Aksi Seribu Lilin untuk Mengenang Pelanggaran HAM dan Menentang Dinasti Politik Pemicu Korupsi

| PENAMARA . ID

Rabu, 2 Oktober 2024 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PENAMARA.ID | Tangerang Selatan – Puluhan mahasiswa di Tangerang Selatan menggelar aksi damai Seribu Lilin di depan Gedung Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada Senin (30/9) malam. Aksi ini bertujuan untuk memperingati tragedi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di bulan September, serta menyerukan kesadaran kolektif guna mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.

Acara dimulai dengan pembacaan pernyataan sikap oleh para mahasiswa yang menegaskan komitmen mereka untuk tidak melupakan sejarah kelam pelanggaran HAM di Indonesia. “Kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa tragedi ini bukan hanya sejarah, tetapi juga tantangan yang harus kita hadapi bersama.” ujar Sadam Fikri, masa aksi.

Fokus utama aksi ini adalah kritik terhadap dinasti politik yang mengakar di Provinsi Banten, termasuk kasus Ratu Atut, tokoh yang berkuasa selama bertahun-tahun. Dalam pidatonya, para mahasiswa menyoroti praktik politik yang dianggap tidak transparan dan berpotensi memicu korupsi. “Ketika kekuasaan terlalu lama berada di tangan satu orang atau keluarga, peluang untuk praktik korupsi semakin besar. Dinasti politik mengancam integritas pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat” tegas Sadam.

Mahasiswa juga menyoroti dampak buruk dinasti politik yang menciptakan jaringan patronase, di mana kepentingan pribadi dan kelompok kecil diutamakan dibandingkan kepentingan publik. “Kami menolak sistem yang hanya menguntungkan segelintir orang, sementara rakyat tetap terpuruk dalam kemiskinan dan ketidakadilan” tambah Sadam.

Selama aksi berlangsung, mahasiswa membentangkan berbagai spanduk dan poster yang menyampaikan pesan menentang korupsi serta menuntut transparansi dalam pemerintahan. “Korupsi bukan hanya mencuri uang negara, tetapi juga mencuri masa depan bangsa. Kami ingin suara kami didengar dan tindakan nyata diambil untuk memberantas korupsi” ujar Rizky Tanarubun, salah satu masa aksi.

Selain menyoroti isu korupsi, aksi ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengekspresikan kekhawatiran mereka terhadap pembatasan kebebasan berpendapat oleh pemerintah. Mereka menegaskan bahwa kebebasan berpendapat adalah hak dasar yang harus dijaga dan dilindungi. “Kami akan terus melawan segala bentuk pembungkaman terhadap suara mahasiswa. Kami berhak bersuara dan memperjuangkan keadilan,” tegas Tanarubun.

Aksi tersebut ditutup dengan prosesi penyalakan lilin secara serentak, menciptakan suasana penuh haru. Cahaya lilin menjadi simbol perjuangan untuk keadilan dan perubahan yang lebih baik. Dengan semangat yang menyala, para peserta berjanji akan terus berjuang untuk hak asasi manusia dan melawan praktik korupsi yang telah merusak tatanan bangsa.

Aksi Seribu Lilin ini bukan hanya menjadi momen refleksi bagi para mahasiswa, tetapi juga ajakan kepada masyarakat luas untuk bersama-sama menolak pelanggaran HAM dan dinasti politik yang telah mengakar. Para mahasiswa berkomitmen menjadi agen perubahan dengan harapan bahwa suara mereka dapat menggugah kesadaran masyarakat dan mendorong reformasi politik demi masa depan Indonesia yang lebih baik.


Artikel Lain : Tangerang Selatan Darurat Demokrasi!

Penulis : Ari Sujatmiko

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian
Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!
Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik
Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026
Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air
Turap Proyek APBD di Tangerang Disorot, Bahu Jalan Dikikis dan Warga Terancam Celaka
Kabar Duka! Rektor UMT Dr Desri Arwen Tutup Usia
Gunung Sampah TPA Jatiwaringin Terbakar Lagi, 5 Mobil Damkar Turun

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:07 WIB

Soal Program Umrah APBD, Akademisi: Buka Kriteria Seleksi dan Parameter Pengabdian

Sabtu, 12 September 2026 - 23:04 WIB

Lapangan Ahmad Yani Diserbu Warga, Culinary Day Tangerang 2026 Meledak!

Rabu, 9 September 2026 - 00:59 WIB

Aktivis dan DPRD Kota Tangerang Turun ke Jalan, Bagikan Masker Antisipasi Abu Vulkanik

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Batuceper Panen Jagung, Kota Tangerang Kejar Target Swasembada 2026

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Cisadane Makin Surut! Pasokan Air dari Bogor Menurun, Warga Tangerang Diminta Hemat Air

Berita Terbaru