Gen-Z Culture Fest 2025 Digelar di Global Institut

| PENAMARA . ID

Selasa, 23 Desember 2025 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Auditorium Universitas Global Institut, Kota Tangerang, Selasa (23/12/2025), dipenuhi warna-warni busana adat, irama musik daerah, serta semangat muda yang menyatu dalam Gen-Z Culture Fest 2025. Mengusung tema “Satukan Karya Rayakan Budaya”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi mahasiswa untuk merawat literasi budaya sekaligus meneguhkan nilai Bhinneka Tunggal Ika di tengah arus budaya global yang kian deras.

Festival budaya yang digagas mahasiswa Universitas Global Institut ini tak sekadar pertunjukan seni. Ia dirancang sebagai medium komunikasi publik khas Generasi Z—mengawinkan tradisi Nusantara dengan pendekatan seni, media digital, dan kreativitas kontemporer yang relevan dengan zaman.

Ketua Pelaksana Gen-Z Culture Fest 2025, Hafidz Sazili (18), menjelaskan kegiatan tersebut merupakan proyek Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Pengantar Ilmu Komunikasi semester pertama. Proyek ini melibatkan dua program studi, yakni Kajian Film, Televisi, dan Media (KFTM) serta Manajemen Ritel, di bawah bimbingan dosen pengampu Nyi Dewi Puspitasari.

“Memang ini proyek UAS, tetapi sejak awal kami sepakat tidak ingin sekadar menggugurkan kewajiban akademik. Kami ingin budaya hadir sebagai sesuatu yang hidup, diekspresikan melalui bahasa dan media yang dipahami Gen-Z,” ujar Hafidz kepada wartawan Penamara.id

Ia menilai, di tengah derasnya arus digital dan budaya populer global, nilai-nilai budaya lokal kerap terpinggirkan. Karena itu, generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal sekaligus mengemas ulang budaya Nusantara agar tetap relevan tanpa kehilangan maknanya.

Secara konsep, Gen-Z Culture Fest 2025 dibagi ke dalam dua segmen utama. Pertama, sesi seremonial yang menampilkan pertunjukan seni dan konten kreatif budaya. Kedua, pameran stand yang menyuguhkan miniatur rumah adat, makanan khas daerah, hingga produk oleh-oleh Nusantara yang dapat dicicipi dan dibeli pengunjung.

Pada sesi seremonial, panggung auditorium menjadi etalase keberagaman Indonesia. Panitia menampilkan ragam seni dari 10 provinsi dengan balutan busana adat yang khas. Mulai dari Tari Piring Sumatera Barat, Tari Ondel-Ondel DKI Jakarta, Lagu Tokecang Jawa Barat, Tari Dayak Kalimantan, Tari Janger Bali, hingga Tari E Mambo Simbo dari Papua.

Representasi budaya dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta turut melengkapi rangkaian acara, disusul musikalisasi puisi dari Sumatera Selatan yang memberi nuansa reflektif. Penampilan spesial bernyanyi dari mahasiswa juga menjadi daya tarik tersendiri, mengundang antusiasme penonton yang memenuhi auditorium.

Di luar panggung utama, deretan stand pameran tak kalah ramai. Pengunjung tampak berinteraksi langsung dengan mahasiswa penjaga stand, mencicipi makanan khas daerah, mengamati replika rumah adat, hingga membeli produk oleh-oleh. Suasana ini memperlihatkan budaya bukan hanya ditonton, tetapi dialami secara langsung.

Meski berlangsung meriah, Hafidz mengakui proses persiapan tidak lepas dari berbagai tantangan. Miskomunikasi antar divisi dan koordinasi dengan sejumlah pihak sempat menjadi kendala. Namun, seluruh rangkaian kegiatan berhasil dipersiapkan dalam waktu sekitar satu bulan.

“Total ada sekitar 91 mahasiswa yang terlibat langsung dari dua program studi. Kami juga mengundang organisasi kampus, kelas-kelas yang tidak memiliki jadwal perkuliahan, serta peserta eksternal dari sekolah-sekolah di wilayah Tangerang Raya,” katanya.

Dukungan kampus pun mengalir penuh. Rektor Universitas Global Institut, Dedi Royadi, menilai Gen-Z Culture Fest 2025 memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa, khususnya dalam menanamkan nilai persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar bersatu dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Mereka juga dikenalkan pada budaya-budaya lain yang mungkin sebelumnya belum mereka kenal. Ini penting untuk membangun sikap saling menghargai,” ujarnya.

Menurut Dedi Royadi, kegiatan tersebut mencerminkan komitmen kampus agar setiap mata kuliah tidak berhenti pada aspek teoritis, melainkan memberi dampak nyata secara sosial.

“Kalau mereka belajar Ilmu Komunikasi, maka mereka harus berani dan mampu berkomunikasi di depan publik. Setiap mata kuliah harus berdampak, bukan hanya di ruang kelas, tetapi juga di masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, Universitas Global Institut terus mendorong kegiatan mahasiswa sebagai agenda berkelanjutan di tingkat program studi dan fakultas. Selain festival budaya, kampus rutin menggelar berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat, mulai dari turnamen futsal hingga program PESAT yang berfokus pada penguatan kewirausahaan mahasiswa.

“Kami tidak ingin mahasiswa lulus lalu menganggur. Karena itu, soft skill dan hard skill harus sama-sama kuat. Kegiatan seperti ini adalah bagian dari proses pembentukan itu,” pungkasnya.

Gen-Z Culture Fest 2025 pun menjadi bukti bahwa di tangan generasi muda, budaya Nusantara tidak hanya dijaga, tetapi juga dirayakan—dengan cara yang segar, komunikatif, dan penuh makna.

Berita Terkait

Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi
Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas
Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam
Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah
Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu
Kapolresta Tangerang Gerak Cepat Tangani Kericuhan di Sopo Sanggar, Aktivis Beri Apresiasi
Aktivis Soroti Limbah Peternakan Sapi Diduga Milik Anggota DPRD Banten
Pendidikan, Outsourcing, dan MBG Jadi Sorotan dimimbar Bebas GMNI Kota Tangerang

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:52 WIB

Gen Z Tangerang Pilih PDIP Sebagai Partai Perjuangan dan Ideologi

Kamis, 21 Mei 2026 - 23:41 WIB

Peringati 21 Mei, Poros Baru Tangerang Nobar Film Pesta Babi dan Mimbar Bebas

Kamis, 21 Mei 2026 - 22:39 WIB

Cikokol untuk Reformasi: Mahasiswa UMT Tolak Lupa dan Diam

Rabu, 20 Mei 2026 - 15:58 WIB

Pemkot Tangerang Percepat Perbaikan Jalan di 1.200 Titik Seluruh Wilayah

Jumat, 15 Mei 2026 - 17:38 WIB

Polisi Update Kasus Kekerasan Seksual di Cipondoh, Tersangka Utama Masih Diburu

Berita Terbaru