berjalan loh kawan pena, berikut kami akan beri tahu apa yang kawan pena lakukan jika tak terdaftar sebagai pemilih, maka dari itu simak terus sampai habis yah kawan pena.

Pada tahun 2024, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) telah memulai tugas mereka sejak 24 Juni dengan mengunjungi rumah-rumah warga calon pemilih untuk Pilkada. Mereka melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) selama sebulan untuk menyusun Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Meskipun Pantarlih sudah aktif memperbarui data pemilih, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan masyarakat untuk memastikan mereka terdaftar sebagai pemilih. Beberapa warga mungkin sudah memiliki hak pilih namun belum terdaftar dalam proses coklit, sehingga perlu dicek ulang.

Untuk memeriksa status keikutsertaan sebagai pemilih, masyarakat dapat menggunakan laman cekdptonline.kpu.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Jika belum terdaftar, Bawaslu mendorong untuk melaporkan ke posko aduan kawal hak pilih.

KPU memastikan bahwa mereka yang belum terdaftar atau masuk dalam data coklit masih dapat mendaftar sebagai pemilih baru melalui Pantarlih yang melakukan coklit dari rumah ke rumah. Pemilih perlu menyediakan salinan KTP elektronik untuk diunggah ke Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) guna masuk dalam DPT.

Seberapa besar potensi pemilih Pilkada 2024?

Menurut data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri, jumlahnya mencapai 207.110.768 jiwa pada awal Mei 2024. Angka ini lebih banyak dibandingkan jumlah pemilih pada Pemilu 2024 yang sekitar 204 juta jiwa.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa DP4 untuk Pilkada serentak 2024 berasal dari data kependudukan dan pencatatan sipil Kemendagri. Termasuk di dalamnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia 17 tahun pada 27 November 2024 dan bukan anggota TNI/Polri.

Mengapa coklit oleh Pantarlih sangat penting untuk Pilkada 2024?

Proses coklit data pemilih adalah langkah krusial dalam Pilkada 2024 karena berdampak pada logistik, surat suara, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), serta rekrutmen Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Selain itu, coklit juga menjaga hak konstitusional warga negara. KPU telah menggelar simulasi dan bimbingan teknis untuk memastikan kelancaran proses coklit.

KPU juga mempersiapkan sistem e-Coklit berbasis elektronik untuk memudahkan pencocokan dan penelitian data pemilih. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam memutakhirkan data pemilih.

Apa akibatnya jika Pantarlih melakukan kesalahan dalam coklit data pemilih?

Pantarlih bertanggung jawab tidak hanya memvalidasi data pemilih, tetapi juga memastikan tidak ada warga yang kehilangan hak pilihnya. Mereka harus mengoordinasikan pembuatan KTP elektronik untuk pemilih pemula dan menghapus nama-nama warga yang meninggal dengan melampirkan surat kematian ke sistem e-Coklit.

Kesalahan dalam data pemilih dapat berdampak serius, seperti hilangnya hak pilih warga atau hasil pemilu yang tidak sah. Contohnya, pada Pilkada Nabire 2020, Mahkamah Konstitusi memerintahkan pemungutan suara ulang karena DPT dianggap tidak valid. Jumlah pemilih terdaftar melebihi jumlah penduduk.


Artikel Lain : PPK Senen harapkan Coklit Harus Maksimal dan Akurat

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat
Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno
Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo
Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan
SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi
Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Senayan
Dekat Presiden Belum Tentu Sejahtera : Buruh Pilih Mayday di Jalanan
KASBI Tolak May Day di Monas, 10 Ribu Buruh Memilih Geruduk DPR

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:51 WIB

Bursa Ketua DPRD Kota Tangerang Memanas! Golkar Borongkan 6 Nama Kader Terbaik Ke Pusat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:03 WIB

Bambang Pacul: Kader GMNI Jangan Ikut Arus, Pelajari Cara Berpikir Bung Karno

Kamis, 6 Agustus 2026 - 02:29 WIB

Mengenal Kabinet Bayangan: Oposisi Baru dari Masyarakat Sipil di Era Prabowo

Senin, 8 Juni 2026 - 21:33 WIB

Pertanyakan Anggaran Makan Bergizi Gratis, SEMMI Tangerang Minta Aparat Turun Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:38 WIB

SEMMI Tangerang Kritik Pergantian Kepala BGN, Dinilai Politik Promosi Bukan Evaluasi

Berita Terbaru

Humaniora

Mengenal Sosok Sarinah Lewat Film Pendek ‘Mbok dan Bung’

Minggu, 30 Agu 2026 - 20:10 WIB

Banten

Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia

Jumat, 28 Agu 2026 - 13:11 WIB