Dana Desa Diselewengkan, Kades Tapa Didesak Mundur dan Audit Total Diminta

| PENAMARA . ID

Minggu, 19 Januari 2025 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID – Dana Desa yang diatur dalam Undang-Undang Desa merupakan anggaran strategis dari APBN yang diperuntukkan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dengan visi besar menuju Indonesia Emas 2045, pemerintah menetapkan Dana Desa sebagai salah satu fondasi utama untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

Namun, di Desa Tapa, Kecamatan Obi Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pengelolaan Dana Desa justru menuai sorotan. Kepala Desa (Kades) Tapa, Ferdinan Malaku, diduga kuat tidak transparan dalam mengelola Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) sejak tahun 2019 hingga 2024.

Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun oleh Perhimpunan Mahasiswa dan Pemuda Kepulauan Obi (PMPKO) Jabodetabek, selama satu periode kepemimpinannya, tidak ada pembangunan signifikan yang dirasakan warga desa.

Ketua PMPKO Jabodetabek, Rolis, menilai dugaan penyimpangan ini merupakan pelanggaran serius terhadap sejumlah regulasi, termasuk UUD 1945 Pasal 28F, UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, terutama pada Pasal 82 dan 86 yang mengatur prinsip transparansi dan partisipasi publik.

“Transparansi adalah kewajiban dalam pengelolaan pemerintahan desa. Masyarakat harus diberi ruang untuk terlibat dan mengetahui penggunaan dana publik. Namun, di Desa Tapa, hal ini diabaikan,” tegas Rolis.

Ia menambahkan, “Selama satu periode kepemimpinan Saudara Ferdinan, tidak ada pembangunan yang memadai. Bahkan, keluhan masyarakat terus berdatangan. Ini menjadi indikasi jelas adanya penyimpangan dalam pengelolaan anggaran.”

PMPKO Jabodetabek mendesak Penjabat (Pj) Bupati Halmahera Selatan untuk segera mencopot Ferdinan Malaku dari jabatannya sebagai Kepala Desa Tapa. Mereka juga meminta inspektorat melakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan ADD dan DD di desa tersebut.

“Jika tidak ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten, kami akan membawa kasus ini ke Kementerian Desa dan KPK agar dilakukan audit mendalam dan proses hukum terhadap yang bersangkutan,” tegas Rolis.

Masyarakat Desa Tapa menyampaikan kekecewaan mereka atas minimnya pembangunan selama satu periode kepemimpinan Ferdinan Malaku. Meski Dana Desa telah dicairkan, infrastruktur dasar desa tetap tidak mengalami perubahan berarti, sehingga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.

“Jangan sampai Dana Desa masuk ke kantong pribadi. Kami meminta transparansi dan segera ada pembangunan yang nyata untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketidakhadiran laporan keuangan yang jelas dan absennya program pembangunan menjadi bukti kuat adanya indikasi korupsi dalam pengelolaan Dana Desa. PMPKO menegaskan bahwa inspektorat harus segera turun tangan untuk memastikan penyelidikan berlangsung secara transparan dan akuntabel.

“Kami mahasiswa Obi akan terus mengawal kasus ini sampai ada tindakan konkret. Pemerintah tidak boleh tinggal diam atas dugaan penyelewengan yang mencederai amanah rakyat,” tutup Rolis dengan penuh ketegasan.


Artikel Lain : TNI AL Bongkar Pagar Laut Tangerang, Arga: Pembongkaran Hanya Gimik

Berita Terkait

Trans Banten Belum Merata; GMNI Desak Anggaran Transportasi Umum dalam APBD 2027
Sambut HUT Banten ke-26; Banten Bergerak untuk Elite namun Semu bagi Rakyat
Sisi Kelam Cipondoh: Kali Sipon Jadi Lautan Sampah Hitam, Banyak Warga Resah
PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid
PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!
Realisasi APBD Kota Tangerang Baru 50 Persen, Komisi III Minta Percepatan
Gantung & Buron! Korban Seksual Cipondoh Frustrasi: Biar Aku Cari Pelaku Sendiri!
Lintas OKP dan Ormas Polisikan Aksi Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:48 WIB

Trans Banten Belum Merata; GMNI Desak Anggaran Transportasi Umum dalam APBD 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Sambut HUT Banten ke-26; Banten Bergerak untuk Elite namun Semu bagi Rakyat

Senin, 28 September 2026 - 20:18 WIB

Sisi Kelam Cipondoh: Kali Sipon Jadi Lautan Sampah Hitam, Banyak Warga Resah

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

PD PRIMA DMI Tangerang Gelar Tabligh Akbar Maulid, Dorong Peran Remaja Masjid

Minggu, 27 September 2026 - 18:06 WIB

PETIR Tangerang Kota Punya Nahkoda Baru, Nelson Nova Siap Konsolidasi Total!

Berita Terbaru